MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
NS2/Cp.35


__ADS_3

Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰


Happy Reading's bub


***


3 bulan berlalu semenjak kunjungan zevia dan calta kerumah orang tua mereka setelah itu calta tidak pernah berkunjung lagi dan rahasia kehamilannya pun masih menjadi rahasia untuk mereka yang mengetahuinya kini perut calta sudah benar-benar besar dan bobot tubuhnya juga naik drastis.


"Kak kamu sangat pucat" Ucap calta berjalan mendekati zevia yang sedang duduk termenung disofa


"Kamu baik-baik saja" ia mendaratkan bokongnya disofa dengan susah payah


"Seharusnya kalian menyediakan sofa khusus untuk ibu hamil dirumah ini" Cibir calta


"Ck protes terus" kesal zevia ia menatap calta yang sedang duduk disofa bersandar santai sembari menikmati jeruk


"Kak kamu yakin baik-baik saja" Tanya lagi setelah memperhatikan zevia yang terlihat benar-benar pucat dan tak sehat


"Sepertinya aku mau demam, tubuhku terasa sakit semua, kepalaku pusing" Jawab zevia pelan sembari memijit-mijit keningnya


"Hem bagaimana kalau kalian ke dokter saja kak" Saran calta


"Ah tidak perlu aku cuma kecapean aja" Tolok zevia


"Ck, bukan itu siapa tahu didalam perutmu ada baby juga" Jawab calta asal sembari memasukan jeruk ke mulutnya, zevia terdiam ia segera berlari meninggalkan calta sendiri di ruang tengah


"Dasar aneh katanya sakit, tapi masih bisa berlari seperti cheetah" Cibir calta sembari memperhatikan zevia yang sudah menghilang dari dekatnya


"1,2,3,4 hah 4 minggu astaga.." Zevia menutup mulutnya tak percaya setelah melihat jadwal haid nya yang sudah jauh melewati tanggal bulan kemarin ia berjalan seperti setrika sembari memegang perutnya


"Ada apa sayang" Tanu yang baru keluar dari kamar mandi memperhatikan zevia yang terlihat gusar


"I-itu.. emm" Zevia menggaruk tekuknya sembari menatap tanu malu


"Kenapa..? jangan buat aku khawatir" Tanu mendekati zevia dan membawanya duduk


"Ada masalah.." Tanya tanu sembari mengusap punggung zevia pelan

__ADS_1


"Bu-bukan emm entahlah ini masalah besar atau tidak.." Zevia berkeringat dingin tapi ia merasa gerah


"Kenapa sayang" Tanu menyelidik wajahnya


"A-aku telat haid" Bisik zevia, seketika wajah tanu menjadi memerah senyum merekah diwajahnya


"Jadi kamu hamil" Ucapnya gamblang membuat zevia jatuh terlentang disofa tak berdaya mendengar ucapan tanu


"Tidak tahu, aku tidak ada tespek atau alat lainnya jadi aku tidak tahu"Jawab zevia sembari terbaring lesu


"Dari pada menerka-nerka lebih baik kita kerumah sakit saja" Saran tanu, wajah zevia semakin padam detak jantungnya menjadi tak karuan ia merasakan tubuhnya menjadi dingin lalu panas


"Aku akan siap-siap ya" Tanu pergi dengan semangat memasang pakaiannya sedang zevia ia mengigit jarinya bingung khawatir jika nanti ia tidak hamil ia takut akan mengecewakan Tanu apalagi setelah ia melihat besarnya antusias lelaki itu.


"Ayo.." Ajak tanu, ia memakaikan zevia mantel hangat karena diluar udara sedang dingin


"Kak kemana" Calta mengintip dari balik pintu kamarnya saat zevia dan tanu mengendap-endap berjalan


"Nah kalian mau kerumah sakit kan.. periksa kan.. hahahaha kau akan merasakan bagaimana rasanya menjadi ibu hamil" Goda calta


"Wlee.. semangat ya kak eh mom eh mami hahahaha" Calta dengan semangatnya menggoda zevia dan tanu yang tampak malu-malu senyum dikulum


"Wihh semoga kak zevia benar hamil ya.. Baby C doakan mami ze mu semoga ia benar-benar hamil biar kamu nanti ada teman bermain" Ucap calta sembari mengusap-usap perutnya lembut, ia sangat senang sekali mengusap perutnya karena setiap sentuhannya ia dapat merasakan gerakan dari dalam sana.


"3 bulan lagi kita akan bertemu sayang.. Doakan mami ya biar mami bisa mengeluarkan mu dengan baik, kita harus bekerja sama" Ucapnya lagi dengan senyum tak lekang dari wajahnya


"Kamu perempuan atau jantan sih nak.. Eh kok jantan maksud mami laki-laki.. emang ayam ya kok jantan" Ucapnya lucu memang calta sampai saat ini ia tidak tahu jenis kelamin anaknya karena setiap mereka melakukan USG baby C tidak pernah ingin menunjukkan jenis kelaminnya


Ting nong.. ting nong


Calta terdiam saat mendengar bunyi bel, Is ngapain sih pake bunyiin bel bukannya mereka membawa kunci" Kesalnya namun ia tetap enggan beranjak dari tempat tidurnya


Ting..nong..tingnong bunyi bel menjadi semakin intens dengan perasaan kesal calta mencoba bangun padahal posisinya sudah sangat nyaman


"Mereka memang menyebalkan.. Ia sabar" Teriaknya padahal orang diluar belum tentu mendengar ucapan nya dengan berjalan tertatih-tatih ia menuruni tangga dengan sangat pelan, meskipun zevia sudah menyarankannya untuk tidur dibawah mengingat sangat bahaya jika ia naik turun tangga tetapi calta tetap menjadi calta.


"Awas kalian akan ku berikan ceramah menganggu istirahat ku saja" Ucapnya kesal

__ADS_1


"Klek(bunyi pintu dibuka) Ada apa sih kak makanya kunci tuh dibawa ganggu orang aja, kakak kan tahu kondisiku dengan perut sebesar ini akan sangat bahaya jika aku turun naik tangga terus"


"Nih kun...ci..nya" Calta melotot tak percaya dengan apa yang ia lihat wajahnya tiba-tiba menjadi pucat pasi detak jantungnya menjadi tak karuan, darahnya terasa berdesir sangat deras


"Mo-mommy ayah" Ucapnya pelan


Ny.maya dan tuan albert berdiri mematung menatap calta dengan pandangan mata tak percaya melihat kondisi calta saat ini, perut buncinya terpampang nyata dan jelas terlihat dibalik baju kaos crop top yang ia kenakan menampilkan perut buncitnya


Tn.albert dan istrinya ny.maya duduk disofa menghadap calta yang sedang duduk juga menghadap mereka tapi tidak ada percakapan sedikitpun diantara mereka calta tahu wajah keduanya sedang memendam amarah jadi ia tidak ingin mengucap apapun untuk membela diri


"Dimana kalian"


Calta mendongak mencuri tatap ke arah tn.albert yang sedang menelpon seseorang dari arah pembicaraan nya sepertinya ia sedang menelpon zevia.


"Hem kami tunggu" Ucapnya lalu menutup telpon dan berjalan mendekati calta


"Ini alasanmu tidak mengunjungi kami" Ucapnya dingin, calta diam tak berani bersuara bahkan untuk sekedar menatap wajah tn.albert saja ia tidak mampu.


30 menit berlalu terdengar suara mobil datang, zevia dan tanu masuk bersamaan wajah zevia langsung menegang begitu juga dengan tanu, mereka berdua berjalan mendekati calta... Zevia duduk didekat calta dan mengusap punggung adiknya lembut


Calta memeluk zevia takut.."Kak maafkan aku, kalian menjadi kena imbasnya"Bisik calta dengan suara bindengnya


"Sudah jangan salahkan siapapun tenang saja" Bisik zevia sembari menenangkan calta


"Apa-apaan kalian ini Zevia Tanu, Calta" Tuan albert membentak ketiganya dengan marah.. Tanu dan zevia tersentak kaget begitu juga ny.maya ia dengan cepat menenangkan tn.albert


"Bisa-bisanya kalian melakukan semua ini.. Apa kalian anak yatim piatu tidak punya orang tua.. Masalah sebesar ini kalian anggap sepele" Bentak tn.albert lagi sehingga membuat ketiganya diam tak bersuara bahkan zevia yang terkenal akan keberaniannya pun bungkam


"Zevia, Calta Tanu JAWAB" Bentakan menggelegar tuan albert membuat zevia akhirnya memberanikan diri untuk bersuara ia mendongak menatap tuan albert dengan sedang berdiri berkacak pinggang menatap ketiganya


"Sifat ayah seperti inilah yang membuat kami takut untuk memberitahukan semuanya.. Kami hanya seorang anak sekuat apapun mental kami, menghadapi masalah seperti ini kami juga down kami lemah.. Bukan kami tidak menghargai ayah dan mommy tapi inilah yang kami takutkan jika ayah dan mommy tahu akan ada kemarahan seperti ini.. Saat itu kondisi calta tidak sebaik ini, ia down terluka jatuh bahkan harapan untuk hidupnya menghilang.. Disaat sedang jatuh-jatuhnya kami mengetahui bahwa ia hamil,, Iya benar itu sebuah kesalahan aku dan tanu tidak membenarkan akan perbuatan mereka tapi yang terjadi tidak bisa kami perbaiki ayah.. Bahkan saat itu... (Zevia berhenti berucap ia menatap calta yang sedang menangis sesenggukan dan kembali menatap tuan albert yang sedang diserang amarahnya) Bahkan saat itu ia sempat berpikir untuk menggugurkan kandungannya jika kalian merasa ia bersalah karena tidak menggugurkan kandungannya maka salahkan aku aku yang melarangnya melakukan itu.. Aku yang meminta ia mempertahankan bayi itu karena bayi itu tidak bersalah ia hadir karena perbuatan calta dan coel"


Ny.maya membekap mulutnya tak percaya akan yang sudah terjadi ia menatap calta yang tampak memilukan begitu juga tuan albert ia tersentak saat mendengar ucapan zevia.


"Lalu siapa yang harus disalahkan ayah mommy, baby itu tidak memiliki dosa sedikitpun jika kalian berdua tidak ingin mengambil tanggung jawab kepada baby itu biarkan aku, Tanu dan Calta yang mengambil tanggung jawab itu karena kami sudah membuat kesalahan dengan menyembunyikan semua ini tapi percayalah mom kami tidak ingin melakukan ini.. Kami didera rasa bersalah setiap kali menatap wajah kalian..."Zevia luruh ke lantai dengan pipi yang basah dengan air matanya, tanu dengan sigap menyambut zevia ia membawa zevia duduk dan menenangkan istrinya itu.


"Bersambung"

__ADS_1


__ADS_2