
Happy Reading's bub
***
"Ta-tanu ada apa ini nak?" ny.maya berdiri mematung menatap keduanya secara bergantian
"Maaf saya datang terlambat.. Seharusnya saya datang 5 tahun lalu tapi banyak hal buruk yang terjadi.. Izinkan saya menceritakan semuanya" Coel berucap dengan tetap berdiri mematung ditempatnya tidak ada yang menjawab ucapannya semua terdiam dengan isi pikiran masing-masing
"Drama" Cibir calta, zevia menoleh menatap tajam sang adik
Coel mulai bercerita pelan dibantu tanu meskipun ingatannya mulai pulih tapi bukan berarti ia mengingat semua detail cerita hidupnya 5 tahun lalu cerita saat tragedi tragis menimpanya hingga ia bertemu dengan alexa mantan kekasih sampai dengan nasib tragis menimpanya itu tuan albert dan ny.maya terdiam tak bisa berucap apa-apa sedangkan ny.sarah tetap berdiri mematung menatap putranya yang sudah terpisah darinya selama 5 tahun lamanya antara nyata dan tidak nyata
"Baik ayah, ibu sudah tahu ceritanya lalu aku akan menjelaskan kenapa dion membatalkan pernikahan kami" Ucap calta dengan suara bergetar air matanya terus menetes
"Aku mengakui aku memang salah mengambil keputusan untuk lari dari semua ini dengan menjadikan dion sebagai pelarian ku.. Jangan menyalahkan dion ayah .. Jika ada yang salah maka salahkan aku dion lelaki baik dia tidak seperti yang ayah pikirkan ku mohon.." Calta menghampiri tuan albert yang saat ini terdiam
"Ayah.. ku mohon"
Tuan albert menatap calta yang saat ini berdiri dihadapannya dengan kondisi berantakan
"Maafkan ayah nak" Tuan albert memeluk calta dengan erat
"Tidak seharusnya ayah bersikap begini.. Ayah harap kamu tidak membenci ayah karena semua sifat buruk ini.. Kamu putri ayah yang sangat kuat dan hebat.." Tuan albert mengecup puncak kepala calta dengan lembut
"Aku tau ayah melakukan semua ini karena ayah menyayangi kami" Jawab calta dengan suara serak zevia mendekati calta dan ikut memeluknya disusul ny.maya mereka berdiri berdekatan menyaksikan kehadiran anggota keluarga lama yang lama menghilang
Coel berjalan pelan menghampiri ny.sarah yang saat ini sudah berurai air mata berdiri dengan kaki bergetar
"I-ibu" Coel segera berlutut dan bersimpuh di kaki ny.sarah dengan berurai air mata juga zevia tak kuasa menyaksikan pemandangan memilukan itu
"Ma-maaf kan aku" ny.sarah berdiri tegap sembari meremas kuat baju terusannya
"Seharusnya saat itu aku tidak meminta mu pergi.. Se-semua kekacauan ini karena ku" Ucapnya lagi membuat calta menoleh menatap ny.sarah
"Ma-masa depan calta hancur karena ku.. Calta mengalami kehidupan yang sulit karena ku, kekacauan dihidupnya terjadi karena ku... Hukum aku nak hukum aku aku tidak pantas hidup"
Calta dengan pelan berjalan mendekati ny.sarah yang saat ini menangis dengan sesenggukan calta berdiri disampingnya meraih tangan ny.sarah dan menggenggamnya erat
"Mengapa ibu selalu menyalahkan diri sendiri... Aku hidup dengan keinginan ku, tidak ada yang salah ibu aku sudah menganggap ibu seperti ibuku sendiri bisakah ibu menganggap ku seperti anakmu juga.. Jangan ungkit-ungkit lagi hal lama karena seorang ibu bukan mengungkit kesalahan tapi mencintai anak-anak dengan tulus"
"Sekarang anak bungsu ibu sudah kembali... Aku tahu betapa ibu merindukan dia aku juga tau setiap malam ibu selalu menangis selama 5 tahun ini... Aku tidak pernah merasa tersakiti karena ibu justru aku sangat menyayangi mu, jadi jangan pernah merasa bersalah lagi" Ucap calta kemudian ia mencium punggung tangan ny.sarah dengan lembut
"Nak.. Sebagai permintaan maaf ibu, ibu ingin kalian kembali bersama ibu tahu kalian saling mencintai kan"
Calta terdiam ia menatap ny.maya lalu tuan albert kedua orang tuanya tersenyum tulus tidak ingin menentang keputusannya
"Keputusan kami serahkan di tanganmu.. dan ya apapun keputusan mu kami tidak akan menentangnya" Ucap zevia dan disetujui tuan albert serta ny.maya
"Ibu..." Calta menatap wajah wanita paruh baya yang selama ini selalu bersama nya
"Bukan aku tidak menghargai ibu tapi..."
Semua orang hening begitu juga coel ia tetap tertunduk diam enggan menatap calta yang saat ini berdiri didekatnya
__ADS_1
"Aku tidak bisa.."
"Kenapa" Coel tiba-tiba berucap sehingga membuat semuanya tercengang menatapnya heran
"Kamu mencintaiku kan.. ayo kita menikah memulai semuanya dengan baru dan hidup bersama anak kita" Ucap coel dengan memburu membuat calta tersenyum sinis
"Kamu masih bertanya kenapa..."
"5 tahun yang ku habiskan tidaklah mudah.. Dan aku tidak akan semudah itu untuk membuka hatiku untukmu kembali... Kamu berhak menemui charlie bagaimana pun kisah kita dia tidak tahu apa-apa dia berhak bahagia, tidak perlu menjadi pasangan hidup untuk menjadi orang tua.. " Jelas calta membuat zevia tersenyum simpul tidak menyangka perkataan sebijak itu diucapkan oleh adiknya
"Ibu maafkan aku.. Untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi permintaan ibu" Ucap calta pelan ia menatap ny.sarah dengan perasaan sedih
"Tidak sayang jangan merasa sedih.. Ibu menghargai keputusan mu nak.. Ibu senang kamu bisa menentukan pilihan mu dengan baik.." Jawab ny.sarah kemudian memeluk calta dengan lembut mengecup pipi dan kening calta dengan sayang.
Calta kembali menghampiri zevia dan memeluk sang kakak dengan cepat
"Kamu terbaik" Bisik zevia membuat calta mengangguk setuju
"Kak beritahu kak tanu.. Ibu dan lelaki itu bisa tinggal dirumah ku aku akan tinggal bersama kalian disini sampai apartemen ku sedia" Bisik calta, zevia mengangguk setuju dan menghampiri tanu menyampaikan pesan sang adik
"Terima kasih sayang.." Balas tanu
"Terima kasih.." Tanu menatap calta dan tersenyum tulus, calta mengangguk setuju lalu balas tersenyum
Meskipun terasa canggung tapi kebesaran hati calta mampu menyatukan kembali keluarga mereka.
Calta menghampiri charlie yang sedang bermain bersama gia didalam kamar mereka
"Alie ... Alie mau dengar ibu ngomong" Tanya calta pelan Charlie mengangguk setuju calta mulai duduk disamping putranya
"Alie ingat tidak waktu itu ibu bilang kalau alie punya ayah 2 satunya ayah tanu dan satunya ayah..."
"Emmm ingat ibu alie ingat.. Ibu bilang kalau alie punya 2 ayah ayah tanu dan ayah coel" Jawabnya dengan semangat membuat calta terdiam bagaimana anak usia 4 tahun setengah dapat mengingat dengan jelas
"Lalu apa ibu" Ia memegang tangan calta dengan lembut
"Hari ini ayah coel alie sudah datang" Jawab calta dengan suara bergetar
"Hah yang benar ibu... Horeee sekarang ayah alie sudah lengkap ibu dimana dia .. Apa alie boleh bertemu" Charlie dengan semangat berdiri melompat-lompat kecil
"Adekk .. adek tahu ayah nya abang sudah datang" Charlie menghampiri gia dan memeluknya semangat, karena usianya masih belum memahami apa perkataan sang kakak gia hanya bisa ikut senang meskipun tidak mengerti apa-apa
"Ayo ibu antar alie... Ibu apa nanti alie boleh memeluk ayah"
Calta menyeka air matanya pelan setiap ucapan charlie menusuk hatinya dan melukai perasaanya
"Boleh sayang dia kan ayah alie.. Alie boleh bersikap seperti saat alie bersama ayah tanu" Jelas calta dengan suara bergetar menahan air mata yang terus ingin menetes
"Sayang ibu sangat mencintaimu nak... Maaf membuatmu menunggu sangat lama sayang" Bisik calta sembari memeluk charlie dengan erat
Akhirnya calta keluar bersama gia dan charlie yang berpegangan tangan Charlie berjalan dibelakang calta semua mata tertuju menatap ketiganya
Calta membungkuk mencium kening sang putra dan membawanya mendekat dimana coel duduk sembari menatap keduanya dengan lekat
__ADS_1
"Dimana ibu... Dimana ayah alie" Ucapan charlie membuat ny.sarah dan ny.maya menangis sesenggukan apalagi setelah calta bersimpuh memangku Charlie memeluk putranya dengan semua perasaan bersalahnya
"Dia.. Di-a ayahmu nak" Calta menunjuk coel yang saat ini menatap mereka dengan mata yang basah
Mata charlie membulat sempurna saat tahu lelaki yang dimaksud sang ibu adalah orang pernah ia temui
"Mamiii... Uncle ini" Charlie berlari menghampiri zevia
"Iya sayang.. dia uncle yang waktu itu di-dia ayahmu nak" Jawab zevia pelan sembari mengusap lembut pipi gembul charlie
"Mirip" Charlie menatap wajah tanu kemudian menatap wajah coel
"Mami benar.. Mereka mirip" Lagi-lagi charlie membuat tanu tersenyum lucu akan tingkah putranya itu
"Mami ibu oma oppa nenek ayah boleh alie datang ke" Charlie menatap coel yang selalu menatapnya dengan pandangan sendu
"Boleh sayang.. boleh" Jawab mereka serentak
Charlie berlari menghampiri coel begitu juga dengan coel ia segera bersimpuh menyambut putra kecil nya
"Ayah.."
Tangisan coel pecah saat mendengar Charlie memanggilnya ayah tangisan yang begitu menyayat hati calta segera berlalu meninggalkan tempat itu tak kuasa menahan diri semua orang di ruangan itu ikut terbawa suasana akan pertemuan ayah dan anak yang terpisah begitu lama
"Mengapa ayah lama sekali datang... Ayah tahu alie selalu menunggu ayah datang" Ucap charlie dengan semangat
"Ma-maaf kan ayah nak.. Maafkan ayah sudah membuat mu menunggu begitu lama" Coel memeluk charlie dengan erat seakan-akan ia tidak ingin kehilangan setiap momen lagi
"Ayah jangan pergi lagi ya" Charlie menatap wajah coel dengan mata indahnya
"Tidak sayang.. ayah.. ayah akan selalu bersama alie" Jawab coel dengan cepat sembari mengecup setiap inci wajah putranya
"Kamu tumbuh dengan baik nak.. Maafkan ayah"
Zevia menyadari menghilangkannya calta ia berlalu berjalan mengitari rumah mencari dimana keberadaan sang adik saat melewati taman belakang zevia mendengar suara calta menangis terisak sampai sesenggukan
"Dek.." Zevia mendekati calta dan duduk didekatnya
"Kak.. Aku aku merasa sangat berdosa dengan charlie, aku bukan ibu yang baik kak" Ucap calta dengan terbata-bata
"Kenapa? Kenapa kamu berkata begitu" Tanya zevia pelan sembari mengusap punggungnya dengan lembut
"Charlie begitu merindukan ayahnya.. Seandainya coel tidak datang charlie akan hidup dalam kesedihannya kak... Kita melihat dia selalu tersenyum dan tertawa tapi ternyata ia menyimpan kerinduannya seorang diri.... Aku ibu yang jahat kak" Ucap calta dengan tangisan pilu
"Sudah sudah.. tenangkan dirimu sekarang charlie sudah memiliki orang tua yang lengkap, syukurlah tuhan masih memberikan kita kesempatan untuk membahagiakannya... Keputusan mu sudah benar dengar selanjutnya apapun keputusan mu kami akan mendukungmu..." Zevia memeluk calta dengan lembut ia mengerti dengan baik kegundahan hati sang adik
Hari itu dihabiskan dengan keluarga berkumpul menyambut coel tapi tidak dengan calta ia memilih tidak bergabung dengan mereka dan semua orang menghargai keputusannya bagaimana bisa ia dengan mudah menerima kenyataan yang menyakitkan baginya semua luka yang sengaja ia tutup dengan baik harus terkoyak lagi.
Calta menatap kotak dan amplop kecil dimeja kamarnya, calta meraihnya dengan tangan bergetar dan membuka kotak tersebut tangannya langsung bergetar hebat tangisannya kembali pecah terdengar pilu dan menyayat hati..
"Next Episode"
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰
__ADS_1