
"Kak bagaimana dengan markus" Calta menatap zevia yang kembali termenung
"Bagaimana apanya" Acuhnya
"Kak bolehkah aku memberi saran atau lebih tepatnya menyampaikan pikiran ku" Calta mengubah posisi duduk dan menghadap sang kakak
"Silahkan saja" Balas zevia malas
"Hemm menurutku apa tidak keterlaluan kakak memutuskan hubungan dengannya secara sepihak hanya karena masalah kecil" Ucap calta
"Apanya masalah kecil bagaimana jika ayah atau ibu kenapa-kenapa apa dia bisa mengembalikan semua" Balas zevia ketus
"Tapi kak menurutku kau disini salah juga" Balas calta berani
"Maksudmu salah bagaimana" Zevia menatap calta kesal
"Ya begini kak kamu tidak mengatakan apapun kepada markus tentang masalalumu atau tentang ayah dan mommy jadi bagaimana ia bisa tahu semuanya kak, menurutku kamu keterlaluan sih kak"
Zevia menatap calta sejujurnya zevia setuju-setuju saja akan perkataan sang adik.
"Bayangkan kak ia rela menanti kamu mambalas cintanya, dia dengan tulus mencintaimu dan menemanimu setidaknya berikan ia kesempatan kak" Bujuk calta kepadanya
"Entahlah calta aku sedang tidak ingin memikirkan hal itu, aku ingin tidur" Kilah zevia dengan cepat masuk
"Tidur hei kak ini baru jam 8 malam.." Kesal calta sebab zevia meninggalkan nya begitu saja sedangkan ia masih ingin bergosip.
"Kak..." Calta mengikuti zevia namun sang kakak lebih cepat menutup pintu dan membuat calta semakin kesal.
Zevia merebahkan dirinya dikasur sembari memikirkan apa yang dikatakan calta tadi akhirnya zevia memilih untuk mengesampingkan egonya dan kali ini ia mengikuti saran sang adik untuk menghampiri markus dan berbincang dengannya.
"Kak kemana" Calta yang ternyata belum tidur mengetahui zevia pergi ia dengan bergegas menyusul zevia.
"Aku ikut" Ucapnya dengan langsung memasuki mobil
"Eh ngapain ikut dah kamu tidur aja ah lagi pula ini udah malam atau telponan dengan kekasihmu" Kesal zevia
"Tidak.. tidak aku bisa menelponnya nanti sekarang aku ingin ikut aku ingin ikut pokoknya ikut" Kekehnya semakin meringkuk didalam mobil zevia hanya bisa kesal namun ia tak kuasa memarahi adik kesayangannya itu.
"By the way kita akan kemana kak" Calta menatap fokus didepan
"Menemui markus" Ketus zevia
"Hah benarkah nah gitu dong saran adikmu ini kan baik ja..."
"Diamlah atau aku akan menurunkan mu disembarang tempat" Ucap Zevia memotong perkataan calta
Calta mengangguk setuju dan memberikan dua jempol kepada adiknya itu mereka menuju markas TN* siapa tau markus sedang piket malam namun perjalanan mereka sia-sia karena markus sedang tidak bertugas karena mendapatkan teguran dan skors tugas selama seminggu
"Apa yang terjadi kak kenapa kak markus diskors kerja" Heran calta sedang zevia ia hanya bisa terdiam mengingat kejadian hari itu.
"Kak ada apa" Calta kesal sebab zevia mengacuhkannya
__ADS_1
"Adalah kejadian waktu itu mungkin itu sebabnya" balas zevia acuh namun sejujurnya ia khawatir dengan markus
"Kejadian apa kak kamu tidak ceritakan apa-apa" kesal calta ia memasang wajah cemberut
"Kak ayolah cerita"
"Kak..."
"k"
"Sekali lagi kamu berbicara aku akan benar-benar menurunkanmu disini" Zevia mengurangi laju mobil ditempat gelap
"I-iya tapi nanti cerita ya" Bisiknya membuat zevia hanya bisa memutarkan bola matanya pasrah dengan sifat sang adik
Akhirnya mereka tiba di kost-kostan tempat Markus tinggal masih satu komplek dengan markas besar TN* jadi tidak membuat mereka pergi jauh
"Kamu tunggu disini, ini urasan pribadi" Ingat zevia sebab ia menangkap gelagat sang adik akan membuntutinya.
"Hemm bawel" Balasnya malas namun saat zevia sudah jauh ia dengan pelan-pelan mengikuti sang kakak dengan mengendap-endap
"Bro lo yakin zevia bakalan diberhentikan dari rumah sakit itu, secara lo kan tau backing'an nya orang kuat semua"
"Yakin.. emang ada rumah sakit yang mau memperkerjakan seorang psikopat dan pimpinan mafia"
"gue heran sama lo bukannya lo cinta sama dia kok lo tega nyebarin gosip itu"
"Cinta siapa yang cinta sama cewek begitu, gak ada yang spesial dari dia ya gue mau sama dia soalnya gue yakin jika bokap nyokapnya mati ya otomatis semua harta akan jatuh ke tangan dia dong dan gue bisa kaya men"
"Iyalah betul, dan setelah menikahi zevia gue akan alihkan semua aset atas nama gue ya lo kan tau siapa sih yang mau sama cewek model begitu kalau gak kepincut hartanya.."
Zevia membuka pintu dengan pelan dan bertepuk tangan membuat Markus dan temannya yang sedang berbincang terperanjat kaget serta salah tingkah sebab orang yang mereka bicarakan mendengarkan semua ucapan mereka.
"Sa-sayang kok.. Kok kamu ada disini" Markus dengan cepat menghampiri zevia namun saat melihat tatapan mata zevia yang begitu tajam ia menghentikan langkahnya
"Keputusan ku ternyata benar untuk tidak memilihmu menjadi pendamping hidupku kali ini aku benar-benar tidak ingin terlibat apa-apa lagi denganmu" Ucap zevia penuh penekanan dan pergi namun saat ia ingin keluar ternyata calta sudah berdiri dibelakangnya dengan tatapan penuh amarah.
"Ayo pergi" Ajak Zevia
"Hemm mari tapi kau duluan saja kak aku ada urusan sedikit" Ucap calta enggan berdebat dengan sang adik zevia mengangguk setuju ia berjalan duluan menuju mobil
"Baiklah sekarang urusan kita" Calta menutup pintu kost markus
"Apa-apaan ini mau apa kamu.. aku bisa jelaskan" Ucap Markus saat calta menghampirinya
"Bro gue duluan ya" Bahkan teman ngobrol markus pergi meninggalkan ia sendiri bersama calta
"Mau apa kamu, jangan macam-macam aku punya senjata, aku ini anggota TN* aku bisa menjebloskan mu dipenjara"
"Aku hanya ingin memberikan mu sedikit pelajaran sebab sudah memanfaatkan kakak ku yang berharga" Sebuah pukulan berhasil mendarat diulu hati markus dan membuatnya langsung meringkuk kesakitan.
"Sekali lagi" Calta melayangkan sebuah tinju mentah dipipi kanan markus serta menendang perutnya lagi
__ADS_1
"Silahkan lapor aku jika kau ingin kehilangan pekerjaan" Ucap calta dingin
"Apa maksudmu.. tentu aku akan melapor mu atas tindakan mu ini" Ancam markus
"Hem aku juga akan membocorkan rahasiamu" Ejek calta
"Rahasia apa" Ucap markus kebingungan
"Iya rahasia tentang kristal haram mu itu.. Aku dan kakak ku tahu soal itu sudah lama sebenarnya kau masuk dalam target sejujurnya aku dan kakak ingin membantumu tapi ya sudah kali ini kau yang akan membusuk dipenjara bukan hanya kehilangan pekerjaan lagi ya kakak ipar ups bukan tidak lagi menjadi kakak ipar" Ejek calta ia melenggang keluar dari kostan markus dengan senyum mengejek diwajahnya
"Kau tidak membunuhnya kan" Zevia mengikut langkah calta
"Loh kak ku kira kamu ada didalam mobil" Calta kembali menuju zevia dan menyamakan langkahnya serta menggandeng hangat tangan sang kakak
"bagaimana aku bisa meninggalkan mu sendiri bersama bajingan itu tapi ya ku tahu kemampuan mu tak pernah menurun bahkan kau sepertinya percis ayah Zoy yang diam-diam mematikan" Bisik batin zevia sembari mencuri-curi pandang kepada sang adik yang terus tersenyum puas.
"Ah kak kau berhutang cerita dengan ku" Ingat Calta
"Tidak aku tidak berhutang apa-apa" Acuh zevia
"Ada tadi kau bilang ingin cerita" Kesal calta
"Tidak ada tuh" Kekeh zevi
"Ada kak ada ada ada ada tadi kamu bilang ingin cerita..."
"Iya-iya nanti dirumah"
"Janji"
"hm"
"Janji dulu"
"hm"
"Isss seperti kakak akan menipuku"
"Apa.. aku tidak" Zevia tersenyum kalah dengan perdebatan mereka
"Tuh kak kakak senyum berarti benar kau akan menipuku"
"Mana ada siapa yang senyum"
"Ada itu tadi"
"Gak kamu salah liat"
"Heh mataku bulat gini masa salah liat"
Perdebatan keduanya tak berakhir begitu saja bahkan setiba dirumah calta tetap mengikuti kemana zevia pergi untuk menagih janji sampai-sampai ny.Maya hanya bisa geleng-geleng pasrah akan sifat keduanya yang seperti anak-anak sedangkan tuan Albert malam ini tak terlihat ikut berkumpul bersama-sama.
__ADS_1