
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰
Happy Reading's bub
***
"Maafkan kami" Lirih zevia disela tangisnya
membuat tuan albert tak bisa berkata apa-apa lagi, dengan perasaan campur aduk ia memilih pergi.. Calta berdiri mencoba mengejar tuan albert namun ny.maya mencegah calta
"Ayah, ayah maafkan aku... Mom jangan halangi aku mommy lepaskan.. Ayahhhh maafkan aku ayah" Calta terus menangis sembari memanggil tuan albert namun lelaki paruh baya itu tetap berjalan pergi
"Calta maafkan mommy nak.. Mommy percaya dengan yang kalian katakan tapi ayahmu mungkin ia perlu waktu" Tenang ny.maya, zevia juga ikut menenangkan calta yang terus menangis meratapi amarah tuan albert
"Mom maafkan aku.. aku tahu aku salah tapi jangan menghukum ku seperti ini" Isaknya ny.maya memeluk calta dengan penuh kasih sayang mengecup puncak kepalanya
"Mommy yang akan bicara dengan ayahmu.. Tenang saja saat ini ia sedang emosi sebaiknya kamu istirahatlah mommy akan mengurus semuanya" Saran ny.maya kepada calta
"Apa mommy tidak membenciku" lirihnya didalam pelukan ny.maya
"Tidak sayang tidak.. Mommy tidak pernah membenci anak-anak mommy, justru mommy sangat menyayangi kalian semua.. Tenang saja ya, Zevia jaga diri kalian sayang mommy harus menyusul ayahmu" Ucap ny.maya sembari berjalan pergi.. Calta yang terus menangis terisak membuat zevia dan tanu menjadi khawatir apalagi saat ini kondisinya sedang hamil besar.
"Tenanglah kamu seperti tidak tahu ayah saja.. Dia tidak marah hanya saja ia syok" Tenang zevia
__ADS_1
"Syok itu lebih parah dari marah kak" Balasnya sembari terus menangis, zevia terdiam menatap tanu
"Oiya kak bagaimana hasil pemeriksaan mu apakah ada bayinya" Ucapnya lagi namun dengan air mata yang terus mengalir dan suara sesenggukan
"Cih kau ini bisa-bisanya sempat bertanya seperti ini.." Kesal zevia
"Aku tidak akan berhenti menangis jika kamu tidak menjawabnya kak" Calta terus merengek kepada zevia, yang tadinya zevia merasa iba kini malah merasa kesal dengan tingkah adiknya itu
"Kak.. ayo jawab huaaaaa kakak jahat.. Tidak ayah sekarang kalian pun memperlakukan ku seperti ini... Kak... kak ja..."
"Iya ada" Kesal zevia spontan namun ia segera menutup mulutnya, tangisan calta seketika berhenti.. ia menatap zevia dengan tatapan menggoda.. Tanu dan zevia saling bertukar pandang
"Kenapa dia" Bisik tanu
"Ah...hahahaha kan apa ku bilang didalam sana pasti ada bayi... Baby benarkan apa kata mommy disana ada baby juga kamu bakalan punya adik babi C"
Zevia dan tanu heran dengan sikap calta padahal tadi ia terlihat sangat sedih dan terpukul namun kini bisa-bisanya ia tertawa dan tersenyum lepas sembari mengusap-usap perutnya
"Calta kamu baik-baik saja kan" Tanu mencoba memeriksa nya dan mengecek suhu tubuhnya menempelkan telapak tangan di dahi calta
"Ck tentu... aku baik-baik saja" Balasnya dengan senyum lebar
"Tadi.. kamu terlihat" Zevia menatapnya
__ADS_1
"Kamu pura-pura ya" Teriak zevia kesal dan marah
"Enak aja.. Aku tidak pernah pura-pura kak tadi memang aku merasa takut dan sedih menghadapi mommy dan ayah tapi setelah mendengar mommy tidak membenciku aku sekarang merasa baik-baik saja.. Keadaan hidupku mengajarkan ku untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan, waktu kecil aku kehilangan ibu saat ia melahirkan ku, kemudian aku kehilangan ayah.. Ingatkan waktu itu hidup kita sangat menderita tangisan menemani kita setiap malamnya, lalu aku kehilangan coel lelaki yang sangat aku cintai dan ia meninggal tanda cinta ini untukku (mengelus perutnya).. Derita selalu merenggut kebahagiaan ku tapi mulai sekarang aku yang akan merenggut kebahagian itu dari penderitaan... Aku menjadi kuat karena mu kak" Calta mendekat ke arah zevia dan memeluknya
"Kamu selalu mengajarkan ku untuk tetap kuat dan menjadi diri sendiri dalam kondisi apapun, bahkan sampai kamu sudah menikah kamu tetap menjadi best supporter ku yang sangat aku sayang" Ucapnya sembari memeluk zevia
"Kau ini.." Zevia kehabisan kata-kata, ucapan calta sangat menyentuh hatinya
"Kamu benar, bagaimanapun kehidupanmu selanjutnya tetaplah menjadi calta yang kami kenal.. dan kami kagumi.. We love you" Ucapnya memeluk calta diikuti tanu yang memeluk zevia dan calta.
"Terima kasih kakak" Ucapnya didalam dekapan zevia dan tanu.
*
*
*
*
*
"Bersambung"
__ADS_1