
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰
Happy Reading (つ≧▽≦)つ
*
Takdir aku tidak tahu apakah takdir itu akan berjalan baik atau tidak tapi takdir ternyata dapat kita dapatkan dengan kesabaran.. lalu soal cinta apa itu cinta aku seorang perempuan yang bersikap sangat arogan, aku selalu berpikir bahwa aku bisa melakukan apapun seorang diri tapi aku lupa bahwa aku tidak bisa jatuh cinta sendiri.. Aku lupa bahwa aku tidak bisa mencintai angan, aku yang selalu jijik mendengar kata cinta dan sayang kini setiap hari aku selalu mendengar kata itu dari mulutnya bukan, bukan hanya dari mulut nya tapi dari semua sikap dan perlakuan manisnya aku tidak pernah menyangka bahwa kehidupan kini memberikan buah yang begitu manis untukku, kalian juga tidak akan pernah terpikirkan bukan bahwa aku ternyata juga butuh cinta dan bisa mencintai ha..ha..ha tentu saja aku ini manusia aku memiliki perasaan jadi janganlah kalian menggunjing ku ya... Ah kembali ke topik hangat kita ya hari itu aku tidak pernah menyangka pertemuan ku dengan markus berakhir dengan dipertemukan nya kembali aku dengan dia hari itu juga yang menjadi awal dari semua ini dan hari ini, hari yang sangat mendebarkan untukku... siapa lagi, iya dia lelaki yang sudah mengusik hatiku selama 9 tahun atau entah mungkin lebih.. Tidak ada yang spesial darinya bahkan dulu aku sangat membencinya tanpa sebab kesahajaannya dan kini berbalik aku mencintainya tanpa sebab juga ck, benar-benar konyol. Kalau kita berbicara soal markus hm tidak aku tidak tahu bagaimana nasibnya apa di pandangan kalian aku jahat menolak lelaki yang setia menungguku untuk mencintainya hey jangan konyol itu bukan cinta tapi obsesi aku tidak bisa menerima laki-laki di seperti itu untuk menjadi teman bahkan sahabat apalagi kekasih sudahlah tidak baik membicarakannya yang berlalu biarlah berlalu.
"Kak sudah siap" Calta menghampiri zevia yang sedang duduk termenung
"Wahhh kak you look so beautiful lihatlah dirimu di cermin besar itu" Calta berdiri dengan kagum melihat penampilan kakaknya yang begitu memukau
"Zevia memutar pelan tubuhnya menatap cermin besar yang sedang ada dihadapannya saat ini garis bibirnya bergerak pelan menciptakan sebuah lengkungan yang disebut senyum, senyuman yang begitu tulus manis tanpa sebuah paksaan senyuman yang dulu tidak pernah dapat orang lain saksikan kini orang-orang dapat melihat senyuman itu dengan cuma-cuma.
"Tuhan terima kasih untuk hari ini terima kasih karena sudah menulis takdir untukku.. Maafkan aku aku yang dulunya membenci takdir ini tapi kini aku bersyukur karena ternyata kehidupan ini tak selalu seburuk yang orang-orang katakan" Zevia tersenyum menatap cermin yang memantulkan bayangan dirinya.
"Kak aku tidak menyangka bahwa hari ini akan datang juga.. Terima kasih kak karena sudah menjadi zevia yang sangat manis sekarang tidak seperti dulu yang membuat siapa saja membeku saat di dekatmu" Calta memeluk pelan zevia yang sudah rapi dengan gaun putih mewah berbinar-binar dan mahkota berkilau menghiasi kepalanya
"Ku jitak kepalamu baru kamu tahu" Ucap zevia dengan berbisik
"Masih galak ternyata tapi jangan dong kak, lihat aku sudah cantik begini masa mau di pukul.. Ku harap coel juga segera melamar ku dan menikahi ku" Ucapnya dengan semangat membuat zevia hanya bisa geleng-geleng kepala
__ADS_1
"Kalian tidak mau melihat penampilan ku"
Calta : "Thor ayo tunjukan kepada mereka penampilan, jangan hanya menunjukan penampilan kak zevia dong"
Author: Iya bawel (눈‸눈)
Calta : Cepet thorr ƪ(˘⌣˘)ʃ
"Lihat cantik bukan, pasti coel akan tergoda dan berkata calta ayo menikahlah denganku... Ahh akh sungguh bahagia" Calta berjingkrak-jingkrak riang
"Calta jaga sikapmu.. Percuma gaun cantik, dandanan cantik tapi sikapmu pecicilan" Zevia kesal calta yang tidak bisa diam.
"Oh tuhan sayang jika bajumu rusak percayalah mommy tidak mengurusnya" Ucap ny.maya prustasi dengan calta yang hiperaktif membuat yang melihatnya saja lelah ¯\_ಠ_ಠ_/¯
"Ayah..." Zevia menghampiri tuan albert dan menatap wajah lelaki yang sangat ia cintai itu bulir bening menggenang di pelupuk matanya
"Kak tahan air matamu atau makeup mu akan luntur" Calta menggagalkan air mata zevia menetes dan berganti dengan rasa kesal
"Diamlah ini makeup mahal.." Kesal zevia membuat calta langsung duduk diam namun dengan senyum puas
"Jangan menangis nak, kamu terlihat sangat cantik percis seperti ibumu dahulu saat ayah menikahinya.. Terima kasih nak karena sudah berbahagia dan melupakan semuanya ayah senang kamu bisa hidup normal seperti orang lain.. Maafkan ayah atas semua yang terjadi dahulu, ayah menyesal karena telah memilih pekerjaan dan identitas itu" Sesal tn.albert
__ADS_1
"Ayaahhh.. Sudah berapa kali zevia katakan bahwa identitas ini aku sendiri yang membuatnya bukan karena ayah jadi apapun yang terjadi di masa lalu dan kini itu sebuah pilihan bukan takdir.. Doakan saja anakmu ini agar hidup bahagia selalu dengan pilihan hatiku" Zevia memeluk tn.albert dan ny.maya dengan sayang
"Kak aku tidak dipeluk" Cicit calta
"Tidak pelukan ku tidak muat" Goda zevia membuat calta menjadi kesal sendiri
*Memasuki altar pernikahan"
Zevia berjalan digandeng oleh tn.albert meskipun langkah kaki tn.albert tidak sempurna tetapi ia tetap setia membawa putrinya menuju altar suci, semua mata terpukau dengan kecantikan zevia coel yang berdiri didekat tanu terpukau dengan kecantikan calta yang begitu anggun dan manis.
"Kak lihatlah aku tidak sabar ingin melamar Calta" Bisik coel
"Nanti tunggu selesai makan siang" Goda tanu membuat coel jadi salah tingkah
Akhirnya zevia sampai juga di altar tersebut tanu mengulurkan tangannya menyambut tangan zevia yang tersenyum malu menatapnya.
"Kuserahkan putriku kepadamu, dia adalah detak jantung ku dia adalah cinta pertama ku yang tulus.. Jaga putriku dengan baik nak, aku mempercayakannya kepadamu jadilah pendamping yang baik untuknya jika suatu saat nanti sudah tidak ada cinta lagi di hatimu antarkan saja dia kembali kepada ayahnya karena cinta ayahnya tak akan pernah habis untuknya.. Pergilah nak ayah melepaskan mu dengan bahagia" Tn.Albert berucap dengan suara bergetar menahan tangis tapi tak bisa dibendung air matanya menetes juga saat menyerahkan putrinya kepada tanu tamu undangan yang datang dalam lingkup keluarga dan kerabat serta kolega bisnis semuanya menangis haru menyaksikan betapa besarnya cinta seorang ayah kepada putrinya.
Acara pernikahan berjalan dengan khidmat dan tenang semua berjalan lancar sampai sumpah pernikahan diucapkan
"Saya Tanu mengambil engkau Zevia Albert sebagai istriku aku berjanji akan mencintai engkau dengan segenap hidupku dan jiwaku, mencintaimu setiap hari adalah tugasku dan memberikan kasih sayang seumur hidupku adalah kewajibanku (Note: Ini cuma karangan author ya bukan janji pernikahan yang asli) Tanu menyematkan sebuah cincin berlian langka dijari manis zevia.
"Saya Zevia Albert bersumpah akan menjadi istri yang baik untukmu Tanu, saya akan mencintai engkau sepenuh jiwa dan raga saya akan menyerahkan seluruh hidupku untukmu dan melayani engkau dengan baik dan tulus adalah kewajibanku seumur hidupku" Zevia berucap dengan suara bergetar matanya berembun saat menatap mata tanu yang kini sudah basah oleh manik bening matanya, zevia menyematkan cincin pernikahan dijari manis tanu dengan penuh kelembutan dan disambut sorak riuh seluruh yang menyaksikan hal tersebut.
__ADS_1
"Bersambung"