MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
Hidup baru eps.2


__ADS_3

Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰


Happy Reading's bub


**


"Alie ibu harus pergi nak.." Calta mencoba memberikan pengertian untuk bayi nya itu sejak pagi ia merengek dan menangis


"Alie sama mami ya nak.. nanti kita ke mall sama ade gia" Bujuk zevia mendengar mall charlie menghentikan tangisannya dan turun dari gendongan calta


"Mami janji kan.. mami tidak bohong kan" Charlie menatap zevia serius, tingkah bocah kecil itu sangat lucu membuat zevia tersenyum lebar ia menggendong charlie dan mencium pipinya


"Sejak kapan mami pernah berbohong nak" Balas zevia serius


"Emm benar mami memang terbaik.." Ucapnya dengan semangat


"Jadi ibu boleh pergi nak" Tanya calta khawatir kalau-kalau charlie kembali menangis


"Boleh ibu maafin alie ya sudah nakal" Ia menatap calta dan masih dalam gendongan zevia


"Kamu yakin berangkat hari ini.. kan pembukaan nya besok" Tanya zevia ia melihat koper calta yang sudah siap


"Iya kak jika aku berangkat besok aku akan kelelahan dijalan.. Kaka tau kan tiket pesawat ke bali itu sekarang sedang ada promo" Jawabnya serius, zevia terbelalak mendengar alasan calta


"Hanya karena tiket sedang promo.. Dasar pelit" Cibir zevia


"Biarin yang penting bisa ke bali.." Balasnya acuh, siapa yang akan mengantarkan ku ke bandara kak" Tanya calta karena tanu sudah pergi sejak tadi


"Sama-sama dengan ayah dan mommy saja mereka bertiga hari ini ada jadwal cek up" Saran zevia yang kini sudah duduk disofa sembari ngemong charlie yang menjadi manja


"Oke baiklah"


Setelah semua selesai mereka berangkat tinggallah zevia seorang diri dengan ditemani asisten rumah tangga serta Charlie dan gia yang sedang tidur siang zevia duduk disofa sembari mengecek jadwal pasiennya


Tok..tok


"Bude ada tamu.." Zevia memanggil asisten rumah tangganya yang selalu ia panggil bude tapi tidak ada jawaban dari wanita paruh baya itu


"Bude.." Zevia menoleh mencari keberadaan bude tapi tidak ada suara ketokan pintu masih berbunyi dengan malas zevia meninggalkan pekerjaannya dan membuka pintu

__ADS_1


"Iya..."


Zevia mematung menatap lelaki yang kini ada dihadapannya wajahnya sangat familiar bahkan sangat ia kenali dengan baik


"Permisi.. Dengan dokter zevia"


"Ya.." Zevia membuyarkan lamunannya entah mengapa lelaki itu seperti tidak pernah mengenalnya bahkan menyapanya seperti orang asing yang baru pertama bertemu


"I-iya saya zevia ada apa?" Zevia tidak ingin membuka percakapan ia menjawab dengan tepat tapi lelaki itu tetap saja seolah mereka bukan siapa-siapa dan mereka adalah orang asing


"Perkenalkan saya Frans.." Iya mengularkan tangannya untuk berjabat dengan zevia dengan ragu zevia membalas jabatan tangannya pelan sembari menyebutkan namanya "Zevia"


"Anda pasti bingung bagaimana saya bisa mengenal anda" Ucapnya lagi dengan senyum diwajahnya zevia menatapnya heran dan menggelengkan kepala


"Boleh saya masuk" Tanya nya


"Oh sorry.. kita bicara ditaman saja karena anak-anak saya sedang tidur" Zevia menatap wajahnya heran ia mengangguk setuju dan mengikuti langkah kaki zevia yang membawanya ke taman samping rumah


"Silahkan.." Zevia mempersilahkannya duduk namun tingkah lakunya bukan seperti orang yang zevia kenal dahulu


"Saya langsung to the points saja boleh" Tanya sembari menatap zevia


"Mungkin anda tidak mengenal saya.. tapi saya mengenal anda bahkan sejak lama" Sarkasnya membuat zevia menatapnya serius detak jantung zevia menjadi berpacu seorang diri


"anda mengenal saya..." Zevia mendekatkan wajahnya dengan lelaki yang bernama Frans itu


"Jadi kamu benar co.."


"Saya adalah orang yang ada selamatkan 5 tahun lalu" Jawabnya belum sempat zevia menuntaskan ucapannya


"Maksudnya" Zevia kembali kebingungan ia menggaruk tekuknya


"5 tahun lalu saya hampir saja meninggal karena kekurangan darah sata operasi tapi anda menyumbangkan darah anda kepada saya.. sejak saat itu saya merasa memiliki utang budi kepada anda.. Setelah saya sadar dari koma 6 bulan saya diberitahukan oleh mertua saya bahwa anda lah yang sudah membantu mendonorkan darah anda" Jelasnya dengan perlahan


"Apa mertua.. maksudmu em maksud anda jadi.." Zevia semakin dibuat kebingungan dan penasaran siapa sosok didepannya saat ini


"Iya.. sudah" Ia menunjukan cincin dijari manis tangan kanannya hal tersebut membuat zevia menarik nafasnya dalam-dalam lalu menetralkan suasana hatinya


"Maaf sudah menganggu waktu anda" Ucapnya lagi dengan senyum kecil dibibirnya

__ADS_1


"Tidak masalah.. jadi anda mencari saya hanya untuk berterima kasih" Tanya zevia dengan wajah penuh tanda tanya


"Ya.. saya sudah mencari anda di alamat anda sebelumnya tetapi saya dengar anda sudah lama pindah.. Kemudian.." Belum selesai ia melanjutkan pembicaraannya Charlie tiba-tiba keluar dari pintu dengan wajah sudah basah dengan air mata memanggil-manggil zevia


"Astaga maafkan saya sudah mengambil waktu anda begitu banyak" Ucapnya saat zevia segera berdiri dan menghampiri charlie


"Maafin mami ya nak.." Tenang zevia sembari menggendong charlie yang masih sesenggukan


"Tidak masalah tuan ..." Zevia menggantung ucapannya karena mencoba mengingat namanya kembali sebab zevia selalu terlintas wajah coel saat menatapnya


"Frans.." Jelasnya lagi zevia mengangguk mengerti


"Siapa dia mami" Charlie menghentikan tangisannya saat tahu ada orang asing bersama ibunya, charlie dengan reflek menengok dan menatap lelaki tersebut dengan perlahan pandangan keduanya bertemu dan terkunci charlie terdiam bocah kecil itu menggenggam erat kancing baju zevia


"Kenapa sayang.. Paman itu baik kok" Zevia mengusap rambut lebat charlie dengan lembut menenangkannya


"Ayah.." Charlie dengan spontan memanggilnya ayah wajah zevia memucat zevia memeluk charlie dengan erat air matanya sudah tak terbendung lagi namun tidak etis rasanya jika ia menangis dihadapan frans lelaki itu.


"Maafkan anak saya tuan, dia memang sering merindukan ayahnya karena ayahnya jarang dirumah" Jelas zevia dengan jantung berdetak kencang


"Tidak apa-apa nyonya... Dia sangat manis" Respon frans tak terduga ia menatap charlie lekat wajah nya menjadi merah padam.


"Saya permisi nyonya.. terima kasih untuk semuanya dan waktunya" Frans pergi dengan langkah cepat


"Ayah tunggu.." Charlie ingin mengejarnya tetapi zevia dengan cepat menghentikannya


"Mami itu ayahkan" Charlie menatap wajah zevia, zevia tersenyum kikuk memang wajah tersebut mirip dengan tanu tidak salah jika charlie memanggilnya ayah


"Ayo masuk kita siap-siap ke mall.. adek gia sudah bangun" Zevia membawa charlie masuk sesekali ia menengok mencari lelaki tadi tapi ia sudah menghilang di balik tembok


"Lama banget sih.. panas capek tahu" Seorang wanita dengan penampilan modis barang serba branded dan tubuh langsing semampai berdecak kesal didalam mobil


"Eh sayang.. gimana ketemu gak" Ia dengan cepat mengubah mimik wajahnya memasang senyuman terbaiknya saat lelaki bernama frans keluar dari gerbang rumah zevia dan masuk ke mobil


"Loh sayang kenapa" Ia dengan lemah lembutnya menatap frans dan menyentuh tangan lelaki tampan itu namun reaksi frans sungguh tak terduga ia dengan kasar menepis tangan wanita tersebut dan menatapnya dengan marah


"Berapa kali aku peringatkan jangan pernah menyentuhku" Bentaknya membuat wanita itu langsung kicep dan ketakutan tanpa banyak kata ia menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Next Episode"

__ADS_1


__ADS_2