
"Maaf jadi merepotkan" Ucap zevia membuka suara saat dalam perjalanan
"Tidak apa-apa" balas tanu sembari tersenyum
Tanpa terasa zevia sudah tiba dirumah sakit waktu terasa singkat
"Silahkan" Tanu membukakan pintu mobil untuknya
"Repot-repot" balas zevia malu
"Oh jadi ini alasanmu tidak mau menikah denganku" Markus tiba-tiba sudah ada dan berdiri didekat Zevia
"Vi" Zevia mengatakan kepada tanu untuk tak menghiraukan nya
"Zevia jelaskan siapa dia" Ucap markus kesal membentak zevia dan menarik lengannya dengan kasar tanu yang menyaksikan hal tersebut berusaha melindungi zevia namun malah mendapatkan sebuah pukulan dari markus orang-orang yang ada halaman parkir rumah sakit semua terdiam dan pandangan mereka tertuju kepada mereka
"markus apa-apaan ini kita sudah tidak memiliki hubungan apapun" Tegas zevia
"Tapi aku tidak mau" kekehnya
"Sudah aku tidak ingin berdebat disini" Zevia melangkahkan kaki masuk
"Dasar perempuan murahan pelac*r j*lang kamu zevia" mendengarkan hal tersebut zevia menghentikan langkah kakinya geram namun saat ia menoleh ternyata markus sudah diposisi tengkurap dengan posisi tangan terkunci oleh tanu
"Sakit brengs*k lepaskan saya kamu tidak tahu siapa saya" teriaknya
"Anda sudah membuat keributan ditempat ini anda sebagai seorang abdi negara tidak seharusnya bersifat seperti ini anda akan mendapatkan ganjaran untuk hal ini dan saya tidak akan membiarkan anda mengeluarkan kata-kata kotor kepada orang yang saya cintai, saya sudah mencoba relakan dia untuk anda saya hanya ingin anda mencintai dia dengan tulus bukan melukainya dan menyakitinya tapi kali ini saya tidak akan pernah melepaskan nya kembali untuk anda camkan ini Zevia adalah milik Tanu" Ucap Tanu tegas zevia yang mendengarkan hal tersebut hanya bisa terdiam tubuhnya bergetar matanya terasa panas jantungnya berdegup kencang tak karuan.
"Ayo ikut" Tanu menyeret markus dan membawanya ke markas besar TN* untuk diproses
"Dokter.. Dokter zevia"
"Iyaaa saya" Zevia terperanjat kaget dan menarik kasar nafasnya berat
"Dokter tidak apa-apa" Anita membantu zevia masuk.
"Anita berikan saya waktu 15 menit saya akan siap melakukan tugas saya" Zevia mendarat tubuhnya di sofa sembari memejamkan mata menenangkan pikiran
__ADS_1
"Oke dok memang dok kalau lagi jatuh cinta rasanya berat" Ucap Anita
"Maksudmu" Zevia menatapnya
"Sa-saya dengar kok dok apa yang si tampan itu tadi katakan" ucap anita dengan tersenyum kecil
"Si Tampan siapa" Heran zevia menatap anita
"Iss dokter itu loh laki-laki tampan tadi yang mengamankan pak Markus" Ucap anita tersenyum penuh arti
"Sudah anita hentikan senyumanmu dan pergilah siap-siap" balas zevia kesal
"Cie dokter cemburu ya" goda anita
"Anitaaaa"
"I-iya dok saya siap-siap" Anita segera pergi meninggalkan zevia sendiri
"Barusan dia bilang apa .." Zevia kembali memejamkan mencoba menetralkan suasana hatinya yang menjadi tak karuan.
Setelah 3 jam akhirnya operasi berhasil dilakukan dengan baik zevia menarik nafas lega karena setidaknya ia berhasil membantu kesulitan orang lain.
"Dok"
"hm"
"Maaf apa boleh saya bertanya" Anita menatap zevia
"Hm"
"Apa be-benar isu tersebut" Anita berucap dengan perlahan malah lebih terdengar seperti sedang berbisik
"Isu apa" Zevia keluar dari ruang ganti dan duduk di sofa ruang istirahat
"Dokter tidak tahu" Bisik anita lagi
"Tidak tahu anita dan tidak pernah tahu dan tentang isu apa itu" Zevia menatap anita tajam
__ADS_1
"I-ini dok" Anita memberikan ponselnya dan menunjukan percakapan grup sesama perawat dan pegawai dirumah sakit tersebut.
Isi percakapan tersebut mengatakan tentang soal isu bahwa zevia adalah seorang kepala pimpinan mafia kelas kakap yang dahulu merupakan milik seorang mafia berdarah dingin bernama Albert yang merupakan ayah nya beredar juga isu yang mengatakan bahwa zevia adalah juga seorang pembunuh berdarah dingin ia jugalah yang telah menjebloskan seorang saingan bisnis dari keluarganya dan membuatnya dihukum mati.
"Dokter.. dok" Anita menepuk pundak zevia yang nampak termenung membaca isi chat grup tersebut
"Dokter oke" Tanya anita penasaran
"Hm ya saya baik-baik saja.. dan ya Anita sepertinya tidak perlu menjelaskan apa-apa dan siapa saya.." Belum selesai zevia berbicara seorang pegawai rumah sakit masuk ke ruangannya dan memintanya untuk menghadap direktur rumah sakit.
"Aduhhh pasti mau bahas masalah itu.. Kasian dokter zevia padahal dia orang yang baik dan sepertinya tidak seperti seorang yang jahat wajahnya cantik dan anggun" Anita menatap kepergian zevia dengan perasaan sedih
Setelah hampir 1 jam menghadap kepala direktur rumah sakit zevia akhirnya keluar juga dari ruangan tersebut dengan wajah biasa saja wajah yang terkesan acuh, cuek dan pendiam saat berpapasan dengan sesama dokter zevia memberikan senyuman kecil dan menyapa namun bukannya mendapatkan balasan senyuman ia justru diacuhkan dan dibenci oleh orang-orang yang berkerja dirumah sakit setelah isu tersebut mencuat.
"Sepertinya benar semua orang sudah tahu isu tersebut tapi siapa yang melakukan hal ini" Batin zevia
Seminggu berlalu setelah menghadap Kepala divisi zevia ternyata mendapatkan teguran dan membuat nya sementara tidak boleh pergi bekerja sebelum isu tersebut terbukti tidak benar.
"Kakak kamu tidak bekerja" Calta menghampiri zevia yang tengah termenung
"Tidak aku tidak bisa bekerja sebelum isu tersebut terbukti tidak benar" Jawab zevia lesu
"Bagaimana kita membuktikannya kak kalau mereka saja tidak mengizinkan kita untuk membuktikan apa-apa" Kesal calta
"Sudahlah calta tidak berguna kamu menggerutu di hadapanku.. aku terpikirkan untuk pindah saja ke texas" Ucap zevia asal
"Heh jangan macam-macam kak kalau kaka ingin pindah ayo ikut aku saja ke kanada kita tinggal bersama-sama bawa ayah ibu juga" Saran calta serius
"Hem nanti kita pikirkan lagi.. Oh ya kamu kapan kembali" Zevia mengalihkan pembicaraan
"Lusa aku akan kembali ke kanada sebab aku harus menyelesaikan ujian akhir agar bisa mendapatkan gelar master ku" Balas calta dengan senyum bangganya
Pembicaraan keduanya berakhir dengan masalah pribadi dan diselingi candaan meskipun zevia masih terpikirkan nasib pekerjaannya namun demi sang adik ia rela mengesampingkan masalahnya dan membuat calta merasa bahagia berkumpul bersama-sama mereka sebelum lusa ia kembali ke luar negeri.
Tanpa mereka sadari Tn.Albert juga mendengarkan percakapan keduanya sedari awal dan hal tersebut membuatnya merasa bersalah kepada zevia yang kini karirnya sedang diambang kehancuran oleh sebab orang-orang tahu bahwa ia adalah anak dari seorang mantan mafia berdarah dingin.
"Ayah akan membantumu nak itu janji ayah maafkan ayah sudah membuatmu kesusahan selama ini" Bisik tuan albert sembari berlalu pergi dengan perasaan bersalahnya
__ADS_1
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. ๐ฅฐ
Maaf author lama updatenya soalnya author kemarin ada acara diluar kota, terima kasih sudah sedia menunggu ๐