MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
Hidup baru Eps.4


__ADS_3

Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰


Happy Reading's bub


**


"Selamat malam nona Calta QZ" Seorang lelaki dengan setelan toxedo menghampirinya senyum sumringah menghiasi bibirnya wajah blasteran nya terlihat apik dengan mata berwarna biru muda senyum manis yang membuat menjadi idola kaum hawa


"Malam tn. Marvin" Calta menjabat tangannya hangat senyum manis terlukis dibibir calta tapi senyum itu bukan senyum biasa melainkan senyuman basa basi saja


"Anda terlihat sangat mempesona malam ini" Puji Marvin saat melihat penampilan calta mengenakan dress bodycon berwarna coklat gelap dipadukan dengan bots hitam rambut panjang ikalnya digerai dibiarkan terurai indah


"Terima kasih pujiannya, tapi sayangnya saya sedang tidak ingin minum" Calta menolak gelas berisi anggur yang diberikan marvin untuknya


"Kenapa biasanya kita akan bersenang-senang bersama-sama.. Ayolah" Bujuknya, tapi calta menolak tetap dengan pendiriannya.


Lelaki tampan tersebut adalah salah satu rekan bisnis bar calta di kota pantai ini, meskipun awalnya mendapatkan tentangan dari zevia dan keluarganya tapi calta berhasil menyakinkan mereka bahwa bisnisnya ini akan sukses dan calta pun tahu dengan jelas bahwa marvin menyukainya sejak lama berbagai cara sudah lelaki dewasa itu lakukan untuk meluluhkan hatinya tapi itu semua sia-sia karena calta bukanlah orang yang mudah ditaklukkan


"Oiya calta, hari ini akan ada rekan bisnis ku baru tiba dari kanada ia akan menginvestasikan beberapa sahamnya di BAR mu ini" Jelas marvin, mendengar nama Kanada disebut calta menjadi gelisah terlebih kemarin ia secara pintas melihat coel lelaki itu.


"Kanada" Ia menatap Marvin memperjelas pendengaran nya tadi


"Ya K A N A D A" Jawabnya sembari memperjelas untuk calta


"Calta.. You oke" Marvin menyentuh pundak mulus calta dan mengambil kesempatan itu untuk berlama-lama disana


"Ya" Ia menepis tangan marvin yang sengaja ia letakan santai di bahu calta


"ah itu dia" setelah sekian lama menunggu Marvin akhirnya menunjuk seseorang yang datang berjalan menuju kearah meja mereka karena suasana Bar lampunya seperti kurang watt jadi calta tidak jelas melihat wajahnya tapi ada perasaan yang membuat hatinya terasa ngilu dan sakit


"Calta kamu baik-baik saja.. kamu sakit" Marvin memeriksa calta yang tengah memegang dadanya dan nafasnya menjadi tidak karuan


"Tidak tidak, aku baik-baik saja" Jawabnya singkat

__ADS_1


"Perkenalkan ini Frans.. Rekan bisnis ku" Marvin memperkenalkan lelaki tersebut, calta dengan ragu berdiri dan menyambut uluran tangannya namun jantungnya terasa seperti berhenti berdetak saat sorot lampu menyinari wajah frans yang sangat mirip dengan coel lelaki yang selama ini calta selalu rindukan


Calta dengan reflek menarik kembali tangannya paksa dan berdiri mematung menatap wajah tersebut


"Kamu" Calta dengan tak sengaja menaikan oktaf suaranya membuat marvin yang diam terperanjat


"Ada apa.. kalian saling kenal" Ia menatap wajah calta dan frans bergantian


"Tidak aku tidak mengenal siapapun disini selain kamu jika ada yang mengatakan ia mengenalku maka itu semua tipuannya, dan ya aku tidak suka berbisnis dengan orang yang seperti ini vin.. Tidak sopan dan profesional" ucapannya membuat calta terdiam matanya terasa panas


"Kau tidak mengenaliku" Calta menyakinkan diri bahwa mereka memang tidak kenal


ia tidak menjawab pertanyaan calta tapi dari sorot matanya mengatakan bahwa ia memang tidak mengenali calta


"Apakah kita akan menghabiskan waktu dengan saling bertatapan seperti ini tuan marvin.. Cepat minta teman mu ini tanda tangani surat kerja sama saya tidak suka ditempat ini" Ucapannya membuat hati, jiwa raga didalam tubuh calta mendidih


"Calta ayo....."


"Saya tidak ingin bekerja sama dengannya, batalkan semua nya" Calta dengan gamblangnya menolak kerja sama tersebut, marvin tersedak saliva nya sendiri seakan tak percaya akan apa yang baru saja dikatakan calta


"Lepaskan" Bentak calta kasar


"Oke oke, tenang" Marvin dengan cepat melepaskan genggaman tangannya


"Calta kamu yakin menolak kerja sama ini, 15M itu uang yang banyak.. Keuntungan mu akan berlipat ganda"


"Tidak.. Aku tidak butuh kerja sama dengan seorang bajingan" Jawab calta telak, marvin kebingungan ia menggaruk tekuknya


"Ta.."


"Tidak ada tapi tapian jika kamu ingin bekerja sama dengannya silahkan tapi aku akan melepaskan properti mu dari milikku dan kamu angkat kaki dari tempat ini" Lagi-lagi marvin dibuat tak berdaya bagaimana pun ia tahu bagi calta dirinya bukanlah apa-apa meskipun bagi wanita lain ia adalah permata tapi dimata calta ia tidak lebih dari batu kerikil


"Oke kerja samanya batal, tapi kerja sama kita tetap lanjutkan" Tanya marvin takut meskipun ia sangat menginginkan kerja sama dengan frans tapi ia tidak ingin semua kekayaannya hilang marvin mau tidak mau harus menuruti perintah calta

__ADS_1


"Ah ya marvin satu lagi..." Calta menghentikan langkah kakinya memutar tubuhnya menghadap lelaki yang saat ini masih berdiri mematung


"katakan kepada siapa namanya, Kran, lans siapa" Calta menjentikkan jarinya berkali-kali mengingat nama lelaki tadi


"Frans" Jelas marvin


"Ya Frans.. katakan bahwa seorang calta tidak suka menerima perintah dan aturan dari siapapun selain keluarga.. Jika ingin dekat dengan calta maka jadilah keluarga tapi sayang aku benci berkeluarga dengan orang asing dan seorang bajingan kecil" Setelah berucap calta melenggang pergi suara ketukan dari sol sepatunya menciptakan irama merdu, Marvin hanya bisa mendengus kesal tapi tidak ada yang bisa ia lakukan selain menuruti permintaan calta.


"Ck, pesona mu sungguh menggoda" Ucapnya sembari menatap kepergian calta yang sudah menjauh


"Gimana" Frans berdiri saat melihat marvin datang menghampirinya


"Sorry man, dia tidak ingin kerja sama apapun dengan mu... Aku sungguh-sungguh minta maaf" Marvin menatap frans pasrah


"Siapa dia, kau tahu vin tidak ada orang yang bisa menolakku selama ini tapi dia... Dia dengan mudahnya menolak dan mempermalukan ku" Frans mengeluarkan bolpoin dari saku celananya dan mulai memainkan di jarinya dengan apik


"Sekali lagi sorry man.." Marvin menyerah


"Siapa dia" Tanyanya penasaran sembari menatap marvin menanti jawaban dari pria itu


"Calta QZ, putri bungsu dari Albert Swift Pemilik perusahaan Diamond ROO... Sorry aku tidak bisa memberi info lebih" Marvin pergi setelah menjawab pertanyaan nya


"Calta.. Kau akan tau berurusan dengan siapa" Senyum licik tersirat dibibirnya langkah kaki tegap miliknya berjalan keluar dari bar tersebut


"Siapa dia, Kau memang bukan lelaki yang ku kenal dan ku nantikan selama ini tapi aku yakin itu adalah Kamu dengan semua sifat aslinya dan mulai detik ini kau akan menyesalinya... Ku pastikan kau akan menyesal coel, kau bermain-main dengan takdirku, kau merusak hidupku, masa depanku, menelantarkan anak mu.. bukan bukan lagi kini charlie hanya milikku, tidak ada lagi hak dalam dirimu untuknya ... Kau akan menyesali semua nya, seharusnya sejak dulu aku tidak pernah menangisi kepergianmu seharusnya sejak dulu aku membencimu..." Calta merebahkan kepalanya di sandaran kursi mobilnya sampai kehadiran seseorang didekat mobilnya membuat calta membuka mata


"Siapa dia" Calta mengintip dari jendelanya seorang wanita dengan style serba mini sedang berdiri didekat mobilnya karena kaca mobil miliknya gelap jadi tidak orang yang tahu jika didalam mobil itu ada pemiliknya


"Siapa dia.." Calta mengulang ucapannya lagi mencoba mengenali wanita itu tapi wajahnya tak terlihat sampai seseorang datang menghampirinya dan orang itu ada Frans lelaki yang kini akan menjadi musuh bebuyutan calta, entah apa perbincangan mereka sampai akhirnya keduanya pergi menggunakan mobil dan menjauh


"Ha..ha..ha... Miris sekali hidup mu calta, bertahun-tahun kamu menangis merindukannya, mengharapkan kehadirannya dan selalu mencintainya tapi.... Lihat apa yang kau dapatkan bajingan itu dengan santai mengatakan ia tidak mengenaliku dan dengan bahagianya dia memulai hidup baru... Sedangkan aku..... Aku terperangkap dalam kondisi ini, aku terjebak dalam kehidupan ini..." Calta tersenyum miris menatap kepergian mobil yang dikendarai frans dan wanita tadi.


"Baiklah.. Ayo calta hentikan tangisan mu, tulis takdir barumu dan hancurkan kisah lama mu itu..." Calta menyalakan mesin dan menginjak pedal gas dengan kuat sehingga mobil yang ia kendari melaju melesat memecah heningnya malam.

__ADS_1


"Next Episode"


__ADS_2