
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰
**
"Apa lagi..." Bentak zevia sembari membuka kaca mobilnya namun jantungnya seperti membeku sepersekian detik saat menatap wajah yang sedang menatapnya juga dengan senyum hangatnya
"Ka-kamu" Zevia berucap dengan bibir bergetar detak jantungnya menjadi tak karuan hatinya menjadi terasa menghangat namun juga terasa nyilu.
"Ini" Ia memberikan sebuah gelas minum beserta makanan yang tadinya zevia pesan
"Un-untuk apa" ucap zevia
"Tadi ku lihat minuman dan makanan mu tumpah karena pertengkaran sepasang kekasih" Balasnya dengan senyum nanar dibibirnya, Zevia keluar dari mobilnya seakan tak percaya saat menatap tanu yang kini berdiri tegap dihadapannya, zevia tak mampu lagi menahan rasa emosional yang membuncah didalam dadanya tak pikir panjang ia memeluk lelaki tersebut yang jauh lebih tinggi darinya.
Zevia menumpahkan rasa sedihnya didalam pelukan lelaki itu sebuah pemandangan yang sangat langka zevia gadis yang bersifat sangat dingin, cuek dan acuh hari ini menunjukan sisi lemahnya tangisan itu terdengar pilu tanu membalas pelukan zevia dengan lembut mengusap punggungnya mencoba menenangkan zevia yang masih terisak setelah hampir 5 menit zevia melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya dengan sesenggukan
"Ma'af ... Ma'afkan aku, aku tidak bermaksud aku hanya"
Belum selesai zevia menyelesaikan ucapannya tanu menariknya dan membawanya kedalam pelukan hangatnya
__ADS_1
"Tolong jangan pergi lagi.. Sumpah aku tidak bisa menyembunyikan semua ini lagi tapi ku mohon kali ini jangan menyakiti ku seperti ini jangan membunuhku zevia rasanya sangat sakit .. teramat amat sakit, rasanya sakit melihatmu memberikan perhatian kepada lelaki lain, melihatmu memberikan cinta kepadanya, aku tahu aku bukan pilihan hatimu tapi bukan sebuah dosa jika aku mencintaimu sejak pandangan pertama saat itu,, maaf aku lancang tapi sekali lagi aku katakan aku mencintaimu... Aku mencintaimu zevia"
Zevia tak bergeming didalam pelukan tanu namun air matanya terus mengalir kali ini ia tidak mampu menahan egonya lagi kali ini sepertinya hatinya berhasil menang rasa cintanya berhasil meluluhkan egonya yang begitu besar.
"Zevia maaf jika aku membuatmu merasa jijik dengan ucapan ku tapi.."
"Bisa katakan lagi" Zevia mendongak menatap tanu
"Yang mana" Tanu kebingungan mendengar perkataan zevia
"Yang tadi kamu bilang apa" Kesal zevia
"Yang terakhirnya" Kesal zevia padahal baru saja mereka mendapatkan moment terbaik zevia kesal ia membalikkan badannya membelakangi tanu
"Aku mencintaimu zevia, aku sangat sangat mencintaimu.. Meskipun ku tahu cinta ini bertepuk sebelah tangan, meskipun ku tahu cinta ini salah karena jatuh kepada orang yang telah berpunya" Ucap tanu serius zevia terdiam mendengarkan ucapan tersebut sudut bibirnya tertarik menciptakan lengkungan indah
"Terima kasih untuk cintanya.. Tapi kenapa baru sekarang kamu mengatakannya aku menunggu ucapan itu keluar dari bibirmu sudah bertahun-tahun lamanya tapi kenapa kamu menggantung cintamu" Ucap zevia kembali terisak
"Apa.. Ma-maksudmu menunggu? Apa kamu juga" Tanu membawa zevia menghadapnya menatap mata wanita itu bulir-bulir bening keluar dari pelupuk indah matanya
__ADS_1
"Begitu sulit mengucapkan ini egoku terlalu besar, aku selalu bercermin dengan diriku yang dulu diriku yang tidak butuh siapapun, diriku yang tidak butuh cinta dari siapapun.. Kehidupan kejam menghukum ku membuat hatiku sekeras batu tapi sekuat apapun aku, aku lemah tanu.. Aku lemah mencintaimu.. Kepergianmu 6 tahun lalu membuat hatiku kembali membeku tidak ada rasa yang bisa ku percaya kau meninggalkan ku tanpa pamit pergi dengan caramu dan meninggalkan ku dengan semua harapan dan rasa ini... Aku benci diriku sendiri aku benci karena aku menjadi seperti ini" Zevia luruh di pelukan tanu air matanya mengalir bersyukur saja saat itu kondisi halaman parkir sangat sepi bahkan hampir tidak ada orang satupun yang lewat jadi zevia tidak perlu canggung mengungkap rasanya.
"Maafkan aku kepergianku saat itu bukan tanpa sebab.. Kondisi ibu saat ibu sangat buruk ibu mengalami trauma mendalam membuatnya seperti orang stres berteriak bahkan juga menyakiti dirinya sendiri.. Aku pergi bukan tanpa pamit aku menitipkan pesan kepada paman ben kala itu mungkin saja saat itu paman ben tidak ingat memberitahukan mu, aku sungguh minta maaf zevia" Tanu memeluk zevia dengan penuh penyesalan seandainya saja saat itu ia tidak pergi mungkin saat ini wanita yang ada dalam pelukannya ini sudah menjadi pendamping hidupnya tapi inilah takdir.
Takdir yang memisahkan mereka namun membuat cintanya menjadi semakin kuat dan membara sehingga tidak ada siapapun yang mampu menggantikan posisi masing-masing dihati mereka, takdir juga yang mempertemukan mereka dan mempermainkan perasaan insan yang lemah.
"Aku mengerti seandainya aku diposisimu aku juga akan melakukan hal yang sama untuk ibu dan ayah.." Ucap zevia dengan penuh kasih
Tanu dan zevia pergi dari tempat itu menggunakan mobil zevia, kedua pasang kekasih yang dari awal menyaksikan drama percintaan kaku kini tersenyum puas
"Sayang..." Calta memeluk coel dengan semangat
"Kita berhasil..." Bisik coel sembari mengecup puncak kepala calta lembut
"Padahal kita udah janji tidak akan ikut campur tapi ternyata takdir berkata lain.. Sepertinya kita adalah dewa amor terbaik" Ucap calta manja
"Aku merasakan bagimana rasanya cinta tak sampai rasanya sangat menyedihkan.. Semoga mereka bisa seromantis kita ya beb" Ucap calta lagi
"Hemmm semoga ya, soalnya tahu kan kak zevia gimana" Balas coel lalu keduanya tertawa lepas membayang bagaimana kedua kakaknya yang sama-sama kaku dan dingin memadu kasih, bermesraan dan beromantis mengingat keduanya sama-sama egois dan keras kepala.
__ADS_1
"Bersambung"