MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
NS2/Cp.9


__ADS_3

"Sayang kamu akhir-akhir ini sepertinya sibuk sekali sampai-sampai bertemu saja kita sangat susah" Markus duduk dihadapan Zevia sembari menggenggam lembut telapak tangannya


"Iya jadwal ku padat, maklum aku akan mengambil cuti jadi semua pekerjaan akan ku selesaikan" Balas Zevia pelan sembari tersenyum kecil


"Oh ya kapan kalian berangkat" Tanya Markus antusias.


"Sepertinya bulan depan kenapa kok kamu sepertinya antusias banget mendengar kami akan mengunjungi Calta" Ucapan Zevia berhasil membuat Markus menjadi salah tingkah.


"Bu-bukan gitu sayang aku kan tahu kamu udah lama gak ketemu adikmu jadi aku juga merasa senang soalnya aku tau kamu sangat merindukan Calta" Markus dengan cepat membalas ucapan Zevia.


"Hemm benarkah ku harap kamu tidak merencanakan dan menyembunyikan apapun dariku" Zevia menatap tajam Markus kecurigaan nya menjadi semakin besar apakah benar markus juga ada ambil andil dalam masalah ini namun tidak bisa berbuat gegabah ia harus melangkah dengan sangat halus agar Markus tidak mengetahui bahwa ia sudah mencium gelagat yang aneh tiba-tiba ponsel Markus berbunyi dan ia menjauhkan diri dari Zevia.


"Sayang maaf ya seperti aku tidak bisa mengantar mu kembali ke rumah sakit soalnya aku ada urusan mendadak biasa masalah di lapangan' Ucap Markus.


"Ya no problem.." Balas Zevia santai


"Aku duluan ya" Markus mengecup kening Zevia sebelum ia pergi dengan tergesa-gesa.


"Siapkan mobil sekarang" Zevia berbicara melalui monitor yang ada disaku bajunya.


Zevia memasuki Mobil yang segera melaju mengikuti Markus namun begitu apiknya ia tidak hanya membawa satu mobil melainkan puluhan mobil yang ia sebarkan demi mencari tahu kemana perginya Markus.


"Wo lewati saja mobilnya kita ke apartemen saja" Perintah Zevia


Bowo dengan lincah mendahului markus bahkan berada dihadapan mobilnya Markus namun tanpa ada yang mengetahui bahwa hampir 80% pengguna jalanan saat itu adalah orang suruhan Zevia.


"Bos arah target tidak menuju kantor" Laporan dari monitor lainnya.


"Ikuti terus" Zevia dengan santai memainkan ponselnya melacak kepergian Markus melalui GPS yang ia tempelkan di jam tangan Markus saat lelaki itu tadi menggenggam tangannya.


"Permainan dimulai" Zevia menampilkan seringai serigala nya


Setelah bermain dijalanan Zevia pergi menuju sebuah apartemen dipusat kota sebelum masuk ia merapikan pakaiannya dan menampilkan senyuman di wajah cantiknya.


"Pagi" Zevia membuka pintu apartemen tersebut.

__ADS_1


"Pagi Kak Zevia,, Ayahhh " Ucap seorang gadis muda yang usianya jauh dibawah Zevia dan berlari menghampiri Bowo seraya langsung memeluk erat lelaki tersebut.


"Bagaimana keadaan Bu Sarah" Zevia duduk di sofa sembari menatap sekeliling mencari keberadaan ibunya Tanu itu.


"Kondisi Ny.Sarah semakin membaik kak" Balas Wanita muda tersebut yang merupakan anak satu-satunya Bowo.


"Dimana dia" Heran Zevia sebab Ny.Sarah tidak ada di kamarnya.


"Sedang mandi Kak" Ucapnya pelan


"Fanya jika ada orang yang mengetuk pintu selain saya jangan pernah dibuka.. Kamu mengerti kan maksud saya" Ucap Zevia khawatir akan keselamatan keduanya.


"Kemarin" Fanya tampak sedang mengingat sesuatu.


"Kenapa ada apa" Zevia menatap wajah Fanya serius


"Kemarin ada yang mengirimkan sebuah paket kak" Jawab Fanya dengan ketakutan.


"Paket.. Paket apa?"


"I-ini kak" Fanya memberikan sebuah kotak yang masih terbungkus rapi kepada Zevia


"Bajingan siapa yang mengirimkan ini" Zevia segera membuang boneka tersebut namun filling Zevia berkata bahwa keberadaan Ny.Sarah sudah diketahui.


"Fanya nanti ayahmu akan ketempat ini ikuti apa kata ayahmu dan bawa Ny.Sarah pergi namun jika bukan ayahmu yang datang kemari jangan pernah membukakan pintu.. Maafkan saya karena sudah membuatmu dalam situasi sulit ini" Ucap Zevia penuh penyesalan saat ini ia yakin bukan hanya keselamatan kedua orang tuanya yang dalam bahaya melainkan orang-orang yang ada didekatnya.


"Baik kak aku mengerti.." Angguk Fanya paham akan maksud Zevia.


"Jaga diri baik-baik nanti ayah akan menjemputmu" Ucap Bowo khawatir kepada putri kecilnya itu.


Zevia dan Bowo segera pergi dari tempat tersebut menuju basecamp mereka untuk membahas masalah ini.


"Kali ini bukan hanya soal keselamatan Ayah dan Ibu namun keselamatan semuanya.. Saya tidak ingin ada satu orangpun yang tumbang dalam menghadapi masalah ini.." Tegas Zevia namun saat sedang memberikan titah kepada semua anak buahnya Bowo datang menghampiri Zevia dengan membawa informasi terbaru.


"Bos.. Maaf saya harus segera menyampaikan ini.." Bowo membisikan sesuatu kepada Zevia.

__ADS_1


"Kamu yakin infonya benar" Balas Zevia dingin.


"Info sudah valid bos Vino sendiri yang mengatakan nya" Tegas Bowo


"Baik antar saya ke tempat Vino" Zevia mengakhiri pertemuan hari itu, ia bejalan menuju bilik dimana Vino ditahan.


"Jangan.. jangan sakiti saya" Vino nampak ketakutan saat melihat Zevia memasuki ruangan tersebut.


"Saya.. saya sudah mengatakan semuanya jadi tolong selamatkan keluarga saya" Ucap Vino dengan tangisan pilu


"Kenapa saya harus menyelamatkan keluarga mu" Ucap Zevia dingin


" tolong selamatkan mereka atau.. atau iblis itu akan menghabisi mereka saya mohon"


Vino merangkak bersujud di kaki Zevia.


"Menjauh dariku" Zevia mendorong tubuh Vino menjauh darinya


"Tolong selamatkan mereka, Ibu adik-adikku dan ayahku.. Tolong aku mohon aku akan melakukan apapun untukmu ku mohon" Vino terus bersujud meskipun tidak lagi di kaki Zevia.


"Apa kamu dapat pastikan apa yang kamu katakan benar" Zevia melipat tangannya didepan dadanya sembari menatap tajam Vino.


"Bisa saya mengatakan semuanya ta-tapi hanya itu yang saya ta-tau" Ucap Vino dengan terbata-bata


"Baik aku akan menepati janjiku.. Bowo bawa kemari"


"Ini pergi jauh dari tempat ini pastikan kamu membawa pergi keluarga mu dalam tempo tiga hari jika lewat dari tempo tersebut saya tidak akan menjamin keselamatan mu, pergi jauh tinggalkan tempat asalmu, tinggalkan jakarta pergi merantau lah jauh uang dalam koper ini cukup untuk mu memulai hidup yang baru, memulai pekerjaan yang baru yang baik dan tidak kotor jangan ulangi kesalahan yang sama" Ucap Zevia sembari menyerahkan sebuah koper dan tiket untuk Vino.


"Be-betul kah ini.. Saya saya dibebaskan" Ucap Vino tak percaya.


"Jika saya tahu kamu mengkhianati perjanjian ini saya sendiri yang akan mematahkan lehermu.. Antarkan ia pergi sekarang" Tegas Zevia.


"Bos anda yakin melepaskan Vino begitu saja" Khawatir Bowo


"Ck kamu sepertinya tidak mengenalku dengan baik" Zevia tersenyum ngeri sembari mengetuk-ngetuk meja Bowo tidak memahami sebetulnya siapa Zevia terkadang ia terlihat sangat manis dan lembut namun terkadang juga ia terlihat sangat mengerikan dan menakutkan

__ADS_1


"Bajingan.." Kesal Zevia saat tahu bahwa benar orang yang adalah dibalik semua ini adalah orang yang berhubungan dengan masalalu.


"Sentoso lagi Sentoso lagi.. Lagi-lagi ia menjadi duri dalam kehidupan ini seharusnya aku tidak pernah lalai dalam hal ini" Zevia memijit keningnya ngilu dan pening membuat terkadang emosinya menjadi tak terkontrol dan mengharuskan ia untuk mengonsumsi obat penenang agar emosinya tetap stabil dan terjaga.


__ADS_2