MAFIA CANTIK

MAFIA CANTIK
NS2/Cp.19


__ADS_3

Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. ๐Ÿฅฐ


Selamat Reading ๐ŸŽ‰


Setelah perjalanan 2 jam akhirnya mereka tiba juga disebuah komplek perumahan yang tersusun rapi, pemandangan cantik memanjakan mata, calta segera turun mengeluarkan coper mereka dibantu zevia.


"Selamat datang dirumah keluarga cemara" Pekiknya girang sembari merentang kedua tangannya namun tidak ada yang meresponnya zevia sibuk dengan koper mereka


"Kalian sungguh tidak asik" Kesal calta


"Ya sudah kalau gitu ayo mom, yah kita balik ke Indonesia aja" Goda zevia


"Is aku bercanda kak tolong jangan terlalu serius..." Calta menghampiri zevia yang sedang merapikan koper mereka


"Aku juga bercanda, tolong jangan terlalu serius" Balas zevia dengan senyum jahil diwajahnya Tn.albert dan ny.maya hanya bisa tersenyum menyaksikan tingkah keduanya tn.albert menatap ny.maya seraya berkata tak pernah terpikirkan bahwa keluarga kita bisa bahagia kembali honey bisiknya ny.maya menyeka pelan air matanya lalu mengangguk setuju.


"Mom ayah ayo masuk bermesraan nya nanti saja" Goda calta membuat kedua orang tuanya tersipu malu


Rumah tersebut terlihat rapi zevia membawa kopernya masuk ke dalam kamarnya calta mengikuti langkahnya juga.


"Apa yang kamu lakukan?" Heran zevia karena mengetahui calta mengikutinya serta juga membawa kopernya


"hehehe aku akan tinggal sekamar denganmu..." Calta tersenyum kuda


"Tidak.. tidak bisa kamu sudah besar calta apa kamu tidak memiliki privasi sendiri" Heran zevia


"Privasi apa itu.. Kau tahu semua rahasia ku kak begitupun aku aku juga tau semua rahasiamu jadi....." Ia tersenyum penuh arti menatap zevia


"Jadi...." Zevia menatapnya kesal


"Jadi ayo tinggal bersama" Calta menerobos masuk kedalam kamar zevia membuat zevia semakin kesal


"Caltaaaaaa" Pekik zevia tak kuasa melihat tingkah polah adiknya itu


"Pah aku tidak menyangka anak kita ternyata juga seperti anak-anak lainnya" Ucap ny.maya duduk dipangkuan tn.albert

__ADS_1


"Maksudnya" Ucap tn.albert tak mengerti


"Dengar lah" Ny.maya diam sejenak terdengar suara ribut-ribut keduanya dilantai atas "Dengar kan ku kira mereka tidak akan seperti itu pah soalnya kamu tahu kan zevia anaknya agak-agak misterius begitu" Ucap tn.maya dengan wajah kebingungan tn.albert ternyata lucu mendengar ucapan sang istri lalu berkata Semua anak-anak itu memiliki tingkah polah masing-masing sayang tapi mereka memiliki sebuah kesamaan dengan anak-anak lainnya yaitu suka berdebat dan memperebutkan hal kecil.. Kamu tahu dirumah ini ada 7 kamar tapi lihatlah mereka memperebutkan 1 kamar tidur ucap tn.albert tak kuasa


"mommy..." Calta menghampiri kedua orang tuanya dengan wajah cemberut dan rambut acak-acakan


"Ada apa sayang" ny.maya tersenyum lucu seraya menatapnya


"Kakak tidak mau berbagi kamar denganku" Rengeknya seperti anak kecil


"Itu dia" Calta menunjuk zevia yang baru mau turun tapi langkahnya terhenti ditengah tangga sembari menatap calta kesal dengan wajah datar tak bersalah


"Calta dirumah ini ada banyak kamar nak" Bujuk ny.maya


"Hem betul sekali..." Setuju zevia


"Tapi aku mau sekamar denganmu kak ingat kan waktu kecil kita selalu tidur bersama" Calta masih membujuk zevia


"Tidak aku tidak ingat" Acuh zevia


"Ingat kan dulu kakak menangis saat aku tidak tidur denganmu" Calta mencoba membuat zevia luluh


"Ayah lihatlah dia sangat kejam" Calta mencoba mencari pembelaan diri


"Dijakarta saja kamu tidur sendiri tidak mati kok, disini kamu ingin tidur denganku memang aneh" Ucap zevia menghampiri mereka


"Calta jika kakak mu tidak mau jangan dipaksa sayang.. Dan zevia apa salahnya berbagi kamar atau kamu berikan saja kamar itu kepada adikmu dan kamu ke kamar lain saja" Tn.albert mencoba memberi ide.


"Hem aku setuju.. calta ambillah kamar itu" Ucap zevia dengan senyum jahilnya


"TIDAK.. AYAH AKU INGIN SEKAMAR DENGAN KAKAK BUKAN INGIN KAMARNYA" Calta semakin merajuk tn.albert dan zevia tertawa puas


"Ayah tahu pakaian dan kopernya sudah ada didalam kamar ia memaksaku untuk tidur dengannya" Ucap zevia


"Lalu apa masalahnya lagi" Heran ny.maya

__ADS_1


"Kakak tidak menjawab iya..." cicit calta membuat semuanya heran hanya karena aku tidak menjawab ia sampai terjadi drama yang menyebalkan ucap zevia berlalu keluar rumah tn.albert dan ny.maya hanya bisa menggaruk kepala tak gatal


"Kak ikut" Calta mengejar zevia yang melenggang berjalan sendirian


"Ikut terus kamu seperti bayangan yang selalu mengintaiku" Goda zevia


keduanya berjalan kaki mengelilingi kompleks perumahan itu sembari terus berbincang pelan.


"Kak" Calta memulai percakapan


"Apa Tanu tahu kakak ikut ke sini" Ucap calta serius


"Hem seperti tidak.. Kau awas kamu beritahu kepada coel" Ancam zevia


"hemm tidak penting.. Ahh itu dia" Zevia mengikuti pandangan calta zevia menjadi panik saat tahu mobil yang 'ada coel didalamnya menghampiri mereka.


"Calta kenapa coel ada disini" Kesal zevia mencoba bersembunyi tapi calta memegang erat bajunya sehingga zevia hanya bisa tertunduk kesal


"Haii sayang" Sapa calta saat coel menghampiri mereka


"Loh kak.." Coel terheran saat tahu orang yang ada didekat calta adalah zevia


"Ehemm i-iya" zevia hanya bisa bersikap acuh seolah-olah ia tidak bermasalah dengan apapun


"Apa.."


"Emm coel tolong jangan beritahu siapapun saya ada disini" Ucap zevia dengan cepat memotong perkataan coel


"Ba-baik kak" Coel hanya bisa setuju apalagi saat tahu calta memberikan kode kepadanya ketiganya berjalan ke rumah karena coel ingin pamit kepada orang tua calta ingin membawanya jalan-jalan.


"Kak mau ikut" Goda calta


"Mau ini" Zevia berbisik menunjukan tinjunya


"Is garangnya" Goda calta sembari berlari memasuki mobil coel dan pergi

__ADS_1


"Semoga coel tidak memberi tahunya" Bisik zevia dengan khawatir.


"Bersambung"


__ADS_2