
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰
Happy Reading's
**
Seminggu sudah berlalu semenjak kecelakaan yang menimpa coel kedua keluarga benar-benar terpukul dan berduka sangat dalam terutama calta dan ny.sarah pihak kepolisian sudah memastikan bahwa coel tidak akan mungkin selamat dan pencarian mereka berakhir meskipun calta memaksakan untuk terus mencari keberadaan coel akhirnya anak buah zevia dari indonesia datang bersama bowo dan lainnya dan sahabat-sahabat albert pun ikut andil dalam mencari keberadaan coel.
"Kak aku hanya ingin melihat coel aku sekarang sudah ikhlas apapun kondisinya aku akan menerima kak tap....i (Menarik nafasnya dalam-dalam) Aku hanya ingin dia ditemukan kak" Bisik calta duduk meringkuk memeluk lututnya sembari menyaksikan orang-orang mencari coel
Zevia mengangguk mengerti saat sedang menemani calta ia menerima telpon dari tanu dan memintanya untuk pulang kerumah dan membawa calta ada hal yang penting ingin ia sampaikan zevia setuju ia mengajak calta pulang meskipun awalnya calta menolak untuk pergi ke rumah coel
"Aku tidak bisa kak.. Aku tidak bisa kerumah itu" Isak calta mengingat momennya bersama coel
"Calta ini permintaan tanu dan ibu sarah.. Setidaknya dengarkan ibu sarah ayo..", Ajak zevia akhirnya calta setuju sebelum pergi ia berjalan ke tepi jurang dan berteriak pilu meminta coel untuk menunggunya dan pulanglah zevia tak kuasa menahan air matanya melihat penderitaan calta seperti ini
Setibanya didepan rumah coel calta menghentikan langkah kakinya dadanya terasa berat dan sesak biasanya lelaki itu akan selalu menunggu dan menyambutnya dan membawanya masuk
"Ayo..." Ajak zevia
"Kak aku.. aku sungguh tidak bisa" Cicit calta dengan mata basah
"Kuatkan hatimu.. Coel tidak akan suka melihatmu seperti ini" Ucap zevia menenangkannya
"Jika ia tidak suka melihatku begini mengapa ia meninggalkan ku kak" balas calta pelan namun dengan pasti melangkahkan kembali kakinya memasuki rumah tersebut, suasana sepi hening hanya ada ny.maya yang setia menemani ny.sarah dan tanu yang sedang menunggu mereka.
"Ada apa" Bisik zevia
"Duduklah dulu" Ajak tanu ia membawa zevia dan calta duduk
Calta terus menundukkan kepalanya dan air mata yang terus menetes tak henti-hentinya aroma parfum khas coel masih tercium didalam rumah itu membuat dadanya terasa makin sesak
__ADS_1
"Ini.." Coel menyerahkan sebuah kotak untuk calta ukurannya cukup besar dengan ukiran khas indonesia dan diikat pita merah
"Apa ini" Calta mengangkat kepalanya mendongak menatap tanu sembari menerima kotak tersebut
"Aku tidak tahu itu apa tapi sepertinya itu disiapkan untukmu" Balas tanu
Calta memeluk kotak itu tercium jelas aroma parfum yang selalu digunakan coel wangi yang menenangkan dan manis calta tak kuasa menahan kesedihannya dengan berderai air mata ia membuka kotak besar itu dan seketika tangisannya pecah zevia menoleh menatap calta yang menangis menatap isi kotak itu.
"Kenapa kau melakukan ini kepadaku coel....." cicit Calta pilu ia mengeluarkan gaun dan sebuah surat sebelum membuka surat itu calta menciumnya dengan erat tak ingin merusak isinya dengan air mata calta dengan pelan menghapus air matanya dan mulai membaca
***Calta Zoy Albert Swift
Maafkan aku jika aku membuat mu sedih membaca ini, maafkan aku calta aku harus pergi.. tapi tenang aku akan kembali secepatnya lihatlah gaun cantik yang ku siapkan ini, Aku ingin melihatmu memakainya dimalam pertunangan kita nanti.. Maaf aku tidak memberitahumu kalau aku akan melamarmu tapi inilah kejutanku untukmu dan ya maaf aku tidak memberitahumu aku harus pergi ke paris untuk mengambil cincin pertunangan kita aku tidak memberitahumu lagi tapi jika ku beritahu bukan kejutan namanya kalau kamu tahu... Aku ingin cepat-cepat mengikatmu karena aku merasakan bahwa kita akan terpisah jauh tapi aku tidak ingin terpisah darimu aku tidak ingin kehilanganmu.. Calta ingatlah janjiku ini aku tidak akan pernah meninggalkanmu meskipun maut memisahkan kita tapi aku akan selalu ada bersamamu disetiap hembusan nafasmu disitulah aku diam dan tinggal jaga dirimu baik-baik.. I love you so much and always you my mine***
"Calta... kamu baik-baik saja" tanya Zevia saat melihat calta yang terdiam dengan ekspresi ambigu setelah membaca surat dari coel diamnya calta membuat orang-orang takut dan khawatir
"Bagaimana aku bisa baik-baik saja kak.. Ia pergi meninggalkan janji nya ia meninggalkan ku dengan sejuta harapan bagaimana aku bisa melanjutkan hidup ku kak.. Bagaimanaaaa" Calta memeluk zevia dengan erat dan menangis didalam pelukannya
"Kenapa kau lakukan ini" tanu pergi ke kamarnya melepaskan semua duka yang ia rasakan
"Aku sangat menyayangimu.. Lihatlah duka gadis mu apa yang kau lakukan kepadanya" Tanu menangis dalam diamnya duka seorang kakak yang kehilangan adik satu-satunya dalam hidupnya dan juga sahabatnya
Zevia menyusul tanu saat melewati kamar coel zevia melihat pintu kamar tersebut terbuka sedikit entah apa yang ia rasakan rasanya ia ingin masuk kedalam kamar tersebut ada rasa penasaran dalam hatinya zevia membuka sedikit pintu kamar coel memberi celah untuknya masuk namun saat menatap sekeliling begitu syoknya zevia saat melihat sosok mirip coel sedang berdiri mematung menatapnya
Zevia terdiam tidak bisa bersuara langkah kakinya terasa berat ingin berteriak mulutnya terasa kaku tiba-tiba sosok yang menyerupai coel mendekat kearah zevia dan tersenyum kaku
"Jaga dia untukku kak.. Aku sangat mencintainya tapi maaf aku sudah tidak bisa bersama kalian lagi tolong ikhlaskan kepergianku kak"
Tanu yang sedang ada di kamarnya dengan posisi tidak jauh dari kamar coel tiba-tiba mendengar suara benda jatuh cukup kerasa dari kamar coel tanu seingatnya kamar coel tadi dikunci yang ia takutkan adalah maling dengan cepat tanu berlari menghampiri dan mencari dari mana sumber suara tadi namun langkahnya juga terhenti didepan kamar coel
"Loh kenapa pintunya terbuka, bukannya tadi sudah ku kunci" Tanu menghampiri kamar coel dan berniat memeriksanya namun alangkah terkejutnya ia saat melihat zevia sudah tersungkur dengan tak sadarkan diri
__ADS_1
Tanu dengan segera mengangkat zevia dan membawanya ke ruang tengah tempat orang-orang sedang berkumpul Calta yang tadinya masih menangis namun saat melihat tanu menggendong zevia bride style dengan kondisi zevia yang terkulai lemas calta langsung menghentikan tangisannya dan berlari menghampiri Tanu dan membantunya
"Ada apa kak, kenapa kak zevia.."
suasana rumah kembali keos dengan kondisi zevia yang tidak sadarkan diri setelah hampir 5 menit berlalu akhirnya zevia mulai tersadar ia kembali mengingat apa yang terjadi itu sungguh diluar nalar zevia bukanlah orang yang mempercayai hal-hal mistis apalagi hantu ia lebih percaya hal realistis namun kejadian tadi benar-benar nyata dan jelas diingatannya
"Vi.. Via, Sayang... Zevia sadar"
Tanu menaikan oktaf suaranya saat menyadari zevia terdiam melamun seperti orang yang sedang linglung
"Ada apa.. Kamu kenapa" Tanya tanu
"Minum dulu kak" Calta memberikan minum kepada zevia setelah kondisinya tenang zevia menatap tanu dan calta secara bergantian
"Ada apa kak" Heran calta karena zevia hanya diam saja
"Iya ada apa nak" Tanya ny.sarah diikuti ny.maya juga
"Entahlah.. Aku, aku tidak mengerti apa yang baru saja terjadi... Rasanya benar-benar dejavu" Jawab zevia sembari memijit keningnya terasa sakit
"Kak ayo cerita" Paksa calta
"Iya sayang ada apa" balas tanu
"Entahlah.. tapi tadi..." Zevia mengingat lagi apakah harus ia katakan atau tidak jika ia katakan apakah mereka akan percaya dan jika tidak dikatakan apakah akan baik-baik saja zevia terus berkutat dalam pikirannya membuat orang-orang merasa kebingungan dan penasaran.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung