
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰
Happy Reading's bub
**
Zevia membawa gia dan charlie berjalan di mall di bantu oleh pengasuh anak-anaknya sembari mendorong stroller gia zevia terus memikirkan apa yang baru saja terjadi
"Mami ayo kesitu" Charlie menarik tangan zevia karena sedang tidak dalam posisi siap zevia terhuyung hampir saja terjatuh
"Ibu tidak apa-apa" Pengasuh Gia membantunya
"Tidak.. Kamu bawa gia dan charlie masuk awasi mereka bermain saya akan menyusul" Ucap zevia sembari merapikan bajunya
"Ibu kemana" Tanya pengasuh gia saat zevia berjalan menjauh
"Saya akan membeli coffe sebentar.."
Zevia berjalan pelan mungkin karena masih bergelut dengan pikirannya zevia tanpa sengaja bertabrakan dengan seseorang
"Jalan pakai mata" Teriak wanita itu namun dengan pengucapan asing zevia mendongak menatapnya
"Maafkan saya.. saya akan mengganti minuman anda" Balas zevia dengan berbahasa inggris juga
"Tidak perlu, saya tidak butuh bantuan dari orang susah" Ucapnya dengan kasar membuat amarah zevia memuncak dengan kasar zevia menarik tangannya dan mencengkeramnya kuat
"Saya sudah minta maaf jika anda tidak ingin memaafkan itu urusan anda tapi jangan meremehkan orang yang tidak anda kenal atau anda akan menyesalinya"
Perkataan zevia berhasil membuatnya takut ia dengan paksa melepaskan cengkraman zevia dan pergi begitu saja
"Kenapa bu" Pengasuh gia dan charlie menghampiri zevia yang terlihat sedang mendumel kesal
"Tidak.. ayo kembali"
Zevia menghabiskan setengah hari dengan menemani anak-anaknya bermain dan berbelanja serta mentraktir semua pegawainya
Dilain tempat calta tengah siap-siap di bandara cuaca yang panas dan gerah membuat calta kesal sendiri karena pesawat yang jadwalnya harus terbang 30 menit lalu mengalami delay
"Lo kenapa sih" Tanya seorang lelaki yang ada disampingnya
"Panas tahu... Berapa lama lagi sih" Calta mengipas wajahnya menggunakan tangannya bulir-bulir keringat mengalir diwajahnya
"Oiya gimana jadwal kita hari ini" Calta menatap lelaki berkacamata yang saat ini ada didepannya
"Sebentar" ia mengeluarkan ipad dari tasnya dan mulai mengotak atiknya
"Hari ini tidak ada pertemuan dengan klien, hanya nanti malam kita akan pergi ke Sea Club untuk menandatangani perpindahan proferti" Jelasnya kepada calta dengan detail
__ADS_1
"Oke.. Oiya kadang aku merasa heran kenapa takdir seperti membuat kita bertemu kembali dan bekerja sama ya" Calta menopang dagunya dan menatap lelaki yang sudah 6 bulan menjadi sahabat dan rekan bisnisnya itu
"Mungkin jodoh" Jawabnya dengan menggoda
"Ihh jodoh sama kamu.. Ogah" Ejek calta dengan senyum lebar
"Kenapa gue cool gini kok" Jawabnya sembari merapikan rambutnya
"Iya cool tapi lo ngondek boo" Ucap calta gamblang bukannya marah lelaki tersebut malah tertawa gemulai
"Bodoh lo.. Gue pikir dulu lo dibully karena memang mereka hebat ternyata sekarang gue tau jawabannya" Calta kembali tertawa lepas bersama Dion.. Iya dion si kacamata teman sekelasnya dahulu waktu sekolah banyak hal yang membuat calta kebingungan apalagi saat bertemu dion dan menjalin kerja sama lalu dengan perubahan drastis dion membuatnya mati berdiri.
"Eh yuk berangkat.." Dion membawa tas dan kopernya disusul calta keduanya bercanda riang bahkan didalam pesawat pun tak membuat keduanya berhenti bercerita tanpa mereka sadari perjalan inilah yang akan menentukan takdir mereka selanjutnya.
**
"Morning Hidup ku yang malang"
Calta membuka matanya mengucek nya kasar enggan beranjak dari kasur empuk yang menjadi tempat tidur terbaiknya
"Ach kepalaku.." Calta memijit keningnya pelan, rasa mual menggelora di tenggorokan nya membuatnya terpaksa beranjak turun dari kasurnya dan berlari ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya
"Ahhh gila kemasukan apa sih aku semalam minum sampe seperti orang gila" Calta bercakap sendiri sembari membasuh wajahnya dengan air
"Say lo udah bangun" Dion tiba-tiba masuk ke kamarnya dan mendapati calta tergolek lemas di dekat closet
"Ya tuhan kenapa lo... Astaga semalam gue udah bilang stop minum lo malah kesetanan semakin menjadi-jadi" Dion dengan cekatan membantu calta membawanya kembali ke kasur menyeka keringat diwajah calta dengan lembut
"Ini gue aja gak hidup liat lo gimana mau nafsu gila" Kesal dion sembari menunjuk selangkangannya tingkahnya membuat calta merasa geli dan tertawa terbahak-bahak
Dion menatapnya iba, Senyuman dan tawa yang lo perlihatkan semuanya palsu jujur ngeliat lo begini rasanya sakit banget.. Gue gak tau seperti apa hidupmu tapi sepenggal cerita yang lo ceritakan itu sangat menyedihkan" Sarkas batin dion ia termenung menatap calta senyum miris menatap wajah calta dan membawanya kembali ke kejadian semalam.
"Yuk balik.. Lo udah mabok berat ini" Dion membujuk calta yang masih berkali-kali menenggak alkohol, tangannya berkali-kali menuangkan minuman kedalam gelasnya dan menenggak nya kembali
"Bajingan.. Sakit sakit banget hati ini hidupku sangat menyedihkan" Calta melepaskan gelasnya dan menyandarkan tubuhnya disofa menatap langit-langit bar yang dipenuhi cahaya kelap kelip
"Lo tau apa yang udah terjadi... Gue punya keluarga gue punya anak tapi ... gue kesepian yon, gue rindu dia tapi tidak ada satu orangpun yang mengerti perasaan ini" Calta memejamkan matanya air matanya jatuh membasahi pipinya hanya didalam pengaruh alkohol calta dapat meluapkan semua perasaannya.. Dion menatapnya iba tak kuasa melihat kesakitan calta, berkali-kali ia meneriaki nama coel memaki bahkan mengatakan ia mencintainya tangisannya menjadi pilu suara musik yang menggema membuatnya bisa meluapkan semua perasaannya berkali-kali juga ia memukul dadanya yang terasa sesak
"Udah... udah" Dion menghentikan nya dan memeluknya dengan tulus menenangkannya sampai saat seorang lelaki tak dikenal menghampiri mereka dan mengatakan ingin memboking calta semalam
"Bajingan kamu pikir saya *****" Bentak calta meskipun dalam kesadaran 30% ia masih mampu membentak lelaki itu dengan kasar dan menghapus air matanya
"Walaupun lo bukan ***** tapi lo bisa dipake kan gue tau lo butuh uang kan" Tanya lelaki tersebut dengan ekspresi merendahkan calta tanpa banyak kata calta dengan tiba-tiba dan cepat memberikan pukulan telak kewajah lelaki tersebut sehingga membuat hidungnya mengeluarkan darah tak terima dengan perbuatan calta ia melaporkan semuanya kepada manager bar tersebut
"Itu.. itu orangnya usir mereka dari tempat ini... Kampungan sekali mereka" Bentaknya sembari menunjuk calta yang kembali terjatuh dan tertidur setelah ia memukul lelaki tadi, sedangkan dion ia terlihat duduk santai disamping calta sembari memainkan ponselnya
"Itu.. Ya itu orangnya" Ia membawa manager menghampiri dion untuk memastikan mereka akan diusir
__ADS_1
"Sekarang lo tau kan siapa gue" Ucapnya sombong menatap rendah dion.
"Pak dion,, maaf atas ketidaknyamanan ini" Ucap manager tersebut memberi bow saat tahu ternyata orang yang dimaksud lelaki itu adalah dion
"Loh saya yang dirugikan disini.. kenapa anda yang meminta maaf dengannya" Bentaknya kasar kepada manager tersebut saat melihat bukannya diperlakukan buruk dion dan calta malah diperlakukan seperti bos ditempat itu
"Saya tidak terima..." Dengan kasar ia menarik kerah baju dion dan mencoba memukulnya namun perlakukan nya itu membuatnya terlihat seolah ingin bunuh diri ditempat itu
"Lepaskan saya... lepas " Teriaknya keras saat beberapa orang yang postur tubuh tinggi kekar menggotongnya dan melemparnya keluar dari bar dengan kasar
"Apa-apaan kalian ini, aku akan melaporkan kalian semua kepada pemilik bar ini"
"Iya apa yang ingin anda laporkan saya ingin dengar langsung" Dion berjalan keluar ditemani pengawalnya menghampiri lelaki tersebut
"Laporkan sekarang... Pemilik bar ini saat ini ada dihadapan anda" Jelas salah satu bodyguard dion
"Ja-jadi.. " ia mendongak menatap dion yang kini berdiri dengan tatapan tajam menatapnya
"Singa tidak perlu mengatakan ia jahat, maling tidak perlu mengatakan bahwa ia licik... Tapi tindakan dan perilaku itu lah yang menggambarkan sifat mereka... Anda boleh meniduri wanita mana saja.. tapi wanita itu tidak ada siapapun yang boleh menyentuhnya dan menyakitinya atau ia akan berurusan dengan ku..." Dion menghampirinya dan memberikan sebuah pukulan diwajahnya sampai membuat hidungnya patah
"Urus dia" Perintahnya lalu pergi kembali menghampiri calta yang juga dijaga oleh pengawal
"Biar kami bantu bos" Pengawalnya menawarkan bantuan
"Tidak perlu.. jangan pernah menyentuhnya tanpa seizinku atau kalian tahu sendiri akibatnya" Dion menggendong calta bridge style.
"Dion..."
"Apa babi" Dion dibuat tersentak kaget membuyarkan semua lamunannya
"Semalam..." Calta menatap lelaki dihadapan nya saat ini tatapan matanya sayu seolah ingin mencari kembali ingatan semalam
"Biasa lo mabok, trus teriak-teriak memaki si bajingan itu.. Trus seperti biasa lo buat keributan ... Untung aja tu Bar milik gue kalau orang lain yang punya udah dibanting kita keluar.. Gila lo kalau mabok kont.l dong" Jawab dion sembari menatap calta kesal
"Kontrol bod*h kalau kont.l itu punya lo" Calta menyela perkataan dion
"Iya itu.." Balas dion dengan tawa renyahnya membuat suasana yang sempat mendung menjadi kembali cerah
"Makasih .." Calta menghampiri dion dan memeluknya dengan tulus
"Gue banyak berhutang sama lo..," Ucap calta didalam pelukan dion
"Udah tau banyak utang.. ya dibayar lah" Jawab dion cuek membuat calta kembali kesal
"Udah lo keluar dari sini... nyebelin" Calta mendorong dion keluar dari kamar hotelnya dengan wajah kesal
"Becanda say.. woy gue bercanda" Teriak dion saat calta mendorongnya keluar dan mengunci pintu kamarnya
__ADS_1
"Aku benci kamu menangis.. Siapapun yang membuatmu menangis mereka akan tahu akibatnya" Ucap dion sembari menatap pintu kamar calta yang tertutup rapat ia berjalan kembali ke kamarnya dengan senyum kecil yang sangat tulus dibibirnya
"Next Episode"