
Semalaman suntuk Zevia tidak dapat memejamkan matanya ucapan calta semalam membuat nya perasaanya menjadi tidak menentu.
Calta memang memiliki hak untuk menentukan pilihan hidupnya namun bagi Zevia, Calta adalah adik kecil nya yang selalu harus ia jaga meskipun Calta memiliki kemampuan bertarung diatas rata-rata namun adiknya itu memiliki sifat mudah iba dan lugu bagaimana bisa ia melepaskan Calta untuk hidup sendiri di Negara orang tanpa dirinya.
"Kak" Calta menyentuh pundak Zevia yang nampak termenung di meja makan.
"Ada apa" Ben ikut menimpali saat melihat Zevia yang sepertinya sedang banyak pikiran.
"Tidak, saya tidak apa-apa" Ucap Zevia pelan namun Calta tahu sepertinya sang kakak sedang memikirkan ucapannya semalam.
"Emmm, setelah sarapan saya akan mengatakan sesuatu kepada Ibu Maya, Tuan Albert dan Om Ben" Ucap Calta pelan, Zevia menatapnya tajam.
"Apa maksud mu" Bisik Zevia kepada Calta namun sang adik hanya bisa tersenyum kecil.
Setelah sarapan pagi selesai mereka berkumpul diruang keluarga ada Tn.Albert, ny.Maya dan Om Ben serta Zevia dan Calta menantikan apa yang akan disampaikan Calta.
"Ada apa nak" Tn.Albert membuka pembicaraan sebab semuanya hening.
"Tuan, Ibu Maya dan Om Ben .. Qleo memutuskan untuk kembali ke Kanada" Ucap Calta sangat pelan takut melukai perasaan kedua orang tua angkatnya itu.
"Apa.. Kenapa nak.." Ny.Maya terlihat sangat khawatir mendengar keputusan Calta/Qleo.
"Sayang kita harus mendengarkan alasan Qleo dulu baru kita bertanya.." Ucap Tn.Albert
"Saya.. Saya sangat suka tinggal disini bersama kak Zevia, Ibu Maya, Tn.Albert dan Om Ben.... Tapi..........,, tapi saya tidak bisa meninggalkan Ayah sendiri disana, hanya Ayah yang Saya punya,, Ibu bahkan makamnya saja Saya tidak tahu dimana letaknya jadi saya akan menetap dan tinggal di Kanada untuk menjaga dan merawat makam Ayah serta melanjutkan Sekolah" Ucap Calta menjelaskan tanpa gangguan pertanyaan dari siapapun.
Akhirnya Tn.Albert menganggukkan kepalanya pelan tanda ia mengerti maksud dari ucapan Calta.
"Nak, sejujurnya Saya berat melepaskan mu pergi dan tinggal sendiri di Negara Orang namun Saya menghargai keputusan yang kamu buat, Dulu saya pernah meminta ayahmu berjanji kepada saya untuk menjaga kalian berdua dan ia menjalankan tugasnya dengan sangat baik sehingga kedua putri ku ini tumbuh dewasa cantik dan berhasil memberantas kejahatan Sentoso,, Sekarang saatnya saya yang akan membalas jasa ayahmu.. Saya merestui kepergian mu namun izinkan saya untuk membiayai seluruh biaya hidup dan sekolah mu, tidak apa di sana ada Black yang pasti selalu menjaga mu.. Pergilah nak Ayah merestuimu" Ucap tn.Albert dengan suara bergetar.
Calta yang mendengar penuturan tn.Albert merasa sangat terharu apalagi saat Tn.Albert menyebut dirinya sebagai Ayah untuk Calta dengan penuh isak tangis ia menghampiri Tn.Albert dan memeluk erat lelaki tua tersebut dengan penuh rasa sayang.
"Terima kasih tuan.. Terima kasih sudah merestui perjalanan saya.." Ucap Calta dengan terbata-bata.
"Tuan.. Jangan panggil saya tuan.. Saya Ayahmu kini kamu adalah putri ku adik dari anakku Kalya.. Kamu harus memanggil saya Ayah atau saya akan sangat sedih" Tn.Albert membalas pelukan Calta dengan lembut memeluk Calta ia dapat merasakan sosok Zoy yang keras kepala, baik, dan setia sungguh ia sangat merindukan sahabatnya itu.
"Ibu.." Calta menghampiri Ny.Maya yang duduk di kursi rodanya.
"Sayang.. Maafkan ibu jika ibu merasa tidak ikhlas kamu pergi.. Namun ibu akan mencoba mengikhlaskan mu sayang.. Ibu janji akan menjaga mu dari disini dan doa ibu akan memelukmu setiap malam" Ucap ny.Maya dengan deraian air mata membasahi pipinya begitu juga Calta tetesan demi tetesan air mata menghiasi wajah cantiknya.
"Baiklah paman akan menyiapkan semuanya, semoga sore ini semuanya sudah siap dan besok kamu bisa berangkat " Ucap Om Ben kepada Calta.
"Terima kasih" Balasnya sopan dan tersenyum manis kepada Om Ben berbeda dengan yang lainnya Zevia justru pergi meninggalkan ruang keluarga tadi saat ia mengetahui sang ayah mengizinkan adiknya itu kembali ke Kanada.
"Bodoh.. apa-apaan dengan mudahnya ia meninggalkan ku sendiri disini .. Dia kira dia hebat sudah bisa hidup sendiri.. Cihh Bodoh" Gerutu Zevia duduk di rerumputan taman belakang Villa tersebut.
__ADS_1
"Kak" Calta memeluknya dari belakang membuat Zevia terperanjat kaget.
"APA-APAAN SIH" bentaknya membuat Calta terdiam dan menundukkan kepalanya.
"APALAGI, SUDAH SIAPKAN BARANG-BARANG MU DAN PERGILAH" Bentak Zevia membuat Calta terdiam menahan isakan nya.
"KAMU INGIN PERGIKAN, SILAHKAN PERGI AKU TIDAK AKAN MELARANG MU LAGI" Ucapan Zevia kasar berhasil membuat air mata Calta yang sudah ia taham sedari tadi pagi untuk kakaknya itu tumpah juga.
"Kak" Lirihnya mencoba menenangkan sang kakak.
"Kamu sungguh egois Calta, setelah semuanya selesai kamu meninggalkan ku sendiri, kamu tidak berperasaan" Kini oktaf suaranya sudah turun malah kini suara tersebut terdengar bergetar seperti menahan sesuatu.
"Kak aku minta maaf" Ucap Calta memeluk erat Zevia tidak ada penolakan darinya.
"Kakak harus tinggal disini ayah dan ibu memerlukan kamu untuk mempercepat pemulihan mereka,, Aku tidak meninggalkan mu kak kita hanya berbeda negara kita masih bisa berkomunikasi sekarang serba canggih kita bisa berjumpa lewat udara" Ucap Calta.
"Memangnya kita burung " Zevia membalas ucapan sang adik.
"Hah, bukan itu maksudnya" Calta tertawa ngakak mendengar ucapan sang kakak yang menurutnya aneh.
"Iya aku tau maksudmu.. Tapi apa kamu baik-baik saja tinggal sendiri" Khawatir Zevia.
"Tentu saja kak, usia kita hanya beda 1 tahun ya bukan berarti aku anak kecil.. Disana kan ada paman Black lagi pula aku disana untuk melanjutkan sekolah kak,, Aku akan sering-sering pulang kok janji deh" Calta terus mencoba meyakinkan sang kakak sebab bagi nya jika tidak mendapatkan restu untuk semua perjalanan itu adalah sebuah malapetaka besar.
"Kak" Calta menatap Zevia memohon.
"Apa,, terima..."
"Ada syaratnya" Zevia dengan cepat memotong ucapan Calta.
"Apa.." Antusias Calta sangat besar
"Kamu tidak boleh berbuat yang macam-macam, pergaulan mu harus dijaga dengan baik.. Dan jangan coba-coba membuat ku malu,, jika aku tahu kamu melakukan hal yang macam-macam aku akan menyusul mu disana dan memberikan mu pelajaran dengan tanganku sendiri" Ucap Zevia tidak main-main.
"Baik lah kakak ku sayang" Calta tahu sifat sang kakak jadi ia dengan sebaik mungkin harus menjaga kepercayaan Zevia.
"Kapan-kapan kakak harus mengunjungi ku yaa"
"Yaa kalau aku tidak sibuk"
"Iss kalau untuk adikmu tidak ada kata sibuk"
"Kata siapa"
"Kataku lah masa kata tanu"
__ADS_1
"Heh kamu"
"He..he.. yaa maaf"
"Kak"
"Yaa"
"Apa kamu tidak merindukan tanu"
"Apa-apaan sih, ku gorok lehermu nanti"
"Kangen ya"
"Calta"
"Iya."
"Jangan mengolok ku, aku kakak mu"
"Ha..ha..ha cie yang kangen"
"Aduhh.. sakit kak awww ibu ayah... aduh aduh ampun kak aww.."
"Awas kamu sebut namanya lagi"
"Nama siapa"
"Yaa namanya"
"TANU yaaa"
"Calta.. tunggu kamu kurang ajar sekali... Caltaaa kemari .... Calllttaaaaaaaa"
*
Hari itu ditutup dengan kebahagiaan keluarga Tn.Albert yaa tentu mereka harus bahagia. 17 tahun semua penderitaan yang mereka alami apa mereka tidak berhak bahagia.. Yaa harus mereka bahagia
Sentoso yaa nasibnya harus mendekam dipenjara dengan hukuman mati tidak ada yang bisa menjamin nya semua orang membencinya termasuk dirinya sendiri,, Keegoisannya membuat ia hidup dalam lembah kekelaman, emosi menguasai hatinya.. Seandainya ia bisa berdamai dengan dirinya sendiri ia pasti bisa bahagia hidup bersama keluarganya namun ia keras kepala dan akhirnya sifat keras kepala nya jua lah yang menuntun nya kedalam kehancuran.
Season pertama sudah Tamat..
Nantikan kembali lanjutan dari Novel ini di season keduanya,, bukan lagi membahas tentang Sentoso,, lalu apalagi.. itu adalag kejutan :)
Berikan author waktu dulu yaa untuk membuat dan mendapatkan alur cerita yang lebih menarik.. Terima kasih untuk antusias kalian semua.. Sampai jumpa beberapa minggu lagi ๐ฅฐโฅ๏ธ
__ADS_1
Salam sayang dari semua Pemeran Novel Mafia Cantik ๐๐ Love You All