
"Zevia kamu baik-baik saja" Markus melirik Zevia yang nampak terdiam maafkan aku pasti kamu sangat-sangat trauma akan hal ini ucap Markus merasa bersalah.
"Aku baik-baik saja" Balas Zevia pelan
"Tapi siapa orang-orang itu" Tanya Markus
"Mereka sepertinya anak buahnya Quen" Jawab Zevia singkat
"Bukan.. Bukan itu maksud ku siapa orang-orang yang membantumu itu dan apa maksud mereka memanggilmu Bos" Ucap Markus memberi tanda kutip pada kata Bos.
"Aku tidak tahu harus menjelaskan apa kepadamu Markus tapi ku mohon jangan berikan aku pertanyaan seperti itu" Ucap Zevia tegas, membuat Markus terdiam saat mendengar nada bicara Zevia seperti ia salah mengira bahwa zevia akan bersifat melunak dengannya setelah melewati tahun pertahun bersamanya namun ia salah zevia tetaplah zevia dengan sifat acuh, dingin dan cueknya tidak pernah ingin berbagi cerita tentang dirinya dengannya.
"Sorry" Ucap Zevia merasa bersalah.
"Hemm tidak masalah aku akan mengantarkan mu pulang" Saran Markus.
"No no jangan jangan kerumah" Zevia dengan cepat menolak.
"Kenapa? Ayah dan ibumu pasti sangat khawatir denganmu" Perkataan Markus berhasil membuat Zevia terdiam ia menatap lelaki tersebut penuh tanda tanya.
"Markus stop disini hentikan mobilnya"
"Kenapa sayang aku tahu kamu masih syok tenangkan diri aja ya" Saran Markus
"HENTIKAN MOBILNYA" Akhirnya Zevia dengan lantang mengeluarkan suaranya Markus dengan spontan menginjak rem sehingga membuat mobil mereka oleng.
"Zevia ada apa denganmu" Heran markus menatap Zevia
"Jangan katakan bahwa ayah dan ibu mengetahuinya " Ucap Zevia menyelidik
"Markus" Zevia mulai prustasi menunggu jawaban Markus
"Maafkan aku Zevia tapi menurutku ayah dan ibu berhak tahu masalah yang kau alami" Markus dengan senyum kecil diwajahnya mencoba menenangkan Zevia.
"Oh **!* markus what you telling .." Prustasi zevia saat mendengar apa yang dikatakan markus barusan
"Kenapa apa yang salah mereka orang tua mu mereka berhak tahu" Markus tetap dengan pembelaan dirinya
"Hentikan omong kosong mu itu jika kau tidak tahu apa-apa jangan pernah mengeluarkan kata kamu sudah melewati batasan Markus" Zevia kuar dari mobil meninggalkan markus sendiri.
"Zevia dengarkan aku.. Zevia" Markus mencoba mengejar Zevia namun siapa yang tidak tahu sifat wanita itu.
Markus dengan kesal memukul-mukul setir mobilnya tidak tahu kesalahan apa yang ia buat sampai Zevia begitu marahnya.
__ADS_1
"Wo jemput dan antar saya kerumah"
*
Zevia dengan paniknya segera pulang kerumah dan benar saja apa yang ia khawatirkan rumah terlihat ramai bodyguard lalu lalang menjaga rumah tersebut saat melihat Zevia datang salah seorang perawat yang mengurus kedua orang tua berlari menghampirinya.
"Nona maafkan kami" Ucapnya dengan wajah panik Zevia tak menghiraukan ucapan wanita tersebut ia berlari masuk dan mendapati sang ayah terbaring tak sadarkan diri dan sang ibu terus menangis memanggil namanya.
"Mom" Zevia menghampiri Ny.Maya
"Zevia putriku.. Zevia putriku sudah pulang kamu kamu tidak apa-apa Zevia apa yang terjadi" Ny.Maya menghujaninya dengan seluruh pertanyaan.
"Apa yang terjadi ayah kenapa" Zevia dengan cepat memeriksa sang Ayah
"Tn.Albert drop Nona saat mengetahui Nona diserang oleh orang tak dikenal" Ucap Salah seorang nani dirumah tersebut.
"Siapa orangnya siapa yang mengatakan itu" Kesal Zevia
"Tu-tuan Mar-markus nona" Jawabnya
"Zevia apa yang terjadi nak" Ny.Maya tak kuasa menahan tangisannya saat melihat wajah lebam Zevia meskipun sudah ia tutupi dengan berbagai macam bedak namun tetap saja terlihat.
"Ini hanya luka kecil mom Zevia tidak diserang itu kami hanya latihan saja .. Ma-markus salah paham mommy bisa bertanya kepada Bowo dan anak-anak lain" Ucap Zevia menenangkan Ny.Maya
"Sudah itu salah paham liat Zevia baik-baik saja kan"
Setelah berjam-jam akhirnya tuan Albert sadar juga ia langsung menatap sekeliling dan orang yang ia cari ada disampingnya.
"Zevia putriku.." Tn.Albert dengan cepat memeluk Zevia sembari terisak
"Apa yang terjadi nak, apa yang dikatakan markus itu benar"
Zevia mulai menjelaskan kepada sang ayah meskipun ia harus berbohong namun ini demi kebaikan kedua orang tuanya.
"Ayah harus bertemu Bowo" Ucap Tn.Albert
"Saya disini Tuan" Bowo masuk diikuti semua anak buahnya sehingga ruangan tersebut sesak penuh.
"Bowo apa yang terjadi jangan coba-coba membohongi saya" Tegas Tn.Albert
"Izinkan saya berkata Tuan... Pertama-tama saya mohon maaf karena telah membuat kekacauan dan membuat Tuan dan Nyonya khawatir.. Tidak ada penyerangan tidak ada pertikaian Nona Zevia sedang melakukan latihan bela diri untuk meningkatkan kemampuannya Namun ternyata Tuan Markus salah dalam mendapatkan info sehingga membuat kekacauan ini saya mohon maaf tuan" Ucap Bowo
"Bowo saya tidak ingin kamu berbohong" Tegas tuan Albert
__ADS_1
"Saya jujur tuan saya siap menerima hukuman jika saya berbohong" Ucap Bowo dengan tegas setelah melewati berbagai macam pertanyaan akhirnya tuan Albert percaya akan perkataan Bowo dan menetapkan bahwa hanya terjadi kesalahpahaman saja.
Setelah suasana kembali kondusif Zevia juga sudah berada didalam kamarnya ia melepaskan pakaian nya sehingga hanya menggunakan pakaian dalam saja terlihat ditubuhnya banyak sekali memar membiru bekas perkelahiannya
"maafkan saya harus berbohong tapi ini semua demi kebaikan ayah dan ibu" Ucap Zevia lirih saat selesai mandi Zevia mendapatkan panggilan dari sang adik Calta
"Kak kamu baik-baik saja apa yang terjadi siapa orang itu" Ucap Calta tanpa jeda
Zevia mengerutkan kening mendengar pertanyaan Calta.
"Kak markus memberitahukan ku" Ucap Calta
"Markus lagi markus lagi benar-benar biang kerok" Gerutu Zevia
"Kak kamu tidak menjawabku" Kesal Calta
"Ah tidak bukan apa-apa kamu salah paham" Balas Zevia
"Ah ayo lah kak kamu tidak pandai membohongiku kamu mungkin bisa menipu ayah dan mommy tapi tidak aku" Cibir Calta
"Baiklah baiklah tapi berjanjilah kamu tidak akan..."
"Ya saya janji bos" Ucap Calta memotong ucapan Zevia
"Bajingan Sentoso lagi yang jadi biang keroknya benar-benar perusuh" Maki Calta saat sudah selesai mendengarkan cerita Zevia percakapan malam itu mereka akhiri dengan berbincang panjang dan lebar sampai-sampai Zevia tertidur begitu juga Calta.
"Nona.." Zevia membuka matanya perlahan mendengar pintu kamarnya diketuk berkali-kali.
"Jam 10 siapa yang menganggu tidurku" Zevia bangun membuka pintu dan mendapati asisten rumah tangga yang sedang berdiri dihadapan pintunya.
"Ada apa" Ucap Zevia malas
"Ada tuan markus ditaman belakang" Bisiknya kepada Zevia
"Apa" Zevia langsung tersadarkan dari kantuknya saat mendengarkan apa yang dikatakan ART nya.
"Ayah dan ibu tahu" Balas Zevia berbisik
"Tidak nona saya tidak memberitahukan nyonya dan tuan" Bisiknya lagi
"Baik saya akan kesana tapi pastikan tidak ada siapapun yang pergi ke taman" Bisik Zevia kepada art nya itu.
"Bersambung"
__ADS_1