
"Paman" Zevia memecahkan hening dalam perjalanan mereka.
"Yes love" Jawab paman Black ramah namun tetap fokus dengan kemudi.
"Apa boleh kita ke rumah sebentar" Kini Zevia tidak sanggup lagi menahan rasa rindunya.
"Tapi sayang.. " Paman Black khawatir jika ada yang akan mencurigai keberadaan mereka.
"Please" Mohon Zevia.
Tidak tega mendengar ucapan gadis mudanya sebab sejak tinggal bersama ini pertama kalinya ia mendengar permohonan Zevia, gadis yang selalu bersikap dingin, irit bicara dan sangat tidak peduli dengan orang lain.
"Baiklah"
Zevia nampak merasa lega namun setibanya mereka dalam lingkungan itu terlihat mansion mewah yang begitu besar dengan pagar yang menjulang tinggi hampir menutupi setengah dari bangunan itu.
Tanu terperangah saat melihat mansion tersebut begitu mewah baru sadar ternyata Zevia bukanlah anak orang sembarangan tetapi ada banyak hal yang Tanu tidak ketahui tentang asal muasal Zevia bisa sampai di Kanada dan menetap disana, hanya beberapa penggal kisah yang ia tahu bahwa orang tua gadis itu di bunuh dalam pembantaian namun sang Ibu malah di sandra oleh ayahnya Sentoso sangat rumit membuat Tanu merasa pusing memikirkannya.
Mata Zevia tidak berkedip menatapnya rumah itu tidak berubah hanya saja halamannya depannya tampak tidak terawat pintu pagar itu nampak terbuka lebar menampilkan isi rumah itu.
"Maaf tuan sedang apa disini" Kini seorang pria paruh baya yang berperawakan tinggi besar dengan brewok menumbuhi wajahnya menghampiri mereka yang masih didalam mobil.
"Maaf, saya hanya melihat-lihat komplek disini dan kebetulan melintas di depan rumah ini dan saya tertarik dengan rumah ini karena hanya rumah ini yang ada di sini.. Apakah rumah ini dijual" Ucap paman black, lelaki tersebut tampak mengerti ucapan paman black dan mengangguk mengerti.
"Maaf tuan tetapi rumah ini memang tidak berkepemilikan tetapi juga tidak diperjualkan belikan" Pria itu melirik Zevia dengan pandangan tajam.
Lega begitu rasa yang Zevia rasakan mendengar sarkas pria paruh baya itu setidaknya kenangan masa kecil nya akan terus diam dan tinggal disitu begitu batin Zevia.
Bangunannya terlihat sangat baik jika dalam kurun waktu 16 tahun kemungkinan rumah itu sudah roboh atau ditumbuhi tanaman merambat namun rumah itu tetap terlihat bagus dan meskipun tidak seperti dahulu tumbuhan rimbun nampak disamping samping mansion megah.
"Ohh ya maafkan saya atas ketidak sopannan kami, permisi tuan" Ucap paman Black dan mereka pergi meninggalkan rumah itu sedangkan Zevia masih terdiam dengan sejuta pertanyaan berkecamuk di hatinya.
Terlihat lelaki tersebut tampak menghubungi seseorang setelah kepergian mobilnya paman Black.
Setelah di ujung jalan mereka bertemu dengan beberapa orang yang sepertinya tinggal dan memiliki rumah komplek perumahan mewah diujung jalan itu.
"Stop please" Ucap Zevia tiba-tiba dan paman Black terpaksa mengerem mendadak, Zevia keluar dari mobil dan menghampiri beberapa orang yang sedang ngobrol ngalur ngidul santai.
__ADS_1
"Permisi Tuan apa boleh saya bertanya" Ucap Zevia yang disambut ramah oleh orang-orang tersebut.
"Sok atuh Neng" Ucap salah satu pria yang lebih muda dengan mata terus menatap wajah manis Zevia.
"Kira-kira rumah mewah disana (menunjuk mansion Albert) siapa ya pemiliknya" Tanya Zevia.
Sesaat beberapa orang saling bertatap tatapan seperti enggan untuk memberikan jawaban.
"Itu rumah milik alm. Tuan Albert" Ucap salah satu pria paruh baya sembari mengisap rokoknya.
"Oooo.. Kira-kira apakah bangunan itu dijual" Kini Zevia memancing pembicaraan.
Pemuda komplek: "Ihhh.. Neng siapa yang mau beli atuh"
Zevia : "Loh kenapa"
Pemuda Komplek: Emang neng gak tau cerita rumah itu ?
Zevia : " Enggak, emangnya kenapa" Pancing Zevia.
"Syuuttt udah-udah gak usah bahas begituan, kasian tuh liat mbaknya kebingungan" Kini bapak-bapak yang tadi merokok menyudahi cerita pemuda itu.
"Gak usah di denger mbak, kalau memang neng mau beli rumah itu coba aja ke bagian properti siapa tau mereka bisa bantu mbak" Ucap bapak-bapak itu ramah namun sesekali ia nampak menatap tajam pemuda itu Zevia yang menyadari hal itu hanya bisa tersenyum kecil.
"Ya sudah pak terima kasih infonya, saya permisi" Pamit Zevia sopan.
Setelah Zevia pergi lelaki yang lebih tua akhirnya berucap, " Sepertinya aku tidak asing dengan wajah itu.."
"Yaa saya juga" Setuju bapak-bapak yang sedang merokok, " Sangat mirip dengan wajah almh. Mbak Maya" Ucapnya membuat orang-orang yang ada disitu serentak menatapnya dengan ngeri.
"Ahh mirip aja atuh, kan neng Kalya udah meninggal"
"Tapikan tidak ditemukan mayatnya"
Semua orang nampak kebingungan meningkat 16 tahun lalu mereka memang tidak menemukan mayat Tn.Albert, Ny.Maya, Kayla.. Lalu pemakaman 16 tahun lalu apa.
Tidak menggunakan Jasad mereka hanya melakukan syarat dalam keyakinan mereka untuk mengirimkan Do'a agar semua dosa dan kesalahannya diampuni dan amal ibadahnya diterima disisi-Nya.
__ADS_1
Kini Zevia sudah kembali kedalam mobil rasa bingung berkecamuk dihatinya apa maksud orang-orang itu rumah nya menjadi sarang hantu, tidak tidak mungkin batin Zevia ia yakin pasti ada yang tidak beres disitu.
setelah menempuh perjalanan hampir 3 jam terjebak macet kini mereka sampai di komplek perumahan yang sederhana mereka menuju sebuah rumah minimalis tapi nampak nyaman halamannya tidak begitu luas.
"Sudah datang" Pria paruh baya dengan cerutu di mulutnya menghampiri mereka.
"Paman..." Ucap paman Black memeluk pria paruh baya itu untuk melepaskan rindunya.
"Aku sangat merindukan mu nak" Balasnya memeluk paman Black.
"Anak-anak kenalkan ini Kakek George" Kenal paman Black, Zevia dan Calta menghampiri kakek George dan memeluknya.
"Senang bertemu anda" Ucap Zevia lembut begitu juga Calta hanya Tanu yang tidak bergeming dari tempatnya.
"Anak muda kenalkan dirimu" Ucap kakek George kepada Tanu.
Tanu akhirnya menghampiri mereka dan memperkenalkan diri sebagai Danu, Calta merasa kebingungan mengapa Tanu tidak memperkenalkan diri dengan nama asli saja namun enggan mempermasalahkan hal itu Calta mengajak Zevia masuk karena udara diluar sedang berangin seperti akan hujan.
*
"Sepertinya mereka sudah kembali Tuan"
"Baiklah, pastikan Dia baik-baik saja.."
"Tapi Tuan. maaf jika lancang mengapa Tuan tidak menemui nya saja"
"Tidak, tidak ada yang boleh mengetahui keberadaan ku sebelum semuanya beres"
"Baik Tuan"
_____________Next Episode_____________
He...he
maaf ya lama banget Up nya, soalnya baru ingat maklum IRT π³π
Semoga kalian gak marah ya nungguin nya π₯Ίππ»ππ»
__ADS_1