
Happy Reading's bub
***
"bang.."
Coel yang saat ini sudah mulai mengingat kembali masa lalunya tersentak dari lamunannya saat tanu masuk ke ruang rawatnya
"Ke-kenapa" Coel menatap wajah sendu tanu matanya basah dengan cepat tanu memeluk coel
"Maaf aku tidak bisa membawanya kembali untukmu" Ucap tanu dengan terus memeluk coel
"Kenapa Bang.. ada apa dan ya dimana calta katamu kamu dan kak zevia akan membawanya menemui ku.." Coel melepaskan pelukan tanu dan menatap sekitar namun tidak ada tanda-tanda kehadiran orang lain ditempat itu
"Bang"
"Sebaiknya lupakan saja dia" Jawab tanu gamblang membuat coel terdiam sesaat lalu kembali tersenyum kecil
"Jangan bercanda dengan adikmu seperti ini aku baru saja mengingatmu" Ucap coel dengan senyum kecil
"Aku juga berharap ini candaan ku.. Tapi"
"Tapi apa bang?" Tanya coel kali ini tidak ada lagi senyum dibibir nya melainkan raut wajah khawatir
"Calta akan menikah dengan orang lain.." Jawab tanu dengan berat hati
"Apa ba-bagaimana bisa bang calta mencintaiku bukan kenapa dia menikah dengan orang lain... Kenapa"
"Entahlah coel.. Mungkin sudah tidak ada rasa cinta dihatinya untukmu lagi" Jawab tanu pelan
"Tidak tidak begini... Jika dia tidak mencintaiku setidaknya pikirkan anak kami... Aku harus menemuinya" Coel beranjak turun dari ranjangnya meskipun kepalanya masih terasa sakit hingga ia jatuh tersungkur
"Hentikan coel hentikan" Bentak tanu keras
"Jangan halangi aku bang biarkan aku pergi aku ingin berbicara dengan calta" Paksanya dengan air mata yang sudah membasahi wajah tampannya
"Apa yang ingin kau bicarakan... Calta tidak akan pernah mendengarkan perkataan orang lain berhenti memikirkannya lupakan dia" Paksa Tanu membuat coel terdiam
Tanu membantunya berdiri dan membawanya kembali ke ranjang membantu adiknya itu duduk dan menghapus air mata diwajah coel
"Aku tahu ini memang tidak mudah.. Tapi biarkan dia bahagia kali ini, dia sudah cukup menderita 5 tahun terakhir hidupnya sangat suram dan gelap... Lepaskan dia" Tanu dengan suara bergetar menjelaskan kepada coel tentang apa yang sudah terjadi dihidup calta selama 5 tahun terakhir tentang semua rasa sakit dan penderitaan sang adik ipar
__ADS_1
"Tapi aku mencintainya" Jawab coel pelan
"Jika kau benar-benar mencintainya lepaskan dia biarkan dia bahagia dengan pilihannya" Jelas tanu
Setelah mendengar ucapan tanu yang terakhir coel menghela nafasnya berat dan mengangguk setuju
"Aku akan mengikhlaskannya asalkan dia bahagia"
Tanu tersenyum lega mendengar keputusan sang adik meskipun ia tahu itu keputusan yang berat tapi sebagai seorang lelaki yang berdiri ditengah kedua belah pihak tanu tidak bisa bersikap egois kepada calta dan adiknya
"Aku ingin bertemu ibu" Bisik coel dengan suara serak
"Jika kondisi mu sudah benar-benar stabil aku akan membawamu dan ibu pulang lalu kita berkumpul bersama-sama lagi" Jawab tanu dengan semangat
"Aku sangat merindukan ibu" Ucapnya lagi membuat tanu hanya bisa memeluk adiknya dalam diam mereka.
Ditempat lain calta dan dion mulai sibuk mempersiapkan pernikahan mereka dion begitu antusiasnya mempersiapkan semua dengan baik berbeda dengan dion calon istrinya calta justru lebih banyak diam
"Sayang kamu pilih undangannya ya" Dion membawa setumpuk sample undangan menuju calta
"Em kamu aja yang pilih ya aku sedang tidak enak badan.." Calta menatap dion memohon
"Tidak usah aku bisa sendiri.." Calta menolak bantuan dari calon suaminya itu ekspresi dion menjadi murung dengan lesu ia duduk menyandarkan bahunya dan memejamkan matanya
"Apa calta benar-benar serius ingin menikah denganku"
"Bukankah pernikahan itu sesuatu yang sakral dan bahagia"
"Lalu... mengapa aku tidak melihat sedikitpun raut kebahagiaan diwajahnya dan sikapnya menunjukan bahwa sebenarnya ia tidak ingin menikah denganku"
"Ya.. Ma-maaf bisa diulang saya tidak fokus tadi" Dion tersentak saat seorang vendor pernikahan menghampirinya
"Saya maklumi pak, calon pengantin memang sering merasa gugup dan tidak fokus tapi yang terpenting harus selalu jaga kesehatan" Ucap lelaki muda itu dion mengangguk setuju
"Oiya apa tadi yang ingin kamu sampaikan" Tanyanya lagi
"Ohh ini pak gedung dan perintilan-perintilannya sudah beres dan rampung" Jelasnya pelan
"Terima kasih atas bantuannya... Kabari saya lagi jika ada yang diperlukan lagi" Jawab dion pelan
"Hemm,, Nona calta beruntung mendapatkan calon suami sebaik anda"
__ADS_1
Dion tersenyum simpul mengingat kembali calta rasanya tak baik jika ia tidak menghampiri calon istrinya itu guna memastikan bahwa calta baik-baik saja..
Tangan dion menggantung di depan daun pintu kamar calta suara isakan dari dalam sana mengurungkan niatnya untuk bertemu wanita itu tidak tahu pasti apa yang ditangisi calta namun batinnya berkata bahwa ini pasti menyangkut pernikahan mereka dan masalalu calta.
Dion memundurkan kembali langkah kakinya pelan menjauh dari pintu itu dan berlalu pergi meninggalkan rumah calta hatinya terasa sesak dan penuh dion melajukan mobil ketempat dimana ia harus pergi untuk melepaskan semua bebannya
"Selamat sore tuan.." Seorang penjaga pantai menghampiri dion yang baru saja tiba
"Sore.. Saya titip mobil ya mungkin saya akan menginap di resort malam ini jika ada yang mencari saya katakan saya sedang butuh waktu sendiri" Ucap dion sembari memberikan kunci mobil miliknya
Dion adalah pemilik resort mewah dikawasan pantai *** ia ingin menghabiskan waktu seorang diri memikirkan apa yang seharusnya ia pikirkan
"Ahh ya pak tolong antarkan bir ke resort nanti ya" Ucap dion sembari berlalu melangkahkan kakinya menuju tempat ia akan menginap malam ini, suasana malam dipinggir pantai benar-benar mempesona malam ini terlihat cerah dan berbintang meskipun tidak ada bulan yang menampakan dirinya
Dion duduk disebuah dipan kecil yang menghadap langsung ke lautan lepas suara deburan ombak memecahkan hening nya malam sembari menenggak minuman matanya terus memandangi pantai yang terlihat sepi dan gelap hanya beberapa lampion kecil menyinarinya remang
"Aku mencintaimu... Saat kau mengatakan kamu ingin menikah dengan ku aku begitu bahagia sehingga tidak berpikir apakah yang terjadi... Kamu selalu mengatakan tidak akan berurusan dengan lelaki cihh bodohnya kau dion, sekarang aku harus bagaimana pergi bertahan atau ahk seharusnya aku tidak perlu menerima warisan ini dari daddy jika tidak ke sini aku tidak akan bertemu dengan-nya dion tersenyum kecil mengingat momen saat ia dan calta bertemu dipantai yang indah ini
Saat itu kesalahpahaman kembali terjadi calta yang saat itu sedang berlibur dengan keluarganya dan tidak sengaja melihat seseorang sedang diganggu preman awalnya ia acuh namun rasa dihatinya membuncah saat melihat seorang preman dengan kasarnya memukul wajah lelaki itu calta yang selalu bringas dengan cepat melerai hal tersebut bukan hanya melerai bahkan ia membuat hidung salah satu preman itu patah.
Pertemuan mereka sangat apik sama seperti saat sekolah dahulu calta terperangah sata tahu lelaki yang ia tolong adalah dion mulai saat itu mereka berhasil kembali menjalin pertemanan
"Ahh aku..." Belum selesai berucap dion jatuh terkapar akibat terlalu banyak minum dion mabuk berat
"Apa yang terjadi dengannya tidak biasanya dia minum seperti ini" Pak Jule penjaga resort datang menghampiri dion memberikan bantal dan selimut untuknya mustahil jika pak jule membawa dion kembali ke resort karena postur tubuh keduanya jauh berbeda.
ditempat lain calta baru keluar dari kamarnya saat hari sudah berganti gelap sangat sunyi tidak ada tanda-tanda dion disana
"Yon.. Dion" Calta berjalan pelan mencari keberadaan lelaki itu namun tidak ia temui juga
"Apa aku keterlaluan.. Aku yang ingin menikah dengannya lalu kenapa aku bersikap seolah-olah aku dipaksa untuk menikah dengannya" Calta duduk seorang diri dan memikirkan semua sifatnya selama ini terlalu dingin dan acuh kepada lelaki itu.
"Tidak aktif" Calta menatap ponselnya saat nomor lelaki itu tidak dapat dihubungi
"Kenapa.. Apa dia marah"
"Tapi tidak seharusnya ia pergi seperti ini dan mematikan ponselnya" Calta mendumel sendiri sembari terus berusaha menghubungi dion.
"Next Episode"
Halo... Terima kasih masih setia membaca novel antah berantah ini.. Author sangat menghargai setiap like dan komentar serta kehadiran anda dalam membaca novel ini.. 🥰
__ADS_1