
Merlin yang memperhatikan murid perempuan yang mengobrolkan tentang dirinya, ia hanya terus tersenyum.
Lalu Maha yang sedikit penasaran sekaligus kesal dengan murid-murid itu akhirnya bertanya pada Merlin.
"Wahai Merlin, bukankah jam pelajaran telah berlangsung?"
"Oh benar juga." Jawab Merlin.
"Dari wajah anda, sepertinya anda tidak lagi muda, apakah anda menggunakan sihir atau semacamnya?"
Mendengar hal itu Merlin sempat kaget, dan mulai mendekati Maha.
"Apa maksudmu, wahai murid baru?" Tanyanya pada Maha, yang mana sekarang posisi Merlin sedang berdiri di hadapan Maha.
Maha pun berdiri dan langsung menjawab Merlin. Maha pikir Merlin menyembunyikan identitasnya, Maha pun menjawab Merlin dengan suara pelan, berharap tidak ada yang mendengarnya.
"Di mata saya, anda hanyalah berwujud seorang kakek-kakek."
Merlin kaget lagi. Dan langsung bertanya-tanya, siapakah anak ini sebenarnya. Saat itu Merlin belum tahu kalau itu adalah Maha.
Merlin sebelumnya pernah mengawasi anak-anak dari Gereja Suci, dan Ia merasa belum pernah bertemu dengan anak ini, akhirnya ia bertanya untuk mengalihkannya dari pertanyaan Maha.
__ADS_1
Merlin kembali ke hadapan murid, dan bertanya pada Maha.
"Wahai kamu, anak baru. Siapakah namamu? Aku tidak pernah melihatmu di Gereja Suci sebelumnya. Apakah kamu murid asing?"
"Saya? Nama saya adalah Maha, saya adalah orang yang bebas, dan tidak di kuasai oleh apapun kepercayaan yang ada di Gereja Suci." Ucap Maha lantang, yang membuat Merlin kaget.
Merlin yang saat itu mendongakkan kepalanya keatas karena arogannya tadi, saat kaget ia langsung menundukkan kepalanya, dan melihat kearah Maha. Bukan suara lantang yang membuat Merlin kaget, tapi dari namanya, ya, ia teringat anak dari muridnya, Nathan .
Merlin berpikir, inilah mengapa Sang Raja memerintahkannya untuk mengawasi kelas 1-B, bukan di kelas 1-A Kelas Putri Kanna.
"Wahai Maha, sungguh kehormatan bisa bertemu denganmu. Mari kita mulai pelajaran kali ini." Ucap Merlin yang tidak mau melanjutkan perdebatannya.
Para murid pun kebingungan, siapa sosok Maha ini. Wajarlah bocah umur tujuh tahun tapi gaya bicaranya sudah sangat dewasa.
Merlin yang juga merasa tidak nyaman dengan kondisi kelas yang tidak kondusif itu, akhirnya ia berhenti menjelaskan, dan hanya menatap bukunya saja, seolah menunggu sesuatu. Dan di saat inilah Maha mulai bicara.
"Kalian lihat, gara-gara kalian yang terlalu ribut, Merlin tidak melanjutkan pelajarannya." Ucapnya dengan suara yang cukup lantang, sampai seluruh kelas mendengar suaranya.
Lalu tanpa di sadari Maha, ada seseorang yang sepertinya cukup tengil, ia menjawab Maha dengan sombong.
"Hah?! Orang yang dari luar Gereja Suci sepertimu tidak harus kami dengarkan. Kamu pasti anak buangankan hahaha..." Ucapnya.
__ADS_1
Di sini Maha berpikir, kalau ia meladeni anak ini dengan serangan fisik maka hanya akan terjadi keributan, akhirnya Maha hanya balas dengan perkataan saja.
"Oh jadi pembelajaran dari Gereja Suci adalah memaki orang lain seperti ini?" Tanya balik Maha.
Lalu Maha menoleh kearah Merlin, ia lihat Merlin tetap membaca bukunya, seolah-olah memberinya waktu untuk menanggapi teman kelasnya itu.
"Aku tanya pada kalian semua, apakah di Gereja Suci ada ajaran untuk memaki orang lain?" Maha mengucapkan dengan lantang. Namun, tak seorang pun menjawabnya, bahkan orang yang memakinya tadi diam tak berkata apa-apa lagi.
Di situlah Merlin mulai melihat kearah murid-muridnya dan berkata sesuatu hal yang membuat Maha keheranan.
"Baik, semuanya dengarkan aku. Tuan Muda Maha ini sepertinya sedang emosi, sebaiknya kalian hati-hati. Karena di masa depan dia akan menjadi raja iblis kalau kalian membencinya." Ucap Merlin lalu tersenyum melihat kearah Maha.
Maha dan teman-teman kelasnya pun bertanya-tanya, apa yang dimaksud oleh Merlin tentang raja iblis.
Kita lompat pada Jeevan yang duduk mendengarkan pelajaran dwngan tenang, Jeevan melihat Kanna baru selesai dari toilet.
Jeevan pun berpikir lagi, 'apa yang Kanna pikirkan tentang Maha, semoga tidak terjadi apa-apa dengan Maha.'
Singkat cerita, sudah masuk ke jam istirahat, Maha yang tadinya duduk diam, bengong dan tidak melakukan apapun, dia kaget dengan se-geng anak yang tiba-tiba mengitari meja duduknya.
"Oh ini anak yang sombong katamu?" Ucap salah satu anak. Lalu anak yang tadi memaki Maha mengiyakan ucapannya.
__ADS_1
Di lain sisi, Jeevan yang mau menemui Maha kini masih sedang berjalan menuju kelasnya. Tiba-tiba di samping ia berjalan, ada Kanna yang lari menuju kelas 1-B. Dan berteriak di pintu kelasnya.
"Hentikan!!"