
"Apa yang muncul di pikiranmu saat ini Maha?" Tanya Ayyra.
"Aku pikir, aku akan menemui Raja besok. Mumpung kegiatan belajar di akademi besok libur."
"Sebentar." Ucap Ayyra, lalu menarik Maha yang membelakanginya, sehingga Ayyra menatap penuh wajah Maha.
"Apa yang akan kamu bicarakan dengan Raja?" Tanya Ayyra yang mulai cemas dengan pemikiran Maha sebelumnya.
"Kenapa kamu begitu khawatir kak? Aku hanya akan menyampaikan apa yang ada di pikiranku pada Raja, bila pemikiranku ditolak, aku akan menerimannya." Mendengar jawaban Maha ini, dia sedikit tenang.
Walaupun...
Besok paginya. Benar-benar pagi sekali sambil menjalani rutinitasnya, Maha pergi ke kerajaan, dan berkeliaranlah Maha di tengah kerajaan, kesana-kemari untuk jalan-jalan, karena Raja belum bangun dari tidur. Dan alasan lain mengapa Maha pergi ke kerajaan pagi-pagi, agar Jeevan tidak mengikutinya dan Jeevan bisa beristirahat.
Setelah lama berjalan-jalan, bertemulah Maha dengan Kanna yang sedang duduk di bangku taman kerajaan.
"Oi~ Kanna." Sapa Maha, dengan sapaan dinginnya.
Kanna langsung menolak sapaan Maha dengan mengalihkan matanya saat sadar Maha memanggilnya.
__ADS_1
Mendekatlah Maha dengan bangku yang diduduki Kanna, lalu duduklah Maha disamping Kanna.
"Raja masih belum bangun?" Tanya Maha.
"Mati saja kamu Maha." Ucap Kanna, dengan nada kesal.
"He~" Jawab Maha merasa tidak di anggap pertanyaannya.
Tidak lama setelah itu, datanglah seorang pelayan menghampiri mereka berdua dan menyuruh mereka untuk sarapan di ruang makan kerajaan. Maha menolak, dan Kanna pun pergi ke ruang makan kerajaan.
Maha duduk sendirian di bangku tadi, dan hanya memandangi sekitar sambil merasakan udara pagi yang sejuk.
Tiba-tiba, nampak dari kejauhan Ayyra sedang berlari menuju kearah Maha. Maha hanya memandanginya saja.
"Usiamu nampak muda kak, tapi tidak dengan isinya ya?" Tanya Maha bercanda.
"Lupakan itu. Kamu benar-benar mau ngomong hal kemarin pada Raja?" Tanya Ayyra, masih dengan khawatir.
"Tenang saja kak, liat deh nanti." Jawab Maha dengan senyum bengisnya, walaupun malah membuat Ayyra makin khawatir.
__ADS_1
Bagaimana tidak khawatir, meski Ayyra mungkin lumayan kenal dengan Raja, karena masih ada hubungan dengan petualangannya dengan Merlin. Namun, tidak semua menteri bisa menerima ungkapan Maha yang satu ini.
Singkat cerita, berkumpullah mereka semua, mulai dari Raja, sampai para menterinya, termasuk Merlin dan Ayyra di aula kerajaan untuk mendengarkan Maha.
"Salam, Maha." Sapa Raja pada Maha. Maha membalasnya dengan mengangguk saja, meski yang lain tunduk.
"Ada perlu apa nak? Kamu sampai datang kemari?" Sambung tanya Raja.
"Bukan masalah serius, tapi aku mau memulai satu langkah untuk menuju tujuanku."
"Katakan, Maha. Apa langkahmu?"
"Raja... Tidak. Semua menteri yang ada di sini, terutama Penasehat Raja, aku ingin mengusulkan sesuatu. Warga yang tidak memiliki pekerjaan maupun rumah, agar diberikan satu pekerjaan untuk menunjang perekonomian kerajaan." Ujar Maha.
Lalu berdiri tegaplah Penasehat Raja dan membalas ungkapan Maha dengan ekspresi arogan, dan seolah menyepelekan omongan Maha.
"Hah... Anak kecil sepertimu paham apa soal kerajaan?" Dengan congkak Penasehat Raja membalas Maha.
"Begitu kah?" Tanya balik Maha.
__ADS_1
Setelah itu, Maha mulai membicarakan semua seluk beluk kerajaan, mulai dari pengeluaran harta kerajaan sampai pemasukan harta kerajaan. Tidak detail, namun yang dijelaskan Maha mampu membuat Penasehat Raja, merasa takjub.
"Lalu apa yang kamu ragu kan dariku? Aku telah berpikir, tidak mungkin aku asal bicara." Ucap Maha.