
Akhirnya tim Maha pun segera pergi menemui Cayna, dipandu oleh Ayyra.
Singkat cerita, mereka sampai di Gereja Suci. Di sana mereka melihat Rahib Cayna sedang bersama anak-anak dari Rayya.
"Cayna." Sapa Maha.
"Tuan Maha?" Cayna seolah kaget dengan kehadiran Maha di Gereja Suci itu.
"Apakah perjalanan anda sudah selesai?" Sambung Cayna bertanya.
"Ya, sekarang aku harus memperbaiki Rayya dulu." Jawab Maha.
"Rahib Cayna, apakah betah berada di Rayya?" Tanya Kanna.
"Nona Kanna, di sini saya menemukan titik terang saya, tentu saya sangat betah tinggal di sini. Ditambah lagi saya langsung diterima oleh warga Rayya, membuat saya semakin betah." Jawab Cayna.
"Baiklah, Cayna. Kami tidak bisa berlama-lama disini, kami harus menghadap Raja untuk melaporkan hasil perjalanan kami." Ucap Maha.
"Silahkan, Tuan Maha. Saya rasa Raja juga sudah menanti kehadiran anda." Jawab Cayna.
Maha dan timnya segera pergi dari Gereja Suci dan segera menuju ke istana Kerajaan Rayya, untuk menemui Raja. Sesampainya di depan gerbang istana lagi-lagi mereka dihadang oleh prajurit penjaga.
"Siapa kalian?" Tanya salah seorang prajurit.
"Biarkan kami masuk, kami memiliki janji dengan Raja." Jawab Maha.
"Tidak. Kami tidak boleh membiarkan orang sembarangan masuk."
"Biarkan kami masuk prajurit, orang-orang ini berkepentingan khusus." Sahut Ayyra.
"Penyihir Ayyra, saya tidak tahu siapa yang anda bawa, tapi jangan membawa orang masuk istana sembarangan." Jelas penjaga itu lagi.
"Ada apa ini?" Tiba-tiba Raja datang ke gerbang itu.
Para penjaga, termasuk Ayyra dan Kanna tunduk pada kehadiran Raja Rayya itu, seperti dahulu hanya Maha yang tidak tunduk pada Raja Rayya.
"Semua orang di Rayya terbiasa tunduk padaku, tapi hanya ada satu orang yang tidak melakukannya, yaitu Maha. Apa aku benar, Nak?" Tanya Raja pada Maha.
__ADS_1
"Ya... Aku kembali ke Rayya untuk mengabarkan berita yang bagus. Kanna dan aku telah selesai berkelana."
"Penjaga biarkan mereka semua masuk." Suruh Raja pada para penjaga.
Mereka semua akhirnya masuk ke istana dan mengobrol di aula istana. Yang mana pada saat itu semua petinggi kerajaan telah hadir, untuk menyambut Maha dan Kanna, ya walaupun mereka semua terdiam ketika melihat tim Maha.
"Sudah lama kau tidak memasuki ruangan ini, Maha."
"Iya, Hain. Dan ya walaupun orang-orangnya masih sama seperti yang dulu."
"Para Petinggi kerajaan ini sepertinya tidak bisa berkata-kata sesaat setelah melihat orang-orang di timmu."
"Benar begitu?"
"Ya, kurasa seperti itu. Tapi tidak apa, dan juga kemana Merlin? Harusnya dia sadar akan kehadiranmu, Maha."
"Oh ya, aku belum melihatnya."
"Kemana Merlin, Raja?" Tanya Maha pada Raja.
"Merlin sedang menjalankan misi Raja, dan seharusnya hari ini telah kembali." Jawab Ayyra.
"Baiklah. Jadi Maha, kenalkan padaku rekan-rekanmu ini." Pinta Raja pada Maha.
Maha lalu memperkenalkan anggota timnya satu persatu, dan juga informasi ras mereka juga dijelaskan oleh Maha.
"Ogre? Dragon? Bahkan, Elf? Kurasa aku harus memberimu apresiasi lebih, Nak."
"Tidak-tidak, bukankah anda harus memberikan penghargaan pada Putri anda? Dia sangat merindukan anda dan ibunya."
"Oh tentu, tapi tidak harus terburu-buru. Aku akan membuat kalian semua betah berada di Rayya. Dan juga Maha, aku sebelumnya pernah berjanji pada Merlin, kalau kau telah selesai berkelana aku harus memenuhi salah satu permintaan pribadimu. Tentu tidak seperti sebelumnya, karena Rayya juga sudah makmur karenamu."
"Benarkah begitu? Kalau begitu fasilitasi kemampuanku ini."
"Apa yang kau inginkan, Nak?"
"Berikan padaku sebuah tempat, dimana nantinya aku bisa melakukan banyak eksperimen disana."
__ADS_1
"Hanya itu saja? Apakah kau tidak menginginkan kekayaan atau semacamnya?"
"Untuk apa? Dengan pengetahuanku saat ini, aku bisa saja langsung melengserkan banyak kerajaan."
"Ya... Kurasa benar, tidak ada orang lain yang lebih arogan selain dirimu, Nak. Baiklah aku akan memenuhi permintaanmu itu."
"Maka terimakasih. Dan juga, izinkan rekan-rekanku ini untuk tinggal di Rayya."
"Tentu-tentu. Lalu apakah kalian semua memerlukan penghormatan saat berada di Rayya."
"Mohon maaf, Raja dari Rayya. Tapi, kami tidak memerlukan hal tersebut. Kami hanya perlu untuk terus bersama Tuan Maha." Sahut Richard.
"Apakah kalian yakin? Kukira kalian akan sama arogannya dengan Maha."
"Anda pikir demikian? Maka benar, setidaknya sebagian dari kami memiliki sifat arogan dalam hal lain, selain kekuasaan." Sahut Ryu dengan muka bengis.
"Hahaha... Penjaga sekalian, pastikan kalian tidak menyinggung rekan-rekan dari Maha jika kalian masih ingin hidup." Ucap Raja sambil tertawa.
"Oh ya satu hal lagi Raja. Bukankah... Sudah waktunya anda menyuarakan tentang Putra Mahkota anda, Pangeran Xavier?" Celetuk Maha bertanya ditengah tawa Raja, yang membuat Raja seolah kaget.
Tidak hanya Raja yang kaget, bahkan Kanna kaget. Karena dia tidak pernah tahu kalau memiliki seorang kakak laki-laki seperti yang dibilang Maha.
"Tunggu Nak. Darimana kau tahu hal ini? Bahkan Putriku Kanna tidak mengetahui hal ini." Tanya Raja dengan ekspresi seram.
"Aku tidak pernah mendengar bahwa anda memiliki Putra Mahkota, aku hanya mendengar beberapa cerita tentang seorang lelaki muda bernama Xavier. Dari ceritanya yang panjang lebar baru aku bisa menyimpulkan bahwa dia berasal dari Rayya." Jawab Maha.
"Kalau aku tanya tentang dimana Xavier berada saat ini, apakah kau juga bisa menjawabnya?"
"Tentu. Pangeran Mahkota Xavier, sengaja kau berikan sebuah nama yang sedikit berbeda dengan beberapa nama yang ada di Rayya agar kau bisa mengirimnya untuk mencari ilmu di luar Rayya. Dari pengamatanku, berarti Xavier ini memiliki umur yang lumayan jauh di atasku dan Kanna. Lalu, berapakah umurnya? Yang jelas lebih dari lima tahun kalender Rayya. Kalau kita teliti, ada kerajaan yang memiliki nama serupa dengan Xavier ini, dan kerajaan ini adalah kerajaan dengan militer yang kuat. Ya... Kerajaan itu adalah, Kerajaan Regna. Apa aku salah?"
"Sepertinya aku tidak bisa lagi menutupi apapun darimu, Nak."
"Ya kurang lebih itu yang kutahu, meski aku rasa segala yang anda tutupi akan segera aku tahu. Misalnya saat ini, kenapa Merlin yang dulu lebih sering berada di samping Raja malah tiba-tiba pergi? Lalu mengapa Ayyra sekarang menjadi penyihir kerajaan? Kurasa semua merujuk pada Xavier ini. Merlin sedang dalam misi menjemput Xavier yang telah selesai dengan studinya di luar kerajaan kan? Apa aku salah lagi?"
"Maha, apa aku perlu menawarkan kerajaanku baru aku bisa membuatmu puas berbicara?"
"Lalu anda mau menjadi rakyat biasa? Bahkan bila seorang rakyat ingin keadilan padaku, akan aku beri. Sekarang aku bisa bilang, tidak ada seorangpun yang bisa mencurangiku." Ucap Maha dengan wajah arogannya.
__ADS_1