
"Kau dari ras manusia?" Tanyanya pada Maha.
"Ya. Apakah ada yang bisa aku bantu?"
"Aku sedang mencari seseorang yang bisa menolongku, untuk melindungi rakyatku."
"Kenapa rakyatmu?"
Ogre itu lalu menunjuk ke arah Kanna yang sedang tidur, dengan tatapannya yang sinis.
"Rakyatku ditindas oleh ras iblis, orang yang bersamamu adalah seorang iblis. Flame." Ucap Ogre itu lalu memunculkan sihir api yang diarahkan ke arah Kanna.
Maha lalu menutupi arah sihir api itu dari depannya. Ogre itu kaget, karena Maha terus menutupi arah tembakannya, yang membuat Ogre itu menjadi ragu untuk menembaknya.
"Mengapa kau menghalangiku!" Bentak Ogre itu.
"Tembak saja padaku, aku tidak akan sekalipun membiarkan orang lain untuk menyakiti saudariku."
"Flame." Ogre itu pun akhirnya menembakkan ke arah Maha.
Reaksi pertama dari Ogre itu adalah kaget, karena Maha tidak terkena efek api sihirnya. Tentu, karena Maha memiliki proteksi di tubuhnya, mulai dari atas kepala sampai ujung kaki.
"Siapa kau? Kenapa tidak terkena efek sihirku?" Nada bicara Ogre itu mulai panik.
"Aku adalah Maha, aku adalah calon penguasa daratan ini. Dan saudariku, yang akan kamu celakai adalah manusia suci yang memiliki enam elemen." Teriak Maha, lalu tertawa jahat sekencang-kencangnya.
Seperti biasanya, Maha tetaplah licik dalam menghadapi semua situasi. Ditambah lagi tatapan bengisnya, yang membuat aura intimidasinya lebih kuat dari kekuatan fisiknya sendiri.
"Jangan pernah kamu berniat untuk mencelakai orang lagi. Kamu bilang ingin dibantu, kan?" Sambung Maha.
"Maafkan aku. Aku datang dengan penuh emosi pada ras iblis, sampai aku tidak sadar kalau aku kehilangan kontrol."
"Lalu? Apa yang bisa aku bantu?"
"Kau mau membantuku?"
"Berjanjilah untuk tidak mencoba mencelakai saudariku lagi, aku akan membantumu."
"Akan aku jelaskan,... "
Ogre itu menjelaskan tentang desanya yang hancur karena ulah iblis, yang mana warga desa hanya tinggal dia. Ogre ini berniat untuk membalaskan dendam dari desanya itu, dan kebetulan karena dia masih memiliki jejak dari para iblis tersebut, akhirnya Ogre ini berusaha mengikuti para iblis. Namun, semua tidak berjalan mulus, dia kehilangan jejak para iblis itu ditengah perjalanan.
"Begitulah, dan aku menemukan hawa iblis, aku ikuti akhirnya aku sampai di sini." Jelas Ogre itu.
"Keputusan yang bagus bila tebakanmu benar, tapi sayang, yang kamu kejar adalah hawa saudariku. Yang mana, dia adalah manusia biasa tapi memiliki sihir dari Demon. Sihir Demon atau iblis yang ada dalam diri saudariku ini unik, dan aku harus menjaganya, agar tidak celaka." Balas Maha.
"Baiklah aku akan meminta maaf padamu." Ogre itu lalu menundukkan badannya.
__ADS_1
"Tuan Ogre, aku penasaran dari tadi."
"Apa?"
"Api ungu apa yang selalu mengikuti gerak kepalamu itu?"
"Ini? Ini adalah sihir Flame murni milik ras Ogre. Sihir ini aku gunakan untuk melihat kearah kegelapan." Jelas Ogre itu.
"Baiklah. Aku akan membantumu. Tapi kita akan menunggu matahari di hari esok, kita istirahat dulu untuk malam ini. Ikuti aku." Ucap Maha, lalu mengajak Ogre itu kembali ke bawah pohon Tyra.
"Wah... Seorang Dryad." Ucap Ogre itu saat pertama kali melihat Tyra.
Tyra tersenyum ramah, lalu perlahan mulai pergi. Karena dia sebelumnya dimintai tolong untuk menjaga Kanna, dan karena Maha sudah kembali akhirnya Tyra kembali ke tempatnya.
"Silahkan istirahat." Ucap Maha.
"Kau sendiri harusnya istirahat."
"Tidak. Aku memiliki tugas untuk menjaga saudariku, jadi mau tidak mau aku tiap hari harus begadang." Jelas Maha pada Ogre itu.
"Kau terlihat masih begitu muda, berapa usiamu?"
"Aku? Sebelas tahun."
"Itu adalah usia yang masih belia, kenapa kau menjadi pengelana? Dan apa yang kau maksud calon penguasa daratan?"
"Sebelum aku emosi padamu, aku akan bertanya tujuanmu menjadi seorang penguasa."
"Yang pasti untuk menguasai daratan ini. Ada seseorang yang meminta padaku untuk mendamaikan segala yang hidup di atas daratan ini, dan aku akan mewujudkannya." Jelas Maha.
"Baiklah aku mengerti. Aku adalah seorang Ogre tanpa tujuan, apakah kau mau menerimaku untuk berkelana bersama kalian?"
"Apa tujuanmu?"
"Aku tertarik pada ucapanmu, dan aku akan menjadi pendukung di tim ini."
"Boleh saja, asal jangan pernah meremehkanku, dan jangan pernah berpikiran untuk melukai Kanna, saudariku."
"Baiklah aku akan menjadikannya sebagai tanggung jawabku, karena aku diterima di tim ini."
Banyak yang dibincangkan oleh Maha dan Ogre ini sampai pagi tiba. Seperti biasa, saat bertemu dengan orang baru, Maha akan selalu bertukar informasi apapun. Dan Maha bercerita tentang Ogre yang sebelumnya ia temui di gua.
Ada satu informasi penting yang Maha dapatkan dari Ogre ini, yaitu bahwa Ogre adalah satu-satunya ras yang tidak bisa dibaca suasana hatinya.
Singkat cerita, Kanna pun bangun, dan Maha menjelaskan tentang Ogre yang menjadi teman perjalanannya.
Tim Maha berpamitan pada Tyra untuk melanjutkan perjalanan mereka.
__ADS_1
"Tyra, terimakasih atas tumpangannya."
"Tidak masalah, Maha. Nanti kalian akan lebih sering dihadapkan dengan masalah, jadi berhati-hatilah." Balas Tyra.
"Kenapa begitu?"
"Seperti halnya Ogre yang menganggap Kanna adalh ras Demon, berarti akan banyak yang menganggapnya seperti itu. Terlebih lagi, nantinya sihir kegelapan akan terus berkembang pada Kanna." Jelas Tyra.
"Terimakasih, Tyra. Aku akan selalu menjaga Kanna, apapun kendalanya. Dan kebetulan kami akan mendatangi beberapa kota, yang mana aku rasa akan sangat aman nantinya."
"Baguslah. Sekarang ada seorang Ogre yang menemani kalian, jadi tidak perlu terlalu memaksakan diri."
"Baik. Aku akan pergi sekarang Tyra. Sampai jumpa lagi."
Tim Maha pun pergi, dan melanjutkan perjalanannya.
"Kalian sudah berapa lama melakukan perjalanan?" Tanya Ogre.
"Mungkin sekitar dua bulan lebih. Hanya saja, kami sering beristirahat untuk mencari informasi. Seperti yang kuceritakan sebelumnya, kami akan mencari dua penyihir lagi, Tuan Ogre"
"Baiklah."
"Maha, bukankah aneh bila memanggil orang dengan rasnya?" Tanya Kanna pada Maha.
"Mau bagimana lagi, Ogre tidaklah bernama. Apakah kamu mau memberinya nama dan membagi sihirmu? Aku akan melarangmu bila kamu lakukan itu."
"Kenapa begitu?"
"Sihirmu adalah milikku seorang." Jawab Maha.
"Kalian jangan bertengkar karena nama dan sihir. Panggil aku sesuka kalian saja." Sahut Ogre.
"Bagaimana kalau kita buatkan nama panggilan saja?" Celetuk Maha.
"Maksudmu nama yang tidak tertanam dalam jiwa?" Tanya Ogre.
"Ya, aku rasa akan lebih mudah seperti itu, dan yang pasti tidak perlu menggunakan sihir untuk mengukir di jiwamu." Jelas Maha.
"Lalu? Apa nama panggilan yang akan kau berikan padaku, Maha?"
"Benar juga, aku rasa akan lebih bagus kalau nama panggilanmu terlihat gagah. Bagaimana kalau Richard?" Saat Maha bilang seperti itu, tiba-tiba tubuh Ogre bersinar.
Ternyata nama yang diberikan oleh Maha terpatri langsung kedalam jiwa Ogre, meski tidak memakai sihir.
Ogre itu berevolusi, dan Kanna menjelaskan kalau sihir dari Ogre ini meningkat cukup pesat.
"Dengan begini, aku malah menjadi bawahanmu Maha. Tapi akan aku terima, sebagai ganti nama yang kau berikan padaku." Richard lalu berjongkok dan menekuk lututnya, memberikan penghormatan pada Maha.
__ADS_1
"Namaku adalah Richard, seorang pelindung bagi baginda Maha."