
Setelah Maha pergi meninggalkan Merlin dan Kanna, Merlin bertanya-tanya, mengapa Maha tidak melawan perbuatan dari geng itu.
Dilain sisi, Kanna lalu bertanya pada Merlin yang sebelumnya terkesan menghormati Maha saat di kelas, Kanna tahu itu karena saat dari toilet tadi dan lewat di depan kelas 1-B, Ia tak sengaja mendengarnya.
"Tuan Merlin. Anda adalah penyihir kerajaan, lantas mengapa anda terkesan menghormati anak bernama Maha ini?"
"Putri Kanna, semua itu bisa terjawab nanti. Setelah anda tahu sendiri dengan mata kepala anda, siapa sosok Maha ini sebenarnya." Jawab Merlin.
Maha yang tadi meninggalkan mereka berdua, kini melihat Jeevan sedang menunggunya di balik tembok, sudut gedung akademi.
"Aman Maha?" Tanya Jeevan, lalu Maha menepuk kepala Jeevan.
"Aman dari bahaya, tapi tidak dari kepolosanmu." Balas Maha.
Apa yang dimaksud Maha dengan kepolosan Jeevan ini adalah, saat Jeevan meninggalkan Maha Ia tidak memberi kode maupun rencana. Dan ini membuat Maha bertanya-tanya.
Akhirnya mereka seua kembali ke kelas, karena waktu istirahat telah habis.
__ADS_1
Singkat cerita, saat jam pulang dari akademi Maha disuruh untuk bertemu dengan Merlin. Merlin yang ingin bertemu dengan Maha dan menanyakan beberapa hal.
Bertemulah Maha dan Merlin. Saat hanya berdua dengan Merlin, Maha tidak perlu menggunakan bahasa yang formal, karena Ia merasa kalau Merlin adalah guru yang dekat ayahnya, berarti Ia boleh dong dekat dengan Merlin.
"Mengapa kamu tidak membalas perbuatan geng mereka Maha?" Tanya Merlin membuka obrolan.
"Untuk apa? Kalau dipikir-pikir lagi, aku tidak akan menghasilkan apapun dengan membalas mereka."
"Apakah Nathan mengajarimu ilmu politik?"
"Ya tentu, tapi ayahku tidak mengajariku ilmu politik dari kerajaan ini. Aku tahu yang ayahku inginkan adalah agar diriku tidak hanya berpatokan dengan ilmu politik dari kerajaan ini saja."
"Aku tidak akan menjadi ayahku, aku akan menjadi aku."
Mendengar hal itu Merlin hanya bisa memalingkan pandangan dari Maha.
"Kamu tahu Maha, saat Nathan seusiamu, aku dan dia berkelana mengarungi lautan dan banyak daratan. Kami bukan dari Kerajaan Rayya, kami bisa tinggal di sini karena kami di beri pekerjaan oleh Sang Raja, saat kami hampir mati kelaparan."
__ADS_1
Maha yang belum pernah mendengar cerita tentang ayahnya, mendengar cerita dari Merlin itu, Maha jadi antusias.
"Setelah sekian lama kami tinggal di sini, akhirnya kami menjadikan Kerajaan Rayya ini sebagai tempat pulang kami, karena kota dan kerajaan ini lumayan damai. Waktu terus berlalu, hingga para pengungsi datang kemari, dan di saat itulah Nathan bertemu dengan Valencia."
Maha sebelumnya berpikir kalau Kerajaan Rayya ini adalah tanah air ayah dan ibunya, ternyata Ia salah.
"Sesaat setelah itulah, penjarahan dari kerajaan seberang mulai bermunculan. Dari perampasan harta rakyat, hingga di pasungnya Raja sebelumnya dari Kerajaan Rayya ini."
Mendengar hal itu, Maha berpikir kalau semua hal itu berlalu cukup cepat. Maha pun bertanya-lah pada Merlin tentang sesuatu.
"Merlin, apakah aku suatu saat bisa kamu pertemukan dengan Raja?"
"Apa yang membuatmu ingin bertemu dengan Raja?" Tanya balik Merlin.
"Aku rasa, semua yang terjadi di kerajaan ini adalah hasil dari politik bilateral. Yang mana, ada pihak yang benar-benar ingin menjatuhkan kerajaan ini."
"Berhenti di situ Maha. Untuk saat ini, nikmatilah kehidupanmu di akademi ini. Dan, oh ya, dari tadi aku lihat kamu bersama seorang laki-laki, Jeevan ya kalo gak salah? Anak menteri kerajaan kan?"
__ADS_1
"Ya, kami bertemu saat aku baru pindah ke asrama, dia baik padaku, akan kumanfaatkan dengan benar kebaikannya itu." Ucap Maha dengan berjalan pergi meninggalkan Merlin.