
"Hanya itu saja uang kamu ketahui tentang ras Merlin?" Tanya Maha yang sudah selesai mencatat penjelasan Merlin.
"Oh ya, kamu penasaran apalagi?" Tnha balik Merlin.
"Rasmu, aku penasaran dengan rasmu. Tidak kuterima bila kamu beralasan apapun, kecuali kejujuranmu."
"Bukannya sudah jelas? Aku manusia."
"Tidak mungkinkan manusia memiliki kekuatan sihir sebesar milikmu. Ayahku bilang daya sihirmu terlalu besar, bahkan bisa merombak kerajaan ini dengan mudah."
"Apa yang diceritakan Nathan padamu?"
"Ayahku bilang, Merlin memiliki daya sihir melebihi daya sihir manusia normal."
"Ha..." Merlin menghembuskan nafas dengan rasa tertekannya.
"Ada-ada saja Nathan. Akan ku jelaskan, aku adalah manusia, namun aku telah berhenti jadi manusia sekitar dua puluh tahun yang lalu." Lanjut Merlin.
"Maksudnya?" Maha bingung dengan ungkapan Merlin, bagaimana seorang manusia berhenti menjadi manusia, sedangkan dia tetaplah manusia.
"Manusia adalah makhluk yang kompleks, namun akan ada beberapa orang akan mendobrak kekompleks-annya itu. Semisalnya aku, aku memang manusia, namun aku bukan lagi manusia karena sekarang aku adalah seorang lich."
"Lich? Apakah itu suatu ras lain?"
"Bukan, lich termasuk dalam ras manusia. Dan sebagai penjelasan, lich ini adalah manusia yang mendobrak daya sihir dari dirinya sendiri."
__ADS_1
"Aku masih belum bisa menangkap penjelasanmu Merlin."
"Intinya begini, aku manusia tapi tidak lagi bersifat normal manusia dalam hal sihir. Anggap saja manusia versi over power."
Di sini Maha masih bingung.
Jadi sebenarnya yang ingin di jelaskan oleh Merlin ialah, manusia di anggap sebagai makhluk yang memiliki batasan tertentu, dan seorang lich seperti Merlin ini adalah manusia yang melebihi batasan tersebut dalam segi daya sihir.
Ada juga manusia yang melebihi daya otot manusia, meski ukurannya sama dengan manusia, mereka tetap di sebut Giant.
Dan masih banyak lagi bermacam manusia yang melebihi batasan lainnya, namun akan dijelaskan lagi di kesempatan lain ya~
Kembali ke Maha dan Merlin. Maha yang masih penasaran dengan penjelasan Merlin, dia pun berencana pergi ke perpustakaan sepulang dari akademi.
"Kak." Sapa Maha pada Ayyra.
"Ho~ Maha... Pulang dari akademi?"
"Iya. Aku diberitahu beberapa pengetahuan oleh Merlin. Salah satunya tentang ras Kak Ayyra."
"Begitukah? Jadi, kamu tidak takut denganku?"
"Takut kenapa?"
"Katamu, Merlin memberitahu ras asliku padamu, kok kamu gak tau."
__ADS_1
"Iya half-demon kan?"
"Iya, lalu?" Heran Ayyra, karena Ayyra menganggap Merlin memberitahu tentang kejamnya ras demon pada Maha.
"Lalu apa kak?"
Ayyra pun sadar tentang ketidaktahuan Maha tentang ras demon yang seutuhnya, dan berniat untuk menjelaskannya pada Maha.
"Jadi Maha. Ras demon itu adalah ras yang paling kejam diantara ras lainnya." Ungkap Ayyra.
"Lalu kak?"
"Ya, aku kan half-demon, kamu gak takut?"
"Sejauh ini sih, tidak kak." Jawab Maha. Ayyra lagi-lagi dibuat keheranan dengan jawaban Maha yang satu ini.
"Maha. Ini pesan dariku, jauhi ras demon." Ujar Ayyra.
"Loh kenapa kak? Bukannya mereka akan sangat berguna bila bisa membantuku membangun tujuanku?"
Ayyra yang bukannya tenang, makin keheranan lagi dengan pemikiran Maha yang dikiranya asal ngomong.
"Aku tidak mau ada batasan antar ras kak, aku ingin semua ikut membangun." Sambung Maha lalu berdiri dan membelakangi Ayyra.
"Kakak lihat berapa banyak orang diluar sana yang hanya bisa tersungkur, duduk lemas beralaskan tanah? Coba bayangkan apa yang akan terjadi bila Raja mau memperkerjakan mereka." Ucap Maha
__ADS_1