MAHA : Sang Alkemis Kejam

MAHA : Sang Alkemis Kejam
Buku Bantahan


__ADS_3

Esok harinya, saat jam istirahat di akademi, Maha dan Jeevan sedang ngobrol di ruang kelasnya Maha. Saat itulah Maha merasa makin menjadi bahan bicaraan teman-teman kelasnya.


Yang teman-teman kelas Maha bicarakan adalah perihal Kanna yang kemarin tiba-tiba berteriak saat Maha mulai dirudung.


"Wah, kamu jadi populer seperti ini Maha." Ucap Jeevan.


"Aku tidak butuh popularitas. Ini semua gara-gara putri merepotkan itu."


"Lah kamu kok tahu, kalau Kanna itu seorang putri."


"Ada yang memberitahukan kepadaku."


"Hah siapa?"


Sesaat setelah Jeevan bertanya hal itu, tiba-tiba Kanna datang pada mereka berdua. Jeevan kaget, dan Maha menunjukkan muka kesalnya.


"Apa lagi yang kamu inginkan?" Tanya Maha pada Kanna yang melototinya.


"Tidak ada. Kanna hanya penasaran denganmu." Jawab Kanna.


Kalian tahu apa yang Jeevan lakukan? Dia kabur dari obrolannya dengan Maha, dan pergi meninggalkan Maha dan Kanna, membuat Maha kesal.


"Maha, siapa kamu sebenarnya? Jeevan berkata kalau kamu bukan rakyat biasa, Merlin juga bilang seperti itu."

__ADS_1


"Aku bukan rakyat biasa?" Maha bingung dengan ungkapan Kanna.


"Aku tidak tahu maksud Jeevan dan Merlin. Setidaknya satu hal yang pasti dariku, aku bukan anak-anak Gereja Suci yang tidak terpaku di dalam satu kepercayaan."


Lalu setelah itu, Kanna mengeluarkan sebuah buku tebal dari tas kecilnya, berjudul "Lost in Belief"


"Kamu tahu ini Maha?"


"Apa ini? Kitab Suci?"


"Bukan, ini sebaliknya. Buku ini berisi bantahan-bantahan dari Kitab Suci."


Maha mengambil buku itu karena penasaran, dan mulai membuka dan membaca buku itu.


Setelah beberapa halaman yang Maha baca, ada banyak hal yang membuat Maha kebingungan.


"Tidak, Kanna tidak membawa Kitab Suci."


Maha berniat ingin membandingkan isi Kitab Suci dan isi buku itu. Karena bantahan yang ada di buku itu sedikit melenceng dari norma-norma yang ada.


Mulai dari diizinkannya pembulian terhadap orang lain, dan hal-hal lain yang aneh-lah.


Jeevan tiba-tiba datang dan memberikan Kitab Suci pada Maha dan Jeevan.

__ADS_1


"Maha, Kanna ini anak kecil, dia tidak akan mengimbangi pola pikirmu." Ucap Jeevan saat memberikan Kitab Suci, lalu kabur lagi.


"Apa maksud Jeevan?" Tanya Kanna.


"Entahlah."


Saat Maha memegang Kitab Suci, semua teman kelasnya tiba-tiba menatap Maha.


"Oi Kanna, kenapa semua orang menatapku saat aku memegang Kitab Suci?"


"Biasanya seseorang akan berdoa, dan minta izin Tuhan untuk membuka kitab ini."


"Yasudah kamu buka saja kitab ini, dan bacakan padaku isi dari halaman yang aku minta. Aku akan bandingkan dengan bantahan yang ada di buku ini."


"Baiklah." Jawab singkat Kanna. Lalu Kanna berdoa, dan mulai membuka kitab itu.


"Akan kubandingkan satu hal saja dari yang ada di buku ini."


"Buka halaman 13, dan baca bait pertama." Suruh Maha pada Kanna.


"Di sini tertulis, Jadilah manusia yang mencintai terhadap sesama, tidak hanya kepada manusia, cintailah segala makhluk Tuhan. Maksud segala disini adalah merujuk pada hewan dan tumbuhan."


"Di buku ini tertulis bantahan seperti ini, Para monster juga makhluk Tuhan, lucu sekali bila harus mencintai mereka. Dari satu bantahan ini saja, aku rasa buku ini adalah buku yang bersifat profokatif. Sebaiknya buku ini tidak disebar luaskan."

__ADS_1


"Lalu dari bantahan itu apa yang membuatnya tidak logis menurutmu Maha?"


"Bukankah sudah jelas? Dari tata bahasanya ini menunjukkan kalau pembuat buku ini hanya main-main. Dan aku yakin pembuat buku ini bukanlah orang yang mendalami kepercayaan kalian."


__ADS_2