MAHA : Sang Alkemis Kejam

MAHA : Sang Alkemis Kejam
Tertipu


__ADS_3

Di jalan menuju Menteri Pembangunan di gedung yang sebelumnya dipasrahkan pada langkah pertama Maha, Maha dan Kanna berbincang saling memaki.


"Kenapa harus bersamamu." Ucap Maha dengan nada kesal.


"Harusnya aku yang bertanya seperti itu. Kalau bukan karena Tuan Merlin, tidak mungkin aku mengikutimu." Jawab Kanna.


"Baiklah, silahkan kalau kamu mau kembali ke kerajaan, aku tidak melarangmu."


"Apa maksudmu? Tuan Merlin adalah guruku, dan segala yang diucapkannya adalah perintah." Bentak Kanna pada Maha.


"Heh... Omong kosong. Tidakkah kamu merasa bodoh, bila segala sesuatu yang kamu lakukan itu bukanlah gerakan hatimu sendiri?"


"Apa maksudmu?" Tanya Kanna, kini menurunkan nada bicaranya, karena heran dengan ucapan Maha.


"Aku akan memberikanmu contoh sederhana dari perilakumu yang ku anggap membuatmu terkekang. Dari kepercayaan di kerajaan ini, aku tidak akan menyalahkan kepercayaannya, yang kulihat teman-teman seangkatan kita, terutama dirimu. Aku hanya melihatmu mengikuti ritual peribadatan terus menerus, tapi tidak terlintas dimataku kamu menikmatinya. Dan aku rasa itu adalah salah satu yang membuatku beranggapan kalau kamu hidup dibawah kekangan." Jelas Maha.


"Lalu apa? Apakah ada yang membuatmu merasa hidup bebas?" Tanya Kanna.

__ADS_1


"Untukku? Kebebasan hanyalah omong kosong bila tidak diinginkan, untuk sekarang aku berpikir kalau aku akan melakukan apapun karena keinginanku sendiri, bahkan bila melalui hal yang mengancam nyawaku." Jawab Maha sedikit lebih serius dari sebelumnya.


"Enak ya, jadi kamu. Bisa melakukan apapun, sedangkan aku, aku membawa nama kerajaan. Kalau sampai aku mengotorinya, tamatlah aku."


"Enak? Aku malah berpikir lebih enak kalau aku memiliki sistem kepercayaan pada diriku, seperti yang ada padamu."


"Alasannya?"


"Tidak perlu kusebutkan. Lagian untuk perempuan yang membenciku, tidaklah bergunakan mengetahui opini ku." Jawab Maha berusaha menghindari pertanyaan Kanna.


Sedangkan Kanna, memiliki sistem kepercayaan pada dirinya karena dia benar-benar percaya. Untuk itulah Kanna sangat taat pada kepercayaan yang ada di Kerajaan Rayya. Dan hal itulah yang membuat Maha berpikir kalau Kanna terkekang dengan kepercayaan itu.


Setelah beberapa menit berjalan, mereka sampai di gedung tujuan mereka untuk menemui Menteri Pembangunan.


"Halo, Bos muda dan Tuan Putri." Sapa Menteri.


"Yo~ Aku diminta untuk datang kesini oleh Merlin. Katanya anda mencariku, ada keperluan apa?" Tanya Maha.

__ADS_1


"Mencarimu? Tidak, aku tidak sedang mencarimu. Aku akan mengadakan rapat dengan para anak buahku, untuk membangun sekolah rakyat seperti yang kau bilang." Jawab Menteri Pembangunan.


Maha dan Kanna pun kesal pada Merlin, karena merasa tertipu dengan ucapannya.


"Oh baiklah, selamat bekerja. Dan usahakan mendapat hasil yang bagus. Aku beberapa hari kedepan akan mulai berangkat berkelana, jadi aku meminta pada anda untuk menjaga hasil kita selama ini." Ucap Maha menahan emosi.


"Tentu Bos. Lagian, kita tidak sedang membangun sesuatu yang berbahaya. Aku yakin semua rakyat kerajaan akan senang mendengar pembangunan ini." Balas Menteri Pembangunan.


"Baiklah, kami pergi dulu." Ucap Maha lalu meninggalkan gedung itu.


"Merlin brengsek." Ucap Kanna di tengah perjalanan.


"Ah~ Aku malas, kamu saja temui Merlin. Aku akan kembali ke asrama, aku akan mengemasi beberapa barangku." Ujar Maha.


"Haaaa?! Kalau kamu kembali ke asrama, tidak ada yang memarahi Merlin." Ucap Kanna dengan nada kesalnya.


"Percuma-percuma. Sudah terjadi, ya biarkan saja." Ucap Maha pergi meninggalkan Kanna.

__ADS_1


__ADS_2