
"Biarkan aku bertanya padamu, Karin. Hal ini mungkin akan menyinggungmu, tapi ini membuatku penasaran. Berita yang tersebar di kalangan manusia adalah, bahwa ras Demon adalah ras terkejam, menurutmu mengapa?" Tanya Maha pada Karin.
"Kurasa hal itu benar adanya, Maha. Kami memang ras terkejam, sedikit dari kami yang bertindak atas hati nurani kami, banyak dari kami yang bergerak karena nafsu memburu dan membunuh." Jelas Karin.
"Tapi saat ini adalah masa sulit bagi kami, karena kami tidak memiliki raja iblis sebagai perlindungan, jadi kami harus waspada dengan ras lain." Sambung Karin.
"Sekarang kalian tidak memiliki pemimpin, lalu kenapa tidak mencarinya?" Tanya Maha.
"Pemimpin demon berbeda dengan pemimpin seperti di kerajaan, pemimpin yang mampu menjadi kandidat raja iblis sangatlah sedikit, bahkan untuk sekarang tidak dijumpai seorang pun yang memenuhi kandidat itu." Jelas Karin.
"Apa yang diperlukan untuk menjadi raja iblis?" Tanya Maha lagi.
"Selain memiliki daya sihir yang kuat, seorang kandidat harus memiliki daya pikir yang kuat. Itu hanya contoh kecil, selebihnya seorang kandidat harus memiliki ciri khas yang unik dalam memimpin, dan bisa diakui oleh demon lain." Jelas Karin lagi.
"Apakah manusia seperti Kanna bisa menjadi raja iblis itu?" Tanya Maha, yang membuat Merlin dan Kanna langsung melihat kearahnya.
"Apa maksudmu?" Tanya Karin pada Kanna.
__ADS_1
"Kanna adalah perempuan yang memiliki daya sihir yang besar, dan aku yakin dia adalah seorang pemikir yang tegas. Kelebihannya adalah daya ingat yang kuat. Kupikir itu cukup untuk menjadi raja iblis." Jelas Maha yang makin membuat Kanna cemas.
"Oh mungkin lima tahun lagi dia akan menjadi penguasa seluruh ras haha." Ucap Karin terkesan bercanda.
"Oh tentu, aku akan mengawasinya untuk menjadi penguasa segalanya." Ucap Maha, semua sontak kaget, tak terkecuali Karin.
"Apa maksudmu Maha?" Tanya Merlin.
"Tidak, aku hanya bercanda." Jawab Maha, dia bilang bercanda tapi raut mukanya menunjukkan keseriusannya.
Karin merasa Maha akan mewujudkan ucapannya tersebut, Karin pun kembali bertanya pada Maha.
"Tidak, aku tidak tertarik untuk menjadi seorang penguasa. Setidaknya alasanku adalah karena aku tidak mau kerepotan." Jawab Maha.
Setelah beberapa menit mengobrol, Karin meninggalkan mereka bertiga, dan Kanna mulai membuka obrolan untuk berdiskusi.
"Aku rasa kau serius untuk menjadikanku kandidat raja iblis, Maha?" Tanya Kanna.
__ADS_1
"Tidak, aku hanya bercanda. Aku akan menjadikanmu penguasa, agar kamu benar-benar mewujudkan impianmu tentang kedamaian." Jelas Maha.
"Kalian sebaiknya lebih hati-hati lagi mulai saat ini, seperti yang kuceritakan kemarin tentang kelahiran kalian berdua." Ucap Merlin.
"Terutama Maha. Kamu barusan menerima barang dari Karin, aku merasakan sihir yang luar biasa besar dari liontin ini." Sambung Merlin.
"Liontin? Bukankah ini kalung biasa." Tanya Maha.
"Kalung biasa tidak mungkin memiliki batu mineral di bandulnya, seperti ini." Jelas Merlin lagi.
"Oke, jadi kita sudah bermalam selama semalam di sini, apakah kita akan berangkat hri ini juga?" Sambung Merlin.
"Kanna mungkin butuh istirahat Merlin, tubuhnya tidak begitu baik kondisinya." Jawab Maha.
"Tidak-tidak, aku baik-baik saja kok. Lihat, aku tidak terlihat letih kan?" Balas Kanna.
"Tidak yang kumaksud bukan fisikmu Kanna, tapi detak jantungmu masuh belum stabil, itu akan membahayakanmu dan akan menghambat perjalanan kita." Jelas Maha.
__ADS_1
"Baiklah, kalian jalan-jalan saja dulu. Aku akan mencoba berinteraksi dengan beberapa demon." Ucap Merlin.