MAHA : Sang Alkemis Kejam

MAHA : Sang Alkemis Kejam
Anak Laki-laki


__ADS_3

Di sebuah kota kecil, di Kerajaan Rayya, hiduplah pasangan suami istri. Sang suami bernama Nathan, dan sang istri bernama Valencia. Pada malam itu, tahun 107 kalender Rayya, pasangan itu akan diberkati seorang anak.


Malam tersebut sangat mencekam bagi keduanya, tidak hanya karena Valencia yang akan melahirkan anak mereka, namun ada hal yang lebih genting lagi. Valencia melahirkan anak tersebut ditengah badai besar dan gemuruh peperangan diluar rumah mereka.


Nathan hanya warga sipil, Ia tidak diwajibkan ikut dalam peperangan tersebut. Jadi, Ia menemani sang istri yang sedang bersalin saat itu.


Keadaan kian memuncak, hingga pada akhirnya badai di luar rumah mereka reda. Dan gemuruh peperangan mulai sunyi. Bertepatan dengan lahirnya anak mereka berdua.


"Sungguh perjuangan yang luar biasa, Sayang." Ucap Nathan pada istrinya, yang saat itu telah membopong anak mereka.


"Akankah kita bisa bertahan hidup di kerajaan ini? Aku hanya takut anak kita nantinya merasakan peperangan yang tiada henti ini." Jawab Valencia lalu menoleh kearah luar jendela.


Keduanya hanya bisa menatapi sisa-sisa badai dan perang yang sebelumnya terjadi.


Namun, tak lama setelah itu, Nathan memikirkan hal yang sedikit nyeleneh.

__ADS_1


"Sayangku, aku akan memberi nama anak laki-laki kita ini dengan nama Maha. Akan aku ajarkan segala ilmu yang dahulu pernah aku pelajari. Kelak nanti Ia akan aku kenalkan kepada guruku Sang Merlin." Ucap Nathan dengan penuh ambisi pada Valencia.


"Sayang, itu adalah hal paling beresiko. Bukankah lebih baik kita pergi dari kerajaan ini?" Heran Valencia, pada ucapan Nathan.


"Dulu kita bertemu pertama kali di kerajaan ini. Dan kerajaan ini adalah tanah kelahiran Maha. Jadi aku akan mengajarkannya berbagai hal, apapun itu, agar Ia mencintai tanah kelahirannya ini. Lagipula Raja kan pernah menolong kita, bukankah tidak sopan bila kita tiba-tiba kabur." Jelas Nathan.


"Hmmm... Baiklah, kupikir akan sia-sia juga kalau kita pergi dari kerajaan ini. Kita tidak memiliki kerabat lagi di luar sana."


Setelah berbincang cukup lama, keduanya mulai meladeni Maha.


Untuk sekedar informasi, Merlin adalah seorang ahli sihir, yang mana pada saat itu Ia dikagumi oleh banyak kalangan.


Mereka semua berbincang di ruang tamu.


"Selamat Nathan, sekarang kamu adalah seorang ayah." Ucap Merlin.

__ADS_1


"Terimakasih Merlin. Tapi saat ini aku sedang bimbang, apakah keputusanku benar bila aku membiarkan anakku besar di daerah peperangan seperti Kerajaan Rayya ini?" Tanya Nathan.


"Kenapa tidak, anakmu kelak akan memiliki bakat yang luar biasa. Aku yakin dia akan membantu kerajaan ini agar tidak lagi jatuh ke tangan yang salah. Tapi ingat ini Nathan, apapun yang terjadi, sekolahkan dia di akademi kerajaan. Meski tidak punya biaya, tetap sekolahkan." Jelas Merlin pada Nathan.


"Apakah akan ada terjadi sesuatu Merlin, hingga aku harus memaksakan dia untuk bersekolah di akademi?" Tanya Nathan.


"Sttt... Sudah Sayang, kamu gendong Maha. Aku akan membuatkan minuman untuk kalian berdua." Ucap Valencia memotong pembicaraan lalu memberikan Maha pada Nathan. Dan lalu pergi ke arah dapur.


"Namanya Maha? Nama yang bagus Nathan. Saat berada di akademi nanti aku berharap dia bisa membuatku tertarik padanya Nathan. Coba aku akan menggendongnya Nathan." Ucap Merlin. Lalu Nathan memberikan Maha pada Merlin.


"Wah." Merlin nampak terkejut.


"Kenapa Merlin?"


"Dia ngompol."

__ADS_1


Yah gak seru deh kalo gini ceritanya.


__ADS_2