
Setelah itu Valencia yang sebelumnya membuatkan minum pada keduanya, akhirnya datang dan segera membersihkan Maha kecil yang ngompol.
Setelah itu Nathan dan sang guru, Merlin, kini sedang berbincang berdua. Merlin menjelaskan maksud sebenarnya Ia datang kerumah Nathan.
"Hari ini, di tengah medan peperangan ini, di tengah badai yang melanda tadi, anakmu Maha lahir bertepatan dengan lahirnya Putri Kerajaan Rayya. Aku kemari memberikan informasi ini karena Raja berkata bahwa bila Ia mendapati mimpi, kalau saat anak putrinya lahir bertepatan dengan anak lain, maka anak tersebut adalah seorang timbangan." Jelas Merlin.
"Timbangan?" Tanya Nathan.
"Ya. Maksudku, dia bisa menjadi penyelamat bagi kerajaan ini atau bahkan sebaliknya, yang nanti akan menggulingkan kerajaan ini. Maka dari itu Nathan, karena saat nanti anakmu mulai bisa belajar di akademi, aku akan ditugaskan oleh Raja untuk mengawasi sekaligus mengajar Putri dan angkatannya."
"Akan kuceritakan hal ini pada Valencia, karena mau bagaimanapun juga, Maha adalah anak kami yang pertama. Dan juga, sebelum nantinya Maha memasuki akademi, akan aku ajarkan semua ilmu yang engkau berikan padaku dahulu untuk Maha. Aku tidak mau nantinya Ia akan dipermalukan bila tidak membawa landasan ilmu apapun."
__ADS_1
"Ya itu terserah dirimu. Aku akan menunggu hal terbaik dari Maha nantinya. Oh iya dan kalau ada yang bertanya tentang kelahiran Maha, jangan spesifik menyebutkan tanggal lahirnya, sebutkan saja bulan Ia lahir. Walaupun hal ini bukan perintah Raja, tapi siapa tahu informasi tentang mimpi Raja bocor dan bisa jadi Maha malah dijadikan alat oleh oknum tak bertanggung jawab."
"Baiklah Merlin."
Setelah itu Merlin berpamitan pada Nathan, karena tugasnya yang diutus untuk menemui Maha oleh Sang Raja telah selesai.
Setelah Merlin pamit, Valencia menggendong Maha yang sedang tertidur ke ruang tamu dan bertanya pada Nathan, apa saja yang Ia bicarakan bersama Merlin.
"Seorang putri?" Tanya Valencia.
"Iya, aku akan bimbang nantinya dengan masa depan Maha, akankah dia malah memberatkan keputusannya akan hal asmara atau landasan ilmu." Jawab Nathan.
__ADS_1
Karena seperti yang Merlin tadi bilang, Maha bisa jadi adalah seorang timbangan. Yang mana timbangan itu bisa memperbaiki atau malah merusak kerajaan ini. Yang Nathan takutkan ialah, bila nantinya Maha menjadi seorang yang lebih mencintai gadis tapi tidak mencintai tanah kerajaannya.
"Mau tidak mau aku harus benar-benar berpikir dalam mengajarkan ilmu pada Maha, keadaan Maha di masa yang akan datang, akan aku perhitungkan dengan sungguh-sungguh." Lanjut Nathan.
Ya setelah itu keduanya mulai memikirkan nasib Maha di masa yang akan datang nantinya. Karena memang, selain ekonomi mereka yang terbilang cukup kekurangan, kini mereka sedang berada di tengah-tengah medan peperangan.
Di sisi lain, ketika Nathan hendak mengajukan sebuah ide pada istrinya, bila Ia ingin merantau ke daerah anti perang, Ia lebih berpikir lagi. Karena Ia saat ini punya tugas untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang telah Ia dapati saat berguru pada Merlin.
Dari hasil pemikiran mereka setelah beberapa hari, akhirnya Nathan menyewa sebuah lahan persawahan yang mana hasil sewa tersebut bisa Ia manfaatkan untuk memasukkan Maha pada akademi kerajaan nantinya.
Karena Kerajaan Rayya adalah medan pertempuran dari peperangan jangka panjang, jadi harga sewa yang ada sangatlah tinggi. Karena memang lahan pertanian bisa sangat sulit ditumbuhi tanaman, itu terjadi karena efek peperangan tersebut.
__ADS_1