MAHA : Sang Alkemis Kejam

MAHA : Sang Alkemis Kejam
Pertarungan Merlin dan Karin


__ADS_3

Selagi Maha dan Kanna sedang asyik memakan makanan yang ada, kita beralih ke Merlin.


Merlin saat ini sedang berada di ruangan Karin, untuk menanyakan beberapa hal tentang yang Karin ketahui tentang Maha dan Kanna.


"Aku tahu mereka bukan anak kembar, dan aku tahu mereka berdua lahir di hari dan situasi yang sama." Ucap Karin.


"Kumohon padamu untuk tidak memberitakan hal itu pada siapapun." Balas Merlin.


"Dari Kanna aku melihat daya sihir yang kuat, tapi daya sihirmu lebih besar dari pada Kanna. Dan aku merasakan adanya sihir lain, selain sihirnya para manusia di dalam dirimu. Aku merasakan adanya sihir penarikan jiwa padamu, yang mana sihir itu hanya di miliki oleh seorang undead." Ucap Karin yang curiga pada Merlin, dan merasa Merlin bukanlah seorang manusia normal.


Merlin merasa dirinya tidak akan bisa menutup identitasnya pada Karin, akhirnya dia menunjukkan wujudnya yang asli pada Karin.


"Aku Merlin, seorang Lich." Ucap Merlin sambil merubah tampilan.


"Merlin? Terdengar tidak asing, kurasa kita pernah bertemu sebelumnya." Balas Karin.


"Merlin, aku rasa ada berita yang membuat anak-anak di kerajaan manusia menjadi takut pada ras kami." Sambung Karin.


"Tidak, semua ras yang kutemui telah menganggap ras kalian ras terkejam. Saat pertama kali masuk ke kota ini aku merasa terintimidasi." Jawab Merlin.


"Apalun itu terserahlah. Kami memang kejam beberapa ratus tahun terakhir, karena raja iblis kami adalah seorang yang suka membuat onar, dan itulah mengapa kursi raja iblis telah lama kosong, karena kami takut akan adanya pemimpin yang salah." Jelas Karin.


"Aku rasa, anak yang bernama Maha itu akan cocok mengisi singgasana raja iblis itu." Sambung Karin.


"Kalaupunaha mau menjadi raja iblis, aku sarankan tidak menunjuk dia." Ucap Merlin, membuat Karin heran.


"Mengapa begitu Merlin?"


"Dia tidak mau dijadikan seorang pemimpin. Beberapa tahun belakangan dia membangun sesuatu hal di kerajaan kami, dan dia hanya membangun, kepemimpinannya ia amanahkan kepada orang lain. Kurasa alasanya tentang dia tidak mau direpotkan adalah benar adanya." Jelas Merlin.


"Baiklah. Tapi aku tetap akan menjanjikan singgasana raja iblis padanya." Balas Karin.


"Mengapa?" Tanya Merlin.


"Temanku adalah seorang peramal, dan dia melihat ada sesuatu yang menarik pada masa depan Maha. Dan aku bisa melihat adanya Chaos and Order, pada dirinya." Jelas Karin yang membuat Merlin kaget.

__ADS_1


"Bisakah kau tidak menyebar berita tentang hal itu dari khalayak umum?" Tanya Merlin.


"Tentu. Karena hal ini akan menguntungkanku di kemudian hari. Bukankah unik, seorang manusia memiliki kemampuan malaikat seperti ini?" Ucap Karin.


"Malaikat?" Heran Merlin, karena belum begitu tahu tentang timbangan atau Chaos and Order di dalam Maha.


"Ya, beberapa kepercayaan di antara para Demon ada yang percaya kalau para malaikat memberikan kekuatannya pada makhluk pilihan Tuhan." Jelas Karin.


"Adakah tujuan khusus untuk itu?" Tanya Merlin.


"Setidaknya yang aku tahu, kekuatan itu yang akan merubah tatanan dunia, sebab itu Tuhan memilih orang yang tepat." Sambung Karin menjelaskan.


Merlin setelah sekian lama mencari jawaban tentang timbangan, akhirnya mengerti setelah Karin memberikan beberapa penjelasan.


"Ngomong-ngomong, tidak mungkin seorang Lich sepertimu masih berusia pendek, berapa usiamu?" Tanya Karin.


"Yang kuingat aku hidup sudah dua ratusan tahun. Sisa waktuku mungkin hanya tinggal se-abad, karena setelah berusia tiga ratus tahun, kehidupan Lich akan berakhir." Jelas Merlin.


"Bukankah kau telah salah Merlin? Seorang Lich adalah pengendali kematian, harusnya bisa memperpanjang usianya sendiri." Tanya Karin.


"Apakah kau merasa bosan untuk hidup, Merlin? Kurasa aku bisa membunuhmu sekarang juga."


Lalu muncullah sebuah tongkat di hadapan Karin. Karin tersenyum ke arah Merlin dan memejamkan matanya, seolah menyuruh Merlin menerimanya.


Merlin yang sadar akan hal itu, segera merubah wujudnya menjadi Alka dan memunculkan tongkatnya. Di sini hanya ajang pembuktian Merlin kalau dia benar-benar manusia yang memiliki daya sihir yang hebat pada Karin. Dan Karin hanya berniat mengetes Merlin.


"Lebih baik kita pergi ke tempat yang luas, Merlin." Ucap Karin, lalu menjentikkan jarinya.


Dan mereka pun langsung berteleportasi menuju daratan kosong yang luas.


"Tempat apa ini?" Tanya Merlin.


"Ini adalah dimensi yang aku buat, dan ini hanya bisa dibuat oleh seorang Demon." Jawab Karin.


Mereka pun bersiap untuk bertanding, dan segera memulai pertandingannya.

__ADS_1


Mereka mengeluarkan segenap kekuatan yang mereka miliki, terutama Merlin. Dia harus ekstra berusaha, karena tubuhnya adalah tubuh manusia yang lemah, sedangkan Karin, dia seorang Demon dengan tubuh kokoh yang mampu berusia lebih panjang daripada manusia.


"Untuk ukuran manusia tua sepertimu, tidak buruk juga Merlin." Ucap Karin yang sedang tersenyum dan melayang diatas angin.


"Aku sedang memaksakan tubuhku untuk bergerak, sekian lama aku tidak melakukan pertarungan." Jawab Merlin yang dipenuhi oleh keringatnya yang deras dan nafas yang terengah-engah.


"Hahaha... Ngomong-ngomong usiaku jauh lebih tua darimu Merlin, dan aku masih bernafas normal." Ucap Karin, lalu melanjutkan menyerang ke arah Merlin.


Merlin mulai kehilangan kesempatannya untuk menyerang, alhasil yang bisa ia lakukan hanya menangkis apapun yang dilemparkan Karin padanya.


"Apakah seorang Lich selemah ini Merlin?" Tanya Karin penuh semangat.


Merlin lalu menggunakan sihir terhebatnya, dan melepaskannya pada Karin. Sihir itu berupa sihir penariakan jiwa, yang mana sihir itu akan melemahkan fisik lawan.


"Lihatlah, bukankah ini curang Merlin?" Tanya Karin yang melihat daya fisik dari dirinya yang menjadi uap lalu diserap Merlin.


"Setidaknya ini kesempatan yang kupunya untuk menyerangmu Karin." Ucap Merlin.


Karin lalu turun dari terbangnya.


"Diss." Karin mengucap mantra yang bisa membatalkan segala sihir.


"Sayang sekali Merlin, penguasaan mantramu sangat abstrak hingga membuatku merasa sedikit kecewa." Ucap Karin lalu menjentikkan jari, yang membuat mereka kembali ke tempat Karin.


"Mengapa kecewa?" Tanya Merlin.


"Kurasa Maha dan Kanna butuh perlindungan yang lebih dari sekedar sihirmu." Jawab Karin.


"Kupikir karena hidupmu sudah dua abad, kau bisa berpikir normal. Ternyata tidak, saat melawanku kau hanya tegang, tidak ada ketenangan darimu makanya kau langsung menggunakan sihir pamungkasmu." Sambung Karin.


"Tunggu sebentar... Ucapan itu pernah kudengar sebelumnya, apakah mungkin kau adalah guruku dulu, Karin?" Tanya Merlin yang merasa pernah mendengar hasil pertandingan yang menjelaskan kalau dia tidak berpikir positif saat bertanding.


"Tidak mungkinlah, secara usia kita sudah berbeda jauh. Atau mungkin gurumu adalah temanku? Dia adalah manusia, seorang penyihir yang menjadi seorang Lich sama sepertimu." Tanya Karin.


"Guruku bernama Gandalf, apakah itu temanmu?" Tanya balik Merlin.

__ADS_1


"Wah, ya. Dia adalah teman baikku. Terakhir kami bertemu adalah sebelum adanya raja iblis yang membuat ras Demon dan Manusia saling berseteru." Jawab Karin.


__ADS_2