MAHA : Sang Alkemis Kejam

MAHA : Sang Alkemis Kejam
Berangkat Mengelana


__ADS_3

"Wah... Kamu membuatnya sendiri Valencia? Niat sekali kamu." Ucap Merlin saat Maha tengah bahagia.


"Iya, setidaknya jubah ini memiliki daya sihir yang mampu melindungi Maha." Balas Valencia.


"Bisa dibilang ini adalah armor ringan, Maha." Ucap Merlin.


Setelah melakukan beberapa salam perpisahan, Merlin, Maha dan Kanna, segera untuk pergi memulai perjalanan mereka.


Seperti yang Merlin bilang sebelumnya, tujuan pertama mereka adalah mencari seorang Saint. Namun, mencari Saint tidaklah mudah. Di samping jumlah para Saint yang diperkirakan hanya sedikit, tim Merlin kekurangan informasi tentang para Saint itu.


"Untuk yang pertama kemana kita akan pergi?" Tanya Maha pada Merlin.


"Hmm.. Benar juga, sepertiya kita akan menemui teman-temanku terlebih dahulu, di bagian ujung barat daratan. Mereka adalah para penyihir yang melegenda, mungkin kamu sudah tahu tentang mereka Maha, jumlah mereka tiga orang." Jawab Maha.


"Tiga orang dan melegenda?" Ucap Maha lalu berpikir dan mengingat apapun yang ia ingat tentang penyihir.


Tentu ingatan Maha langsung tertuju pada beberapa buku yang telah ia baca, beberapa waktu belakangan.


"Temperance Lloyd, Marry Trembles, dan Susan Edward?" Tanya Maha pada Merlin, memastikan yang ia ingat.

__ADS_1


"Benar sekali Maha. Merekalah yang akan kita temui terlebih dahulu." Jawab Merlin.


"Siapa mereka?" Tanya Kanna.


"Si Kejam, Lloyd. Yang Terlatih, Marry. Si Lembut, Susan. Mereka adalah penyihir terbaik di era sekarang." Jelas Maha menjawab pertanyaan Kanna.


"Di era sekarang?"


"Iya, tidak seperti Merlin, mereka hanya manusia biasa. Dan pasti setiap era akan memiliki para legendanya masing-masing." Jelas Maha lagi.


Mereka terus berjalan, sesekali berhenti untuk beristirahat. Mereka istirahat bukan karena Kanna adalah perempuan, mereka beristirahat karena fisik Maha yang tidak begitu tangguh. Ya, apa yang diharapkan pada seorang kutu buku.


"Tidak apa-apa Putri, kita tidak terbatasi oleh waktu, kita bisa sampai di sana kapan saja." Ucap Merlin.


"Dengarkan itu Kanna." Ujar Maha dengan nafas terengah-engah.


"Nafas dulu baru ngomong." Ujar Kanna kesal.


"Sudah-sudah. Kita akan menyamar untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, terlebih sepertinya Putri Kanna lumayan terkenal di luar Rayya." Jelas Merlin lalu mengubah tampilannya dengan sihirnya.

__ADS_1


"Kalian mau berpenampilan seperti apa Maha dan Putri?" Sambung Merlin bertanya.


"Aku tidak perlu memakai sihir Merlin, aku menyiapkan pengecat rambut alami yang aku temukan. Aku membawa untuk dua porsi, kita gunakan padaku dan Kanna. Diperjalanan nanti aku dan Kanna akan mengaku sebagai saudara kembar." Balas Maha sambil mengeluarkan suatu barang.


"Saudara kembar?!" Tanya Kanna dengan nada tinggi, seolah tidak menerima itu.


"Hoo~ Ide yang bagus Maha. Putri ikuti saja rencana Maha, itu akan lebih mudah untuk kita melakukan perjalanan." Potong Merlin.


"Tapi bagaimana pengecat rambut itu bisa bertahan lama, mengapa hanya dua porsi yang kau bawa Maha?" Tanya Kanna sambil nada tinggi lagi.


"Kamu pikir hasil penelitianku ini akan bertahan sebentar? Ini adalah sebuah obat herbal, yang bisa bertahan kurang lebih lima tahun. Dan tidak memiliki efek samping." Jelas Maha pada Kanna.


"Begitu? Rambut berwarna apa yang bisa kamu hasilkan dari obatmu ini?" Tanya Merlin.


"Sederhananya, rambut yang dihasilkan adalah uban. Obat ini akan menutup pergerakan hormon tiroid, zat besi dan beberapa vitamin agar tidak menutrisi rambut. Keuntungannya, bisa menyamar dan tida perlu repot-repot untuk keramas." Jelas Maha.


"Baiklah-baiklah aku akan menerimannya." Ucap Kanna tiba-tiba.


Maha pun memberikan obat itu pada Kanna, dan Kanna menelannya, Maha pun melakukan hal yang sama.

__ADS_1


__ADS_2