
Singkat cerita, mereka sampai di perpustakaan tempat Ayyra. Dan tentu saja saat itu mereka langsung bertemu dengan Ayyra.
Di saat yang sama juga, Valencia berlari pada Ayyra dan segera memeluknya. Dan berkata kalau Ayyra telah membuatnya khawatir karena menghilang tiba-tiba.
"Kau tau Valencia? Aku tidaklah menua seperti kalian. Selain karena aku memiliki darah ras demon, ini juga karena campur tangan Merlin." Ucap Ayyra yang masih berada di pelukan Valencia.
"Nathan, bukannya dulu kau sering kemari, lalu mengapa tidak kau sadari aku ada disini?" Sambung Ayyra bertanya pada Nathan.
"Aku sempat berpikir kalau Pustakawan itu adalah kamu, tapi ya aku ragu dengan diriku sendiri." Jawab Nathan.
Ayyra pun menenangkan Valencia, dan mereka pun berbincang di ruang utama perpustakaan, yang tidak masalah bila terjadi kebisingan.
"Tapi setelah kita tidak berjumpa lumayan lama, aku salut kepada kalian berdua." Ucap Ayyra membuka obrolan.
"Kalian membesarkan Maha menjadi anak yang mampu berpikir panjang." Sambungnya.
"Aku sudah berusaha semaksimal mungkin, agar Maha tidak merasakan penderitaan yang sama dengan kerajaan ini nantinya." Jawab Nathan.
__ADS_1
"Iya, maksudku dia sungguh seorang pemikir. Tapi, aku segera tahu kalau Maha anak dari Valencia, terutama sifat bengisnya."
"Setuju. Tapi baguslah Maha memiliki sifat seperti ini, mana tahu nanti dia bisa menguasai seluruh ras yang ada haha." Ucap Nathan bercanda.
"Siap Ayah." Potong Maha yang langsung membuat Nathan dan Ayyra kaget.
"Terutama aku ingin bekerjasama dengan ras demon. Aku pikir akan menjadi hal yang indah, bila bisa berteman dengan mereka." Sambung Maha.
"Nah ini, ini Valencia banget. Aku jadi ingat dulu waktu Valencia tiba-tiba kepikiran untuk memperbudak ras demon." Ujar Ayyra.
"Tapi kan memang ada manfaatnya juga, Ayyra." Balas Valencia.
"Kesalahan Nathan adalah, membiarkan Maha tumbuh sebagai seorang yang tidak begitu memperdulikan orang lain. Maha akan besar menjadi sosok yang tidak terlengaruh dengan ucapan orang lain." Ujar Valencia.
"Terlebih dari itu, semua sifat Maha adalah sifat warisan dari Valencia, terutama sifat bengisnya." Sahut Nathan.
"Sepertinya dari pertama obrolan kita, mengapa aku merasa sedang dipojokkan?" Celetuk Maha.
__ADS_1
"Tidak Maha, kami hanya kagum padamu." Ucap Ayyra.
Setelah cukup lama mereka berbincang, Nathan dan Valencia pun berniat untuk pulang kerumah dan Maha kembali ke asrama, karena tidak terasa hari sudah menunjukkan waktu sendakala.
Sebelum Maha berpisah dengan orang tuanya, Nathan menyampaikan sesuatu pada Maha untuk terakhir kalinya.
"Anakku Maha, di tahun depan, di ulang tahunmu yang ke sembilan, sepertinya kami tidak bisa datang menemuimu." Ucap Nathan.
"Mengapa seperti itu Ayah?" Tanya Maha.
"Tidak ada hal khusus yang menyebabkan kami tidak menemuimu, hanya saja kami akan selalu menemuimu saat kamu menciptakan resolusi-resolusi baru untuk kerajaan."
"Benar begitu Ayah?"
"Tentu. Namun, sebagai catatan jangan membuat resolusi yang diluar nalar sampai membuat kami tidak bisa datang menemuimu."
"Akan aku usahakan Ayah. Tapi aku harus bersikap adil, meski itu untuk Ayah dan Ibu."
__ADS_1
"Baiklah, kita sudahi pertemuan kita sampai di sini. Maha, sekali lagi selamat ulang tahun, dan juga selalu jaga kesehatan agar resolusimu terus berkembang." Pesan Nathan pada Maha.
Nathan dan Valencia pun pergi dan Maha pun segera kembali ke asrama.