MAHA : Sang Alkemis Kejam

MAHA : Sang Alkemis Kejam
Kelahiran Putri Kanna


__ADS_3


Sebelum bercerita tentang Maha, kini kita akan beralih ke cerita keseharian Kanna, putri cantik dari Kerajaan Rayya ini. Dia adalah seorang putri bungsu Kerajaan Rayya.


Meski memiliki paras yang cantik, sosok Kanna akan menjadi hal yang merepotkan bagi tokoh utama kita yaitu Maha.


Karena dibalik sosok Kanna yang cantik ini, terdapat sifat lelaki di dirinya, atau lebih umumnya disebut tomboy. Tidak jahil pada orang lain, namun sifatnya menjadi semena-mena ketika bertemu dengan Maha.


Teringat peristiwa saat Maha akan dipukul oleh geng yang mengejeknya, lalu Kanna membantunya, tapi Maha tidak pernah sekalipun berterimakasih pada Kanna, dan hal itu yang membuat Kanna kesal terhadap Maha.


Ngomong-ngomong, kita putar kembli waktu di saat detik-detik kelahiran Kanna, memang tidak jauh berbeda dengan kelahiran Maha, yang terjadi huru-hara dimana-mana.


Saat kelahiran Kanna, Raja langsung menyuruh Merlin untuk mencari anak yang kelahirannya sama persis dengan Kanna.


"Merlin. Aku sebelumnya telah mendapati mimpi, akan ada anak yang kelahirannya sama seperti putriku, dan dia akan menjadi timbangan bagi kerajaan kita." Ujar Raja pada Merlin.

__ADS_1


"Timbangan?" Tanya Merlin belum mengerti.


"Ya, aku lihat dia memegang cahaya dan juga memegang bara api. Dia bisa menjadi sumber kekuatan bagi kerajaan kita, atau sebaliknya."


"Oh kalau begitu, akan aku cari anak itu saat ini juga." Balas Merlin, yang saat itu juga teringat Valencia yang saat mereka terakhir bertemu sedang hamil tua.


Merlin pun pergi menemui Nathan dan Valencia. Singkat cerita, Merlin kembali ke kerajaan dan melapor ke Raja saat mendapati informasi tentang anak yang ada di mimpi Raja itu.


"Nama anak itu adalah Maha, anak laki-laki dari teman lama kita, Nathan dan Valencia." Laporan dari Merlin pada Raja.


"Itu sudah pasti, saat aku menemuinya dia berkata akan membesarkan Maha dengan pengetahuannya sendiri."


"Suatu saat nanti aku berharap Maha dan Putriku bisa akrab. Kalau Putra Nathan tidak tumbuh di Gereja Suci, maka akan ku pastikan Putriku akan menjadi penolongnya, dan aku akan memberikan semua pelajaran yang ada di Gereja Suci pada Putriku."


"Sebagai pelengkap, begitu?"

__ADS_1


"Ya, kupikir ini adalah sebuah ide yang akan lumayan membantu Putra Nathan nantinya."


"Setidaknya kita bisa berharap, Maha tidak menjadi orang yang mengacaukan kerajaan nantinya. Uniknya Maha ini, tidak ada sedikitpun aliran sihir di dalam tubuhnya. Biasanya meski orang tidak bisa melakukan sihir pasti akan memiliki sedikit aliran itu."


"Mengapa begitu?"


"Kalau penjelasan lanjutnya aku kurang tahu, jadi kupikir akan bagus juga kalau Putrimu diberikan segala hal tentang sihir."


"Tentu. Akan kunamai Putriku dengan nama Kanna. Seorang putri bungsu dari Rayya yang akan menjadi salah satu pilar kita disaat yang akan datang nantinya."


Setelah itu ada acara pemberian nama pada Putri Kanna dan beruntungnya tidak ada peperangan yang berkelanjutan.


Singkat waktu, masa kecil Kanna di penuhi dengan pelajaran ilmu-ilmu sihir dari Merlin.


Kanna kecil tidak sepenuhnya tinggal di Gereja Suci, karena selain pengawasan dari pihak kerajaan, Kanna juga sering kasar pada orang lain.

__ADS_1


Dia masih tinggal di kerajaan, namun, saat siang sampai sore hari dia lebih sering menggunakan waktunya untuk pergi ke Gereja Suci untuk mengikuti pengajaran serta peribadatan di Gereja Suci.


__ADS_2