MAHA : Sang Alkemis Kejam

MAHA : Sang Alkemis Kejam
Menghadap Raja dari Rayya


__ADS_3

Singkat cerita, mereka telah sampai di pusat kerajaan dan menghadap Raja. Kanna yang saat itu bersama Maha dan Jeevan, langsung menuju ke samping Raja. Saat itu Merlin sudah berada di antara petinggi kerajaan yang berkumpul di sana.


Semua orang, termasuk Jeevan tunduk pada Raja, tapi Maha tidak tunduk, karena dia rasa dengan menerima undangan Raja sudah cukup untuk menghormatinya.


"Ini dia Raja, anak yang bernama Maha, dan yang berada di sampingnya ini adalah anak dari salah satu menteri kerajaan, Jeevan." Ucap Merlin menunjuk kearah Maha yang sedang berdiri tegap, dan Jeevan yang tertunduk.


"Senang bertemu denganmu, Maha dan Jeevan." Ucap Raja.


Maha hanya mengangguk, sedangkan Jeevan makin menunduk. Yang Jeevan lakukan itu membuat Maha kebingungan, dan Maha merasa yang dilakukan Jeevan terlalu berlebihan.


"Aku mengundangmu kemari hanya ingin melihat siapa dirimu, Maha." Sambung Raja.


"Sebenarnya tidak perlu mengundangku mungkin aku akan datang dengan sendirinya ke sini." Jawab Maha.


"Merlin berkata bahwa dirimu anak dari Nathan dan Valencia."

__ADS_1


"Ya, mereka orang tuaku."


Raja merasa, kalau Maha ini anak yang cuek dan jutek, yang mana akan merasa terganggu bila disuruh-suruh. Perasaan Raja ini, membuatnya penasaran dengan Maha yang masih berusia tujuh tahun ini. Benarkah seperti yang dikatakan oleh Merlin, kalau anak ini adalah pemikir yang kritis. Kalau dilihat dari usianya yang masih di bawah umur, Raja sedikit meragukannya.


"Kanna, sudah kamu tunjukkan kepada Maha, apa yang aku suruh kemarin?" Tanya Raja pada Kanna.


"Sudah ayah, Kanna sudah menunjukkan buku itu." Jawab Kanna.


Jeevan kaget, karena dia pikir, kalau Kanna menunjukkan buku bantahan dari Kitab Suci itu karena keinginan Kanna sendiri. Dan mendengar ucapan Kanna barusan, Jeevan jadi tahu kalau sebenarnya Kanna diperintah oleh Raja.


"Maha membandingkannya langsung dengan Kitab Suci, ayah." Jawab Kanna.


"Baiklah."


Lalu Raja pun turun dari singgasana dan menghampiri Maha, lalu memegang pundak kecil Maha. Dan sepertinya mulai membaca suatu bacaan. Mantra sihir? sepertinya bukan.

__ADS_1


"Tidak ada sedikit pun aliran sihir dari tubuh anak ini." Ucap sang Raja yang telah selesai membaca bacaan, lalu menoleh ke arah Merlin.


"Saya tahu itu Raja. Tapi apakah anda meragukan diri anda sendiri?" Tanya Merlin pada Raja, merujuk pada ramalan yang dulu Merlin jelaskan pada Nathan.


"Aku diberi wejangan oleh ayahku untuk memperbaiki kerajaan ini, dan aku harus memenuhi hal itu. Aku tidak perlu sihir untuk melakukan itu semua. Satu orang dengan sihir sudah cukup membantuku." Sahut Maha secara tiba-tiba.


"Oh begitu. Lalu apakah kamu butuh bantuan dariku untuk mencari orang yang bisa melakukan sihir?" Tanya Raja pada Maha.


"Aku juga tidak memerlukan bantuan anda untuk mencarikanku orang yang bisa melakukan sihir, aku sudah punya orang itu. Di sampingku, dia adalah temanku Jeevan, dia akan jadi orang yang kupercayai sebagai orang yang membantuku."


Jeevan yang tertunduk, hanya diam, dan tersenyum kecil mendengar ucapan Maha.


"Lalu Maha, apakah kamu akan mengambil alih kerajaan ini suatu saat nanti?" Tanya Raja.


"Untuk apa? Memimpin? Tidak, tidak, aku hanya akan membenahi kerajaan ini, aku tidak akan melebihi batas keinginan ayahku." Jawab Maha.

__ADS_1


"Apa rencana pertamamu memperbaiki kerajaan ini?" Sambung Raja bertanya.


__ADS_2