MAHA : Sang Alkemis Kejam

MAHA : Sang Alkemis Kejam
Abadi adalah Kutukan


__ADS_3

"Sampaikan pada Merlin kalau kau telah menemuiku. Kali ini aku akan terus mengawasimu dan saudarimu. Akan aku berikan kutukan padamu nak, kalau daratan ini tidak sepenuhnya damai, maka jangan harap kamu bisa merasakan kematian." Balas Susan. Lalu melepas Richard dan segera pergi dari hadapan Maha dan Kanna.


"Hain, bukankah itu anugerah bila tidak bisa mati?"


"Aku tidak tau dasar pemikiranmu, Maha. Semakin lama kau hidup maka semakin banyak penderitaan yang kau alami, dan itulah kutukannya."


"Apa yang akan kau lakukan selanjutnya, Tuan Muda?" Tanya Richard.


"Sesuai rencana, kita tidak akan keluar dari rencana yang sudah disusun kan. Kita akan menetap disini sampai kita berangkat menemui Marry Trembles nanti." Jawab Maha.


Singkat cerita, berhari-hari mereka tinggal di kota itu, mereka sudah lumayan terbiasa dengan keadaan yang ada di sana. Dan masuklah ke Minggu terakhir, di mana mereka harus berangkat menuju tempat Marry Trembles.


Perjalanan selanjutnya, setelah keluar dari kota itu Maha pikir akan mudah, karena stok makanan dan jumlah uang yang mereka dapatkan dari kota itu, lumayan untuk bekal.


Selanjutnya mereka pergi dari kota itu, dalam perjalanan di dua hari pertama masih lumayan aman. Hingga masuk di hari ketiga dihitung saat keluar dari kota sebelumnya, mereka dihadang oleh karapan Lizardman.


Dari kejauhan mereka mengintai, Lizardman tidak pernah muncul di bagian timur, makanya Maha dan Kanna lumayan syok saat pertama kali melihatnya.


"Richard, apakah mereka kuat? Sekuat Ogre?" Tanya Maha pada Richard.


"Dari cerita yang aku dengar, pada Lizardman adalah keturunan langsung dari Dragon, yang mana mereka memiliki sayap untuk terbang. Aku rasa dari cerita singkat ini saja kita bisa tau kalau mereka akan diuntungkan kalau bertarung dengan terbang." Jelas Richard.


"Lalu, apakah kita bisa menang kalau mereka sedang berkumpul seperti sekarang? Masalahnya aku tidak memiliki data apapun tentang mereka." Ucap Maha.


"Aku pun sama, Tuan. Aku tidak memiliki banyak data tentang mereka. Yang jelas mereka bukan ras Dragon dan juga bukan golongan Machos."


"Kalau kau mau menyerang mereka, sebaiknya jangan menyerang tanpa rencana. Mereka bisa saja memiliki insting sama seperti Garaga, Maha."


"Lalu, Hain?"


"Pikirkan sendiri, aku yakin kau bisa."


Maha berpikiran setidaknya harus memiliki persiapan yang lumayan serius, terlebih lagi para Lizardman dihadapan mereka jumlahnya cukup banyak.


"Kanna menghitung mereka dengan sihir, jumlah mereka seratus Lizardman." Ucap Kanna.


"Meski begitu, kita tidak bisa meremehkan mereka, Tuan. Aku rasa lebih baik kita hindari mereka." Ucap Richard.

__ADS_1


Maha mulai memikirkan bagaimana cara menghindari mereka, daripada terjadi keributan.


"Hain, aku akan ambil resiko untuk melewati mereka dengan cara berjalan normal diantara mereka, apakah itu hal yang buruk?"


"Aku pikir itu adalah hal paling buruk. Sebisa mungkin hindari mereka."


"Tuan Muda, apa kita tidak bisa memakai jalan lain?" Tanya Richard.


"Orang yang memberiku petunjuk tentang Marry Trembles tidak memberitahu rute yang lain, hanya rute ini yang ia berikan." Jawab Maha.


"Kalau begitu, satu-satunya jalan terbaiknya hanyalah menghadapi mereka."


"Baiklah. Kita berharap mereka tidak memulai keributan." Ucap Maha.


"Maaf Hain, sepertinya keputusanku adalah ini. Kalau terjadi apa-apa, akan aku pikirkan saat itu juga."


"Tidak masalah, Maha. Terlepas ini bahaya atau tidak, yang jelas aku percaya padamu bisa menghadapinya."


"Baiklah, Hain."


"Manusia, Demon dan Ogre." Ucap seorang Lizardman dengan ekspresi tegang.


"Kami hanya akan lewat, kami tidak berniat menyerang kalian." Ucap Maha.


Para Lizardman itu lalu menurunkan senjata, yang mana membuat tim Maha bisa melewati mereka. Maha pikir itu hal yang bagus, karena mereka tidak menghalanginya.


Posisi tim Maha saat itu adalah, Richard di depan, Kanna di tengah, dan Maha di belakang. Saat mereka hampir keluar dari gerombolan para Lizardman, tiba-tiba salah seorang Lizardman itu menusuk punggung Maha sampai tembus ke dada, dan itu membuat Maha terjatuh, lalu para Lizardman tertawa puas setelah penusukan itu.


Saat Kanna menyadari itu, Kanna langsung menangis sejadi-jadinya. Dan Richard mulai bertarung dengan para Lizardman itu, dengan penuh amarah Richard mengeluarkan segala kekuatan yang ia miliki ntuk menyerang gerombolan Lizardman itu.


Kanna mengira Maha telah mati, karena tidak ada lagi detak jantung pada diri Maha. Kanna yng terus menangis, dia berusaha membantu Maha dengan High Holy Healing yang ia miliki, meski itu sia-sia tapi Kanna terus mencoba dan berharap.


Di dalam lelapnya, Maha masih bisa berinteraksi dengan Hain.


"Apakah aku telah mati?"


"Kau pikir sudah mati, Maha?"

__ADS_1


"Aku pikir begitu, aku tidak bisa menggerakkan tubuhku, Hain."


"Lalu kira-kira apakah kutukan dari Susan hanyalah omong kosong?"


"Entahlah Hain. Aku merasakan sakit luar biasa beberapa saat yang lalu, aku benar-benar mati."


"Kalau kau mati, akan sesedih apa Kanna, Maha. Sekarang dia tengah menangisimu. Lalu Richard, dia sekarang sedang menghadapi seratus Lizardman. Kau akan meninggalkan mereka yang percaya padamu?"


"Lalu bagaimana aku bisa bangkit dari kondisi saat ini?"


"Berusahalah untuk sadar Maha. Berusahalah."


Maha berusaha untuk merasakan tubuhnya, dengan harapan dia bisa membangunkan tubuhnya yang telah mati.


Perlu diketahui, kutukan Maha adalah kutukan yang mengutuk jiwa agar tidak bisa keluar dari fisiknya. Yang mana, hal itu membuat Maha bisa dibilang jiwanya kekal dalam tubuhnya.


Richard mulai kelelahan melawan seratus Lizardman, sedangkan masih ada sekitar tujuh puluh lagi Lizardman yang masih bertahan. Namun, Kanna yang tadinya hanya meratapi Maha, kini dia mulai marah pada para Lizardman yang menertawakan kematian Maha.


Kanna mengeluarkan sihir untuk mengekang para Lizardman agar terkumpul dalam satu titik serang, setelah tujuh puluh Lizardman itu berhasil Kanna kunci, Kanna langsung membakar mereka semua dengan sihir apinya.


Kanna yang masih terus menangis, melihat apa yang ia lakukan, masih saja marah. Semakin kuat sihir yang Kanna keluarkan, semakin tidak terkontrol dia.


Tapi beruntungnya, Maha cepat bangkit. Dan segera menghentikan Kanna.


"Kanna hentikan." Ucap Maha menepuk bahu Kanna.


Richard yang kehabisa daya, dia langsung pingsan. Kanna lalu menghentikan serangannya, dan segera memeluk Maha.


"Lihat, inilah bahayanya kutukan itu Maha. Kita tidak tahu akan ada berapa banyak lagi nyawa yang akan melayang kedepannya."


"Aku tidak menyadari hal ini, Hain. Aku bisa saja takut dengan diriku sendiri suatu saat nanti."


"Baiklah, seiring berjalannya waktu, pasti akan ada saatnya kau memikirkannya lagi. Sekarang tenangkan Kanna."


"Baiklah."


Maha menenangkan Kanna. Dan mereka pun berniat bermalam di daerah itu, karena lumayan luas tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2