MAHA : Sang Alkemis Kejam

MAHA : Sang Alkemis Kejam
Curahan Kanna


__ADS_3

Di sisi lain, di saat bersamaan dengn Nathan yang asyik menceritakan masa lalunya pada Maha, Valencia disibukkan dengan menjawabi pertanyaan-pertanyaan dari Kanna. Yang mana, lumayan banyak hal yang ditanyakan oleh Kanna pada Valencia, salah satunya kapan kelahiran Maha.


"Maha lahir di tahun dan di bulan yang sama denganmu putri." Valencia tidak memberikan informasi tentang hari pastinya kelahiran Maha. Karena pinta Merlin sebelumnya, yang menyuruh agar Nathan dan Valencia menutupi hari pastinya kelahiran Maha agar tidak tersebar.


"Oh begitu. Lalu apakah anda tahu mengapa Maha sangat suka mengusiliku?"


"Aku yakin dia tidak memiliki alasan yang pasti, dia hanya sedang membunuh waktu."


"Membunuh waktu?"


"Ya, Putri. Ngomongin tentang perihal usil, Maha tidak pernah usil pada siapapun sebelumnya. Aku yakin dia merasakan kebebasan saat bersamamu Putri."


"Kenapa begitu?"


"Manusia akan merasa bebas dan bisa melakukan apapun yang ia ingin lakukan, saat ia bersama orang yang ia rasa dekat dengannya. Tak terkecuali Maha, aku yakin dia bisa meluapkan segala emosinya hanya padamu, dan aku sangat yakin kalau Maha menganggapmu sebagai tempat pembuangan amarah." Ucap Valencia dengan senyuman bengis.


Senyum bengis Valencia mengingatkan Kanna dengan senyuman Maha. Meski begitu, senyum Valencia lebih mengerikan, karena tak hanya senyuman yang mengerikan, tapi juga ucapannya yang mengerikan.

__ADS_1


"Nona Valencia, bisa jelaskan mengapa senyuman Maha sama seperti senyumanmu?" Tanya Kanna, di tengah senyuman Valencia.


"Sudah jelas, karena aku ibunya. Kenapa harus memanggilku Nona? Panggil saja aku Valencia, Putri."


"Tidak-tidak, meski anda tidak memiliki pangkat atau tahta, tapi ajaran di Gereja Suci adalah menghormati siapapun yang lebih tua."


"Putri Kanna enak ya bisa merasakan nikmatnya kepercayaan, cobalah untuk menuangkan hal itu pada Maha nantinya. Aku pikir itu akan menghasilkan sesuatu yang mustahil, tapi apa salahnya mencoba."


"Kenapa aku harus memberikan kepercayaanku pada Maha? Aku menawarkan hal ini sebelumnya pada Maha, tapi dia berkata kalau dia tidak bisa menerima kepercayaanku."


"Wah, hebat sekali anda bisa mengetahui hal itu. Tapi tetap saja aku tidak mengerti maksud dari dia."


"Tidak perlu terlalu dipikirkan tentang hal itu. Saat kalian berangkt esok hari, aku hanya bisa menitipkan Maha padamu dan Merlin, Putri."


Kanna mengangguk mengiyakan pesan Valencia.


"Tapi meski Maha punya daya pikir yang tegas, kamu perlu berhati-hati padanya, dia tidak sebaik di rumor yang beredar di masyarakat Rayya."

__ADS_1


"Mengapa begitu?"


"Maha pernah berpesan padaku dan Nathan, dia tidak ingin diganggu apapun urusannya. Aku pikir dia akan menunjukkan sesuatu yang tidak bisa diterima oleh masyarakat luas. Kita nantikan saja." Jelas Valencia.


Kanna lalu berpikir, seperti apa tujuan Maha yang sebenarnya. Apakah dia berniat untuk membantu kerajaan, atau malah sebaliknya.


Namun, Kanna tidak mau berpikir panjang. Kanna berniat akan terus mengawasi Maha, dan ketika hal buruk terjadi, Kanna akan mencari solusinya.


Hari pun semakin larut, Valencia dan Kanna menyudahi perbincangan mereka, dan Valencia mnyuruh Kanna untuk pergi beristirahat.


Esok harinya, sebelum Merlin, Maha, dan Kanna pergi, Valencia memberikan sesuatu pada Maha.


"Maha, ibu berikan ini padamu." Ucap Valencia sambil memberikan sebuah tas berisikan sesuatu.


"Apakah aku boleh membukannya Ibu?" Tanya Maha setelah menerima tasnya.


Valencia mengangguk, dan Maha segera membuka tas tersebut. Saat Maha ambil isi tas itu, Maha langsung terkejut, karena isi tas itu adalah jubah yang sama persis seperti yang sebelumnya Maha punya.

__ADS_1


__ADS_2