
Maha dan Kanna pun pergi untuk berkeliling disekitar penginapan itu. Tujuan Maha adalah mendapatkan setidaknya satu informasi tentang manusia yang dijuluki Saint, dan Kanna hanya mengikuti Maha.
"Setidaknya hari ini kamu gak tegang seperti kemarin, Kanna." Ucap Maha pada Kanna yang sudah tak memegang lengannya seperti kemarin.
"Setelah beberapa kali berinteraksi dengan Karin, kurasa ras Demon tidak semua sekejam yang kupikir." Jawab Kanna.
"Baguslah. Kalau begitu kita akan mampir ke beberapa tempat, kuharap kamu gak dilanda ketegangan lagi." Ucap Maha, dan Kanna mengiyakannya.
Mereka singgah di salah satu altar yang ada di kota itu, dan melihat beberapa Demon sedang berkumpul, seolah ada sesuatu yang terjadi. Segera Maha dan Kanna mendatangi keramaian itu, untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Karena mereka bocah, dengan ukuran tubuh yang kecil, mereka pun bisa menyelinap ke barisan paling depan dari kerumunan itu.
"Suku Demon barat sekalian, kami datang dari suku Demon selatan datang untuk mencari seorang Hybird, antara manusia dan demon, namanya adalah Ayyra. Dia pergi setelah sekian lama, dan kami sedang mencarinya karena dia seorang buronan di suku kami." Teriak seseorang dari tengah altar itu.
__ADS_1
Sayup-sayup terdengar oleh Maha, beberapa Demon yang saling berbisik membincangkan sesuatu.
"Begitu kejam suku selatan. Kita saja tidak berani untuk menjadikan seseorang menjadi buronan."
"Iya, kurasa bukan hal buruk bila ada manusia yang berhubungan baik dengan demon."
Setelah Maha mendengar hal itu, Maha dan Kanna pun keluar dari kerumunan itu, dan segera pergi dari altar. Kali ini, setelah Maha dapat sedikit informasi, Maha pun berniat memberitahukan hal itu pada Merlin.
"Ayyra. Bukankah itu nama salah satu petinggi kerajaan, Maha?" Tanya Kanna pada Maha.
"Lalu apa yang akan kau rencana kan, Maha?" Tanya Kanna.
"Untuk sekarang, kita berikan informasi ini kepada Merlin. Kurasa hal ini lumayan penting. Tapi sebelum itu, sebaiknya kita mencoba beberapa makanan yang ada di kota ini." Jawab Maha.
__ADS_1
Mereka pun pergi ke salah satu tempat makan yang ada di kota itu. Kanna sedang gelisah karena ada yang sedang mengincar salah satu petinggi Rayya, tentu Maha menyadari kegelisahan Kanna.
"Tidak perlu khawatir Kanna. Kak Ayyra telah bertahun-tahun bersama Merlin, kuyakin bukan hal mudah bagi demon selatan untuk menangkapnya." Ucap Maha yang saat itu sedang bersiap untuk melahap makanan yang mereka pesan.
"Setelah kau bilang begitu, aku sedikit tenang. Tapi tetap saja Maha, Ayyra berada di tengah kerajaan manusia, dan sepertinya demon selatan tidak akan mudah untuk diajak diskusi. Yang aku takutkan adalah mereka membabi buta di Rayya, yang ditakutkan akan membuat banyaknya pertumpahan darah lagi." Kanna menjelaskan kegelisahannya.
Maha mengerti maksud Kanna, dan Maha pun berusaha menenangkannya.
"Kita hentikan dulu percakapan kita tentang itu, kita akan diskusikan nanti saat bersama Merlin." Ucap Maha.
"Ngomong-ngomong, Kanna. Dulu kamu sering memanggil namamu sendiri saat berbicara, sekarang aku tidak pernah mendengarkan hal itu lagi." Tanya Maha pada Kanna.
Kanna dulu tidak pernah memakai kata aku atau saya di setiap ucapan kepemilikan, pasti menggunakan namanya.
__ADS_1
"Ahaha..." Kanna tersenyum tipis lalu menundukkan kepala.
"Aku merasa itu hal yang memalukan." Sambung Kanna sambil menunduk, dan membuat Maha tertawa.