
Segera mereka menuju rumah Nathan untuk menemuinya. Dan sesampainya disana, Nathan dan Valencia telah menunggu mereka di depan rumah.
"Merlin. Kami diberi kabar oleh Raja kalau kalian akan datang kesini." Ucap Nathan.
"Ya, kami harus menemui kalian agar Maha tidak memiliki beban apapun di perjalanan nanti." Balas Merlin.
"Wahai Ayahku, izinkan aku untuk melakukan perjalanan ini." Ucap Maha pada Nathan.
"Anakku, aku tidak akan melarang perbuatanmu, asalkan hal itu akan menghasilkan sesuatu yang baik." Jawab Nathan.
"Merlin, bisakah kalian menginap semalam di rumahku? Ada hal yang ingin kubicarakan dengan Maha." Tanya Nathan pada Merlin.
"Tentu, dan sepertinya Putri Kanna juga ada hal yang perlu dibincangkan. Putri Kanna, sebaiknya mengobrollah dengan Valencia, dia akan memberikan solusi padamu." Ucap Merlin, dan Kanna mengangguk mengiyakannya.
__ADS_1
Akhirnya mereka bertiga pun bermalam di kediaman Nathan dan Valencia.
Setelah makan malam, Maha dan Nathan berbincang berdua di halaman belakang rumah.
"Tak kusangka, sekarang usiamu telah memasuki usia sepuluh tahun, Nak. Pertama aku ucapkan selamat atas usiamu yang ke sepuluh, dan akan aku ucapkan sampai jumpa." Ucap Nathan membuka obrolan.
"Terimakasih, Ayah. Aku melakukan perjalanan ini karena rasa hausku sendiri, dan aku tidak di iming-imingi apapun oleh orang lain." Balas Maha.
"Itu bagus. Dan sekarang Raja meminta suatu hal padaku, dia ingin minta maaf padamu karena belum sempat menceritakan tentang masa laluku padamu, dan sekarang dia memintaku bercerita padamu."
"Karena kamu sepertinya telah lama menunggu ceritaku, maka aku akan menceritakannya dengan singkat."
Maha mengangguk dan mulai duduk di samping Nathan.
__ADS_1
"Dulu, aku adalah seorang rakyat biasa dari salah satu kerajaan yang ada di daratan ini. Dulu aku hanya tahu tentang kerajaan yang ku tinggali itu, dan itu membuatku menginginkan pengetahuan yang lebih. Sama sepertimu saat ini, namun yang aku lakukan adalah aku harus mencari seseorang yang bisa membawaku pergi dari kerajaan itu. Dan sangat disayangkan, setelah beberapa bulan setelah hasrat yang menggebu-gebu itu, kerajaan kami dijadikan medan perang, dan tidak ada yang bisa menangani hal itu, akhirnya kerajaan kami runtuh, banyak yang menjadi korban. Salah satu korban itu adalah ayahku, kakekmu, yang mana dia adalah orang tua terakhir yang kupunya saat itu. Setelah itu, Kerajaan Rayya membantu kami kengevakuasi warga yang ada, dan disaat itulah aku bertemu dengan Merlin dan Ayyra, kami sering melakukan perjalanan untuk melindungi Kerajaan Rayya ini. Aku hanya berniat membalas budi mereka." Sambung Nathan bercerita.
"Mohon maaf memotong ceritamu Ayah, tapi Kak Ayyra berkata kalau tidak lama setelah itu Ayah memilih membuang gelar agar bisa hidup bersama Ibu, jelaskan padaku, Ayah." Rasa heran Maha muncul, dan tentu rasa penasaran juga muncul disaat yang bersamaan.
"Kita masuk ke cerita selanjutnya. Singkat cerita, lagi-lagi ada kerajaan di daratan ini yang menjadi medan perang. Aku, Merlin, dan Ayyra diutus sebagai perwakilan dari Kerajaan Rayya untuk membantu mereka, kami pun berangkat menuju kerajaan yang dihancur itu. Saat kami datang, peperangan telah selesai, yang kami temukan hanya puing-puing bangunan. Lalu kami menemukan seorang yang mengaku Putri sedang berlarian untuk memandu jalan pada orang-orang yang selamat, pakaiannya yang lusuh, dengan air mata yang terus mengalir, dia masih dengan gagahnya berlari."
"Itu Ibu, Ayah?" Tanya Maha, sekali lagi memotong cerita Nathan.
"Ya, Ayah minta maaf bila cerita Ayah hanya sedikit. Aku akan lanjutkan ceritanya. Putri itu sadar kalau kami adalah penolong dari kerajaan lain, dia langsung sujud di hadapan kami dan meminta pertolongan. Saat aku bertanya padanya, 'Apakah kami harus menolong orang yang telah meninggal?', dia menjawab 'Kami membutuhkan bantuan kalian untuk orang-orang yang masih hidup.' Saat itu juga, Merlin menggunakan sihirnya untuk mengeluarkan semua orang yang tertimbun di bawah puing bangunan, agar bisa dibumikan. Sedangkan Ayyra dan aku membantu mereka yang masih sanggup untuk berjalan, dan mengevakuasinya ke Kerajaan Rayya. Saat itu Valencia bercerita kalau semua anggota kerajaannya, termasuk ayah dan ibunya, dipenggal oleh kerajaan lain di hadapan Valencia. Valencia merasa dia harus bertanggungjawab dengan rakyatnya, dan singkat cerita, hal itulah yang membuatku tertarik dengan Ibumu, Valencia."
"Lalu, apa? Mana yang Kak Ayyra bilang kalau ayah membuang gelar Ayah."
"Ya intinya, aku dulu punya beberapa gelar sebagai utusan Kerajaan Rayya. Dan aku membuangnya, karena aku ingin hidup dengan sederhana dengan Valencia, karena kami pernah mengalami hal yang serupa, akhirnya kami memutuskan untuk tidak berhubungan langsung dengan suatu kerajaan. Dan singkatnya, itulah yang membuatku melepas semua gelarku." Cerita Nathan telah selesai, dan Maha sedikit banyak mendapat hal baru dari cerita Ayahnya.
__ADS_1
Mereka pun pergi masuk ke rumah untuk beristirahat.