MAHA : Sang Alkemis Kejam

MAHA : Sang Alkemis Kejam
Ayyra


__ADS_3

"Bagus deh kalau kamu sudah paham tentang yang kuceritakan."


"Lalu kak, mengapa ayahku yang berteman dengan Raja, sekarang hanya menjadi seorang rakyat? Tidak memiliki gelar seperti Merlin dan Kak Ayyra."


"Intinya sih, Raja telah memberikan tawaran gelar pada Nathan, tapi Nathan menolak dan membuang segala statusnya demi bisa hidup bersama dengan Valencia."


"Mengapa seperti itu?"


"Ya, kalau ada kesempatan, tanyakan saja pada Raja. Dia bilang mau bercerita tentang Nathan, kan? Tunggu cerita dari dia saja."


Maha merasa kalau cerita tentang Nathan ada yang dirahasiakan dari dia, dia merasa mungkin yang kenal dengan Nathan tidak segera memberitahukan tentang Nathan karena mereka takut Maha tidak tahan dengan ceritanya.


Setelah cukup lama berbincang dengan Ayyra, dan karena jam sudah mulai larut, Maha pun segera kembali ke asrama, untuk beristirahat.


Singkat cerita, esok harinya saat di akademi, Maha sendirian, karena Jeevan tiba-tiba terkena demam. Maha pikir Jeevan terkena demam gara-gara ketegangan yang dia dapati di kemarin hari.

__ADS_1


Jam istirahat pun dirasa sepi oleh Maha. Kalau ada buku atau perpustakaan di akademi pasti Maha langsung kesana, sayangnya tidak ada.


Maha pun berniat mencari Merlin, agar ada yang dia ajak ngobrol. Dia mencari ke kantor akademi, dan menemukan Merlin, yang sedang mengobrol dengan beberapa guru lain. Setelah itu, Maha dan Merlin pun ke sebuah bangku di depan akademi dan mengobrol di sana.


"Aku kemarin saat di Perpustakaan Kota bertemu dengan kak Ayyra." Ucap Maha membuka obrolan.


"Oh ya? Jangan tertipu, dia tidak semuda tampilannya lho." Balas Merlin.


"Ya, kamu juga gak semuda yang terlihat oleh teman-teman kelasku. Kak Ayyra bilang kalau dia awet muda karena efek sihir darimu, tapi ada yang mengganjal."


"Apa itu?"


"Sejauh ini tidak ada yang sadar tentang hal itu Maha, kejanggalan yang kamu dapati bukanlah kebetulan. Harus diakui, yang dialami Ayyra bukanlah efek sihir, melainkan ada beberapa faktor kimia."


Maha yang sebelumnya membaca buku tentang Alkimia, penasaranlah dia dengan pernyataan Merlin.

__ADS_1


"Dulu aku membuat ramuan yang kunamai Regeneration, ramuan ini bisa meregenerasi sel-sel manusia yang mulai rusak maupun menua. Namun, ramuan itu gagal kusempurnakan, karena aku sadar kalau ramuan itu tidaklah kuat." Sambung Merlin.


"Tapi Kak Ayyra, nampak muda. Bukankah sudah berhasil?"


"Kalau ramuanku berhasil dia tidak akan semuda itu. Ayyra kalau dilihat, dia seperti masih berumur dua puluhan tahun. Sedangkan targetku tidaklah begitu, aku memiliki target semakin tua umurnya, maka akan semakin muda lagi. Umur Ayyra terhenti di situ."


Maha mendapati maksudnya Merlin, yaitu kalau memang ramuannya berhasil, semakin tua orang yang memakai ramuannya akan terus menjadi lebih muda.


"Bukankah lebih bagus seperti ini Merlin? Maksudku, kalau orang yang semakin tua, lalu dia akan memiliki tampilan semakin muda, bukankah akan menjadi masalah?"


"Sepertinya aku harus memberitahukan kepadamu Maha, siapa Ayyra ini."


Maha heran, kenapa arah pembicaraannya tiba-tiba ke cerita Ayyra, sedangkan yang mereka bahas hanyalah efek ramuan yang dipakai oleh Ayyra.


"Ayyra ini adalah seorang Hybird, yang mana dia adalah anak dari dua ras yang berbeda, yaitu manusia dan demon. Sayangnya, di kerajaan ini tidak pernah ada ras demon, jadi jarang ada cerita tentang ras ini. Ras demon, meski tidak memakai ramuanku, hidupnya bisa lebih panjang daripada manusia."

__ADS_1


"Lalu, mengapa kamu berikan ramuan itu pada Kak Ayyra?" Tanya Maha, yang belum begitu tertarik dengan ras asli Ayyra.


"Ras demon memiliki daya tahan tubuh, dan daya tahan sihir yang kuat. Dulu aku menemukan Ayyra saat dia sedang kebingungan mencari tempat pulang, karena dia tidak mengingat apapun tentang dirinya, akhirnya aku mengajaknya berpetualang, sebelum akhirnya kami bertemu dengan Nathan. Dan alasan mengapa Ayyra mau menjadi pencoba sihir-sihir atau eksperimenku, mungkin karena dia merasa berhutang padaku."


__ADS_2