MAHA : Sang Alkemis Kejam

MAHA : Sang Alkemis Kejam
Berangkat ke Akademi


__ADS_3

Mendengar hal itu Nathan hanya merasa keheranan, tentu sebagai seorang ayah, Nathan juga khawatir tentang hal-hal yang akan terjadi pada Maha kedepannya.


Tak ingin berpikir panjang, karena Nathan percaya pada Maha. Disini Nathan menunjukkan rasa antusiasmenya pada Maha yang akan pergi ke Akademi Kerajaan untuk beberapa tahun.


Sebelum Maha pergi, maka Nathan mengatakan akan memberikan satu keinginan Maha, apapun itu.


"Oh benar begitu Ayah? Maka, aku akan meminta padamu untuk membekaliku dengan buku yang memiliki seribu lembar kertas saat berangkat ke Akademi nantinya." Pinta Maha pada Nathan.


Hal ini bukan hal yang mudah, juga bukan hal yang sulit untuk Nathan. Karena sejauh yang Nathan tahu buku yang memiliki seribu lembar kertas hanya Kitab Suci.


"Maksudmu Kitab Suci, Maha?" Tanya Nathan menimpalinya.


"Tidak, buku ini nantinya akan aku gunakan sebagai catatanku Ayah. Akan ada banyak hal baru yang muncul di kepalaku, aku hanya tidak ingin hal-hal itu pergi dan hilang." Jawab Maha.


Nathan berniat membuatkan buku yang diminta oleh Maha itu. Walaupun memang tidak akan menjadi buku yang bagus nantinya, karena buatan tangan Nathan sendiri, bukan buatan pabrik.

__ADS_1


Selang beberapa hari, akhirnya tiba hari dimana Maha akan diberangkatkan ke Akademi. Di saat yang bersamaan pula Nathan memberikan sebuah buku tebal pada Maha.


"Wahai Anakku. Buku ini adalah buku yang aku buat dengan tanganku sendiri. Aku berharap buku ini akan berguna untukmu, dan juga bila kamu butuh buku baru dengan isi lembar yang sama, maka aku akan menyiapkannya untukmu." Ujar Nathan pada Maha, yang saat itu sedang mengemasi barangnya.


"Ayah, buku ini buatanmu? Ayah mengajariku pengetahuan kerajinan dari ras Dwarf, tapi ini hasil kerajinanmu?" Tanya Maha.


"Bahan yang kugunakan terbatas Anakku. Bila kamu tidak menerima buku ini, tidak apa. Ayah akan menyimpannya." Jawab Nathan dengan wajah sedih, karena ia merasa mengecawakan Maha.


"Tidak Ayah. Aku akan menerima buku ini, tapi aku sarankan untukmu belajar membuat kerajinan lain." Ujar Maha.


Nathan yang sadar maksud dari ucapan Maha itu makin yakin kalau Maha adalah orang yang blak-blakan, walaupun sebenarnya tujuannya baik.


"Anakku, saranmu akan membantu Ayah dan Ibu yang bekerja dirumah."


Singkat cerita, setelah itu Nathan dan Valencia mengantarkan Maha untuk mendaftar di akademi dan di asramanya.

__ADS_1


Maha saat itu sedikit memiliki perasaan khawatir, karena sepanjang perjalanannya menuju ke akademi, yang ia lihat ada banyak orang yang duduk tersungkur ditanah jalanan, seakan tidak memiliki kehidupan.


Maha yang penasaran tentang apa yang ia lihat itu, maka ia bertanya pada Nathan.


"Ayahku, yang sedang aku lihat saat ini, apakah ini dampak kritisnya kerajaan ini?"


"Ya, bisa dibilang seperti itu. Maka kita harus bersyukur, karena kita masih memiliki sedikit penghasilan. Dan mungkin ini mustahil bagimu, tapi aku berharap suatu saat nanti anakku yang bernama Maha ini bisa membenahi keadaan kerajaan ini, hingga stabil." Ujar Nathan menjawab pertanyaan Maha.


Maha yang saat itu mendengarkan penjelasan dari Ayahnya akhirnya mulai kepikiran sesuatu. Yang menjadi bahan pemikirannya saat itu ialah bagaimana cara mempertimbangkan harapan Ayahnya pada dirinya.


Singkat cerita lagi, Maha telah di daftarkan di akademi dan di asrama, kini waktunya perpisahan dengan Ayahnya dan Ibunya. Maha dan orang tuanya itu tidak akan bisa bertemu, kecuali di akademi mengadakan acara umum untuk rakyat kerajaan.


"Anakku Maha. Ayah berpesan, tetap gunakan bahasa yang sopan saat berbicara dengan orang yang lebih tua darimu, dan jangan lupa jaga kesehatanmu." Pesan terakhir Nathan pada Maha.


"Ayahku, terimakasih atas pesanmu. Dan ya, Ayah lebih belajarlah ilmu kerajinan. Di masa krisis seperti ini, pembukuan akan sangat berguna." Ujar Maha.

__ADS_1


Lalu setelah sedikit berbincang untuk berpisah, akhirnya Nathan dan Valencia pergi, dan pulang meninggalkan Maha yang saat itu tepat berdiri didepan pintu asrama.


__ADS_2