MAHA : Sang Alkemis Kejam

MAHA : Sang Alkemis Kejam
Berkelana


__ADS_3

Kembali ke karakter utama kita Maha.


Saat Maha ditanyai tentang alasan hal itu, Maha hanya terdiam, seolah sedang memikirkan sesuatu. Raja berniat tidak akan mengganggu Maha berpikir, mungkin saja Maha sedang memikirkan suatu jawaban.


"Tidak, anggap saja tujuan langkahku kali ini hanya untuk mencerdaskan semua rakyat kerajaan." Balas Maha setelah lumayan lama berpikir.


"Baiklah kalau begitu. Aku mau bertanya tentang apa saja yang kamu dapatkan setelah tiga tahun bersekolah di akademi?" Sambung Raja bertanya.


"Hanya beberapa pengetahuan baru. Aku rasa, aku sudah cukup banyak mengetahui sesuatu sebelum diajarkan di akademi. Aku merasa hanya sedikit berkembang." Jawab Maha.


"Begitukah? Kalau begitu, aku akan mengirimkanmu dengan Kanna untuk ikut dengan Merlin. Dia akan berkelana, ikuti dia."


"Jeevan bagaimana, Raja?"


"Jeevan akan ikut dengan ayahnya untuk mempelajari ilmu-ilmu politik."


"Je." Panggil Maha pada Jeevan yang saat itu berdiri disampingnya.


"Sepertinya kita tidak akan bertemu untuk beberapa waktu." Sambung Maha.


"Maha, aku paham. Kita akan bertemu di kemudian hari. Dan di saat itulah, mari kita saling memamerkan kemampuan masing-masing dari kita." Balas Jeevan.


Maha mengeluarkan sebuah buku kecil nan tipis dari sakunya, dan memberikannya pada Jeevan.

__ADS_1


"Apa ini Maha?" Tanya Jeevan setelah menerima buku itu.


"Tulislah apapun yang kamu ingin tuliskan di buku kecil ini. Saat kita bertemu kembali, akan aku tulis di buku besarku ini." Balas Maha.


Setelah itu, Raja menyuruh Merlin untuk memandu apa saja yang dibutuhkan oleh Maha dan Kanna untuk mengikutinya berkelana.


Rapat saat itu juga diselesaikan, karena keputusan tentang langkah kedua Maha telah disetujui dan akan segera terealisasikan.


Merlin membawa keduanya ke sebuah ruangan di istana kerajaan, dan memberikan beberapa peraturan kecil agar perjalanan mereka aman.


"Maha, kali ini aku mohon, jangan membuat Kanna marah lagi padamu." Ucap Merlin.


"Aku tidak akan membuatnya marah kalau dia tidak mengawalinya." Ucap Maha.


"Kalau sampai perjalanan ini gagal, itu semua gara-gara kamu, Maha." Bisik Kanna.


Maha terkejut dengan sifat Kanna yang semakin ganas padanya. Mulai sekarang Maha akan lebih berhati-hati dalam menjahili Kanna.


"Lalu, apa saja yang kami butuhkan untuk mengikuti perjalananmu, Merlin?" Tanya Maha.


"Semua telah Raja sediakan, yang kamu perlukan hanyalah memberi kabar pada Nathan dan Valencia." Jawab Merlin.


"Ya, ya... Mari kita memberi kabar pada orang tua Maha sembari kita berangkat." Sahut Kanna tiba-tiba.

__ADS_1


"Mengapa begitu, Putri?" Tanya Merlin.


"Aku hanya akan mengadukan segala perilaku Maha terhadapku, pada orang tuanya." Balas Kanna.


"Tidak, tidak. Oi, Merlin. Tidakkah aneh menurutmu? Padahal Kanna yang selalu merundungku." Sahut Maha.


"Haha... Tidak harus dengan alasan untuk pergi ke Nathan dan Valencia, mari menemui mereka. Bukankah setahun lebih kamu tidak bertemu dengan mereka Maha?" Sambung Merlin bertanya.


"Benar juga, ayo menemui mereka." Maha menjawab dengan cepat.


"Tch... Dasar cowok plin-plan." Gumam Kanna.


"Apa? Tadi siapa yang mengajak menemui orang tuaku. Lagian aku tidak mengerti kenapa semua perempuan nampak mengesalkan dimataku." Balas Maha.


"Karena semua cewek jijik padamu." Jawab Kanna.


"Sudah-sudah. Maha ajak Putri menemui Menteri Pembangunan, sepertinya mereka mencarimu." Potong Merlin.


"Lah, kenapa harus dengan Kanna, bukan denganmu?" Balas Maha, bertanya.


"Kalau aku ikut denganmu, siapa yang akan menyiapkan persiapan kita untuk pergi berkelana?" Tanya balik Merlin pada Maha.


Maha pun terdiam, dan segera pergi untuk menemui Menteri Pembangunan, seperti pinta Merlin.

__ADS_1


__ADS_2