
"Ada beberapa hal yang manusia tidak ketahui tentang Demon. Kami sebenarnya tidaklah memiliki daya sihir yang kuat dilihat dari ukuran tanduk kami, kami memiliki daya sihir yang banyak karena usia kami. Semakin menua usia seorang Demon, maka semakin kuat daya sihir kami. Kurasa hal itu adalah hal yang harus kau tau Merlin." Sambung Karin.
"Ya, aku sebelumnya juga berpikir kalau semakin besar ukuran tanduk seorang Demon maka semakin besar daya sihirnya." Balas Merlin.
"Sekarang kau tahu itu, jadi jangan sampai salah paham. Ngomong-ngomong, Merlin, aku melihat di masa lalu Maha, beberapa saat setelah kelahirannya aku melihat ada seorang penyihir datang menghampirinya, apakah itu kau Merlin?" Tanya Karin.
"Oh ya, itu aku." Jawab Merlin.
"Apakah ada tujuan tertentu yang membuatmu mendatanginya?"
Merlin disini berusaha untuk menutupi ramalan Raja dari Rayya, karena tak ingin mengikutsertakan Karin ke dalam setiap peristiwa di kerajaan Rayya.
"Orang tuanya adalah temanku, jadi aku mendatanginya untuk mengucapkan selamat pada mereka." Jawab Merlin.
Karin mengangguk tanda mengerti.
Merlin berniat untuk menanyakan beberapa hal pada Karin, tapi di tengah obrolan mereka itu, datanglah Maha dan Kanna yang selesai jalan-jalan, memasuki ruangan Karin.
"Maha dan Kanna, darimana kalian?" Tanya Karin.
"Dari berkeliling di sekitar." Jawab Maha.
"Oh begitu. Ada apa?"
"Tidak, aku mencari Alka."
"Maksudmu Merlin?"
"Aku tidak bisa berkutik dihadapan Karin, Maha." Sahut Merlin.
"Oh~" Jawab singkat Maha. Lalu dia membuka catatan.
"Baiklah, kurasa Karin tahu tentang hal ini." Sambung Maha.
"Tentang apa?" Tanya Karin.
Lalu Maha menjelaskan tentang apa yang dia lihat dan dia dengar saat di altar pada Karin.
"Suku selatan memang kejam, dan sepertinya tidak akan begitu baik temanmu itu untuk kedepannya. Apakah ada sesuatu yang kau dengar lagi?" Tanya Karin.
__ADS_1
"Tidak, kurang lebih hanya itu yang kudengar. Tapi, ada orang yang cemas di sini. Kanna mencemaskan hal itu." Jawab Maha.
"Mencemaskannya? Kenapa?" Tanya Karin lagi.
Karin masih belum mengetahui kalau mereka bertiga dari Kerajaan Rayya, dan Kanna adalah seorang putri dari kerajaan itu.
Maha yang sadar kalau Karin belum mengetahui itu, dan sepertinya Merlin tidak berniat memberitahukan hal itu pada Karin, akhirnya dia mau tidak mau harus menutupinya juga.
"Ya mau bagaimana pun juga, Kanna adalah pegiat kepercayaan di kerajaan kami. Pastinya hal itu akan mudah membuat Kanna cemas." Jawab Maha.
"Pegiat kepercayaan? Apakah ada hal seperti itu di ras manusia?" Tanya Karin lagi.
"Ada." Jawab singkat Maha.
"Aku baru tahu akan adanya hal itu pada para manusia. Tadi kau bilang siapa namanya? Yang dicari oleh suku selatan." Tanya Karin.
"Ayyra, dia adalah bawahanku dulu, dia juga pernah jadi bahan penelitian olehku." Sahut Merlin menjawab Karin.
"Penelitian apa?"
"Aku membuat sebuah ramuan untuk memudakan kulit seorang manusia, namun hasil yang kudapatkan berbeda, efek yang diterima Ayyra adalah memberhentikan umurny di usia dua puluh tahun." Jelas Merlin.
"Bila seorang Hybird seperti dia itu benar adanya, maka usianya akan jauh lebih lama daripada para Demon. Itu pun kalau dia bisa bertahan dan terus hidup melewati banyaknya kematian." Balas Karin.
"Apa itu?"
"Ilmu yang kau berikan pada Kanna sepertinya belum cukup untuk membuatnya berkembang, aku akan menawarkan pengetahuan sihirku padanya bila kau izinkan."
"Biarlah Kanna sendiri yang menjawab itu." Jawaban singkat Merlin.
"Ya, dia akan menerima pengetahuanmu itu, Karin. Lalu apa yang kamu inginkan untuk balasannya?" Sahut Maha, membuat Kanna kaget.
"Hoo~ Menarik, dari dulu tidak pernah ada seorang pun yang bisa memenuhi permintaanku, dan kau menantangku, Maha?"
"Asal kamu benar-benar mengajari Kanna."
"Baiklah. Kurasa Kanna juga tidak akan melawan perkataanmu. Aku menginginkanmu untuk bersumpah untuk menguasai daratan ini suatu saat nanti." Jawab Karin.
Maha nampak seolah sedang berpikir, keinginan Kanna adalah kedamaian tidak ada lagi pertumpahan darah, keinginan Maha sendiri adalah memakmurkan kerajaannya sesuai yang diinginkan oleh Nathan, dan dia membawa harapan dari Valencia, serta petinggi Kerajaan Rayya. Di lain sisi, Maha akan termudahkan juga kalau Kanna yang sudah berkata mau mendampinginya memiliki kekuatan yang mencukupi.
__ADS_1
Akhirnya tanpa berpikir macam-macam lagi, Maha menerima tantangan dari Karin itu.
"Baiklah aku menerimanya, lalu untuk apa tujuanmu menyuruhku untuk mewujudkan hal itu?" Tanya Maha.
"Seperti yang kubilang sebelumya, di dalam dirimu terdapat Chaos and Order, makanya aku mau mempertaruhkan pengetahuanku untuk Kanna yang akan bersamamu, untuk menemanimu menguasai daratan. Dan tujuanku mengharapkan daratan ini padamu adalah karena aku melihat hal baik di dalam pikiranmu." Jelas Karin.
"La-Lalu... Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Kanna tegang.
"Simpel saja, aku tahu kalian tidak mau membuang waktu banyak disini. Aku akan mentransfer skill-ku padamu, penggunaan skill itu akan tertulis dalam buku Maha itu." Jawab Karin pada Kanna.
"Mengapa harus di bukuku?" Tanya Maha.
"Lantas, apakah kau punya buku lain?" Tanya balik Karin.
"Itu hal yang mudah, bahkan sepertinya seorang penyihir pemula bisa membuat buku." Jawab Maha, lalu dia mendekap kedua tangan Kanna.
"Pejamkan matamu, Kanna." Pinta Maha, Kanna pun segera menutup matanya.
"Bayangkan di dalam tangan kita terdapat sebuah kayu, pernah kah kamu mendengar kayu akasia? Bila kamu bisa membayangkan itu, maka keluarkan kayu itu." Ucap Maha masih memandu Kanna, Kanna hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Bagus, sekarang bayangkan, kayu itu dipotong sekecil mungkin, kecil sekecil-kecilnya."
"Baiklah selanjutnya kamu akan menjadikannya pulp, dan kamu cetaklah menjadi persegi." Ucap Maha.
Beberapa proses dilakukan oleh Kanna, dan dia terus dipandu oleh Maha, yang juga terus menggenggam kedua tangan Kanna.
Agak rumit menjelaskannya, tapi ya, Kanna berhasil menciptakan selembar kertas dari tangannya.
"Selanjutnya, ulangi terus sihir itu sampai kertas yang kamu ciptakan, mencukupi pengetahuan penggunaan skill dari Karin." Ucap Maha, melepas genggaman tangannya.
Selagi Kanna menciptakan beberapa lembar kertas, Merlin menanyakan sesuatu pada Maha.
"Darimana kau tahu cara pembuatan milik Dwarf itu?"
"Ayahku yang mengajariku beberapa hal kerajinan milik Dwarf." Jawab Maha.
"Lalu, bagaimana caramu bisa memandu Kanna untuk melakukan sihirnya?" Karin ikut bertanya.
"Beberapa hari belakangan Kanna jarang untuk melakukan sihir, jadi kurasa tidak salah untuk menyuruhnya memakai sihir. Dan ya, aku tahu tentang sihir karena aku mempelajarinya, meski tidak bisa mempraktekkannya." Jelas Maha.
__ADS_1
Karin lalu memerintahkan Kanna untuk terus membuat kertas, hingga mencapai lima ratus lembar kertas.
Kanna tidak sedikitpun memaksakan dirinya, karena daya sihir yang ada pada dirinya begitu besar dan masih banyak.