
"Baginda, baginda, panggil saja Maha. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu berevolusi." Balas Maha.
"Apa ada yang Maha rasakan dari diri Maha?" Tanya Kanna.
"Tidak, aku tidak merasakan sesuatu. Aku masih baik-baik saja. Aku rasa bukan sihir yang terkirim pada Richard."
"Tapi sihir Richard meningkat, bukankah ini hal yang aneh? Terlebih lagi dia sampai berevolusi." Ucap Kanna.
"Maha, kau dengar aku nak? Richard telah menerima kehormatan darimu, memang bukan sihir. Orc, Ogre, Goblin dan Dwarf, tidaklah memiliki nama sebagai kehormatannya seperti manusia, dan kau memberikan kehormatan itu pada Richard ini." Suara yang terdengar oleh Maha di dalam otaknya, suara sama seperti saat mimpi sebelum-sebelumnya.
"Berbincanglah denganku lewat pikiran." Sambungnya.
"Baiklah, lalu apakah berarti Richard menjadi bawahanku?" Tanya balik Maha pada suara itu.
"Lebih tepatnya dia harus menghormatimu sebagai pemberi nama. Hal ini jarang terjadi pada manusia, karena mereka tidak pernah tau kebenaran ini." Jelas suara itu, merujuk pemberian nama pada ras lain.
"Aku paham, aku akan bertanya hal lain nanti. Kami akan melanjutkan perjalanan dulu, aku harus fokus." Ucap Maha.
"Baiklah." Jawab singkat suara itu.
"Kita akan melanjutkan perjalanan, sebaiknya kita segera menuju kota selanjutnya. Aku akan menjelaskan tentang pemberian nama ini nanti, saat kita telah sampai di kota." Ucap Maha pada Kanna dan Richard.
Mereka pun segera melanjutkan perjalanan. Memang tidak lama, tiga hari yang mereka lalui tanpa berhenti dan istirahat.
Singkat cerita, mereka telah tiba di kota yang mereka tuju. Kota itu adalah, kota dimana manusia dan Machos hidup berdampingan.
Tidak ada penjagaan yang ketat di desa itu, hanya saja semua orang tertuju pada tim Maha ini, kalau diasumsikan kenapa semua melihat ke tim Maha, adalah karena tim Maha memiliki orang-orang dengan sihir yang kuat, yaitu Kanna dan Richard.
Sesampainya di kota itu, Maha berniat untuk mencari guild, untuk menjual item yang sebelumnya ia dapatkan, yaitu taring Garaga.
Untungnya mereka segera menemukan guildnya dan segera menjualnya. Pertama kali masuk ke dalam guild, semua orang yang sedang duduk lagi-lagi pandangannya langsung tertuju ke tim Maha.
Maha tidak mau terlena dengan tatapan mereka, Mha langsung menuju ke resepsionis yang ada di guild itu.
__ADS_1
"Apakah kami bisa menjual beberapa barang?" Tanya Maha pada resepsionis yang ada di sana.
"Apakah kalian seorang petualang dari guild ini?" Tanya balik resepsionis.
"Bukan, kami adalah pengelana." Jawab Maha.
"Mohon maaf, tapi kami hanya menerima barang dari petualang yang ada di guild ini."
"Apakah kami bisa mendaftarkan diri di sini?"
"Bisa saja, hanya bertiga?"
"Iya kami bertiga."
Resepsionis mengeluarkan sebuah bola sihir dari bawah mejanya, dan menyuruh Maha, Kanna dan Richard meletakkan tangan mereka di atas bola itu, secara bergantian.
"Maha. Manusia. Kapasitas sihir nol, kekuatan fisik tidak terbaca, majikan dari manusia, Dwarf dan Ogre. Wow, unik sekali." Ucap resepsionis itu saat membaca status Maha.
"Kanna. Manusia. Kapasitas sihir tidak terbatas, kekuatan fisik normal, mempelajari enam elemen dasar sihir. Menakjubkan, dari semua manusia yang pernah aku temui sebelumnya, hanya kamu yang memiliki enam elemen, karena manusia sejtinya hanya terbatas empat elemen." Resepsionis itu membaca status Kanna dengan terkagum-kagum.
"Sungguh menakjubkan. Darimana kalian berasal? Aku tidak pernah melihat ada makhluk dengan status tertingginya seperti ini. Dan uniknya, manusia yang memiliki status rendah seperti Maha bisa memiliki bawahan." Jelas resepsionis itu.
"Abaikan saja, kami hanya ingin menjual beberapa barang. Mungkin kami juga akan bekerja dengan misi yang ada di guild ini." Ucap Maha.
"Baiklah, aku telah menambahkan status petualang di status kalian. Kemana pun kalian pergi, kalian dianggap petualang. Mana barang yang ingin kalian jual."
Maha menyerahkan barang yang bisa dijual, dan lalu mendapatkan uang dari barang-barang itu. Lumayan mendapatkan keuntungan.
Setelah itu mereka berniat mencari penginapan di kota itu.
"Richard, apakah kamu mau ikut kami di penginapan? Kalau iya, akan aku sewakan kamar sendiri." Tanya Maha pada Richard.
"Tidak tuan muda, aku akan berjaga dan berkeliling di kota ini. Maafkan aku, karena tidak bisa menerima tawaranmu." Jawab Richard.
__ADS_1
Richard pun berpisah dengan Maha dan Kanna. Lalu Maha dan Kanna pergi mencari penginapan, dan seperti biasa mereka sekamar lagi.
Saat telah menyewa kamar di penginapan, Maha dan Kanna langsung membereskan barang-barang mereka. Karena perjalanan sebelumnya, barang-barang mereka sedikit berantakan.
Selesai membereskannya, Maha bercerita san menjelaskan pada Kanna, apa yang Maha dapatkan dari suara yang ada di kepala Maha sebelumnya.
"Kanna paham. Lalu Maha, apakah Maha lebih menjaga Richard daripada Kanna?" Tanya Kanna dengan wajah memelas.
"Kenapa? Kamu cemburu kah?"
"Hmmm..." Wajah Kanna menunjukkan wajah kesal.
"Tidak perlu khawatir, Kanna. Apapun yang terjadi nantinya, aku akan terus menjagamu." Ucap Maha.
Mereka pun bingung, apa yang akan mereka lakukan setelah itu. Akhirnya Maha menyuruh Kanna untuk memprlajari lagi sihir-sihir dari lembaran Karin. Sedangkan Maha, sibuk menulis, kelihatannya saja, yang sebenarnya dia lakukan adalah berinteraksi dengan suara yang ada di kepalanya.
"Bisa anda jelaskan siapa anda? Sebelumnya anda yang muncul dalam mimpiku kan?" Maha mulai bertanya.
"Ya. Anggap saja aku adalah Chaos and Order yang ada di dalam dirimu. Aku adalah cerminan darimu sendiri. Sejauh ini kau membawaku dengan kebaikan, maka aku bisa berbicara dengan tenang padamu. Kalau saja kau membawaku dengan kebencian, maka aku akan membuatmu merasakan amarah setiap saat." Jelasnya.
"Lalu, aku harus memanggilmu bagaimana?"
"Kembali lagi, itu terserah padamu. Aku adalah cerminan dari dirimu sendiri."
"Hmmm... Aku akan memanggilmu Hain. Apakah kamu keberatan?"
"Baiklah. Aku akan menerima nama itu. Dengan ini aku mendapatkan kehormatan darimu juga, nak." Ucap Hain.
"Kehormatan? Kamu kan bukan makhluk Hain."
"Aku? Aku makhluk lho. Aku adalah roh yang membawa Chaos and Order dalam dirimu. Kalau kau memberikan padaku kehormatan, maka aku akan selalu membimbingmu, bila kau ada dalam kegemtingan. Tapi, sepertinya aku sedang tidak dibutuhkan, karena setiap kegentingan, kau pasti akan bisa menyelesaikannya." Jelas Hain.
"Baiklah. Kurang lebih aku telah mengerti. Hain, apakah kamu juga seorang pemandu?"
__ADS_1
"Iya, dan ingat, usiaku sudah lebih dari seribu tahun. Aku tahu apapun tentang kedamaian dan kehancuran, namun sangat disayangkan, aku tidak tahu segala sesuatu yang membuatmu penasaran. Seperti halnya daratan ini. Aku tidak begitu tahu tentangnya." Jelas Hain.