
Genap lima hari mereka berpacaran, Alika fikir hubungan mereka akan sama seperti hubungan kekasih pada umumnya.
Bilmar berubah. Lelaki itu tidak semanis dan selembut di awal ketika ingin meraih hati Alika. Janji ingin meninabobokan tiap malam lewat handphone pun hanya alasan belaka. Bilmar tidak pernah mengirim pesan selamat tidur atau sebagainya, jangankan seperti itu, pesan atau telepon dari Alika saja tidak ia gubris.
"Lalu buat apa kamu belikan aku ponsel kalau gitu!" Alika berdecak kesal, mengepalkan tangan lalu menghentak buku yang terbuka lebar diatas meja. Ia menoleh sekilas menatap Bilmar yang sedang asik bermain game di ponselnya.
Hari ini Dion tidak masuk, anak itu terkena muntaber sudah dua hari, rencananya Bilmar dan Nino akan pergi menjenguk dan Alika merengek ingin ikut.
"Maafin ya, aku ketiduran semalem, Yang." jawab Bilmar santai, kedua matanya masih saja menatap game dan berbagai seruan karena respon terhadap permainan terdengar setelahnya.
Alika melepas pulpen dari jarinya. Ia pun beringsut untuk menyandar di papan kursi dengan melipat kedua tangan di dada, wajahnya terlihat mencebik dengan bibir bawah yang mengerucut. "Gitu terus alasannya!" sungut Alika. Lalu ia merogoh kantung baju dan mengeluarkan ponselnya. Ia letakan di atas meja tepat menghadap Bilmar.
Setelah Alika resmi menjadi kekasih Bilmar Artanegara, ia langsung dibelikan Handphone dengan harga yang mahal. Walau Alika enggan menerimanya tapi Bilmar tetap memaksa. Ia bilang, kalau ponsel itu berguna untuk alat media komunikasi mereka, dan akhirnya Alika menyetujuinya walau sebisa mungkin ia harus menyembunyikan keberadaan alat itu dari orang tuanya jika sedang dirumah.
"Jangan marah dong, Yang. Bentar ya, lagi tanggung nih." Bilmar tetap saja asik dengan permainan game nya. Alika terlihat semakin kesal, wajahnya terus saja merungut.
"Kelarin aja dulu tugas aku, Yang. Nanti abis pulang sekolah kita nonton ya---" titah Bilmar tidak tahu diri.
Belum selesai Bilmar merayu dan mengalihkan tatapannya dari ponsel, Alika seketika bangkit dari kursi dan melangkah meninggalkan Bilmar. Bilmar mendongak, menatap kepergian Alika yang akan sampai di ambang pintu.
"Yang tunggu." seru Bilmar.
Untung saja keadaan kelas sepi, mereka bisa berbicara dekat seperti itu, coba saja kalau ramai, Bilmar dan Alika akan berpura-pura untuk membisu. Bilmar meminta Alika untuk merahasiakan tentang hubungan asmara mereka terlebih dulu dari orang banyak, ia beralasan takut jika Nino dan Dion tahu.
Karena mereka bertiga sudah sepakat untuk tidak ada yang berpacaran sampai lulus, namun Bilmar harus melanggar, ia terpaksa. Tidak ada cara lain lagi untuk bisa menuntaskan keinginan orang tuanya, agar ia dengan mudah bisa mendapatkan beasiswa ke London.
"Ya elah pakai segala ngambek lagi, kebanyakan gaya nih cewek!" sungut Bilmar, dengan berat hati ia mengehentikan permainan gamenya. Memasukan kembali ponsel ke dalam saku celana lalu beranjak dari kursi untuk melangkah mencari kekasihnya yang tengah merajuk.
"Al?" panggilan itu tidak tuntas, Bilmar terdiam ketika melihat Alika tengah duduk di bawah pohon bersama Indra.
"Sama si cowok letoy lagi, Ck!" Bilmar tertawa sambil mengejek. Dengan langkah panjang ia pun menghampiri Alika.
Alika menjengit kaget ketika dipundaknya ada sebuah tangan yang mengalung di sana. Mereka berdua pun menoleh dan mendapati Bilmar dengan wajah sengak nya.
"Kamu tau kan, kamu itu milikku, Al?" ucap Bilmar menurunkan sedikit wajahnya untuk menatap delikan mata Alika yang membola hebat, di susul dengan kerutan kening Indra. Lelaki itu sungguh tidak faham.
MILIK KU? Baru juga lima hari pacaran, jangan ngadi-ngaduli deh, Bil!
__ADS_1
Alika yang sudah terjepit dengan situasi akhirnya mengangguk. "Terus ngapain kamu di sini sama dia?" tanya Bilmar menatap tidak suka kepada Indra.
"Lo yang ngapain, ngapain juga tangan lo ada dipundak dia!" Indra beranjak berdiri untuk menepis tangan Bilmar dari pundak Alika.
"Berani lo sama gue?" Bilmar lebih dulu menarik kerah baju Indra, bahkan bisa dibilang gerakan itu seperti tengah mencekik. Indra pun meringis.
"Eh---eh, lepas, Bil. Kasian Indra." ucap Alika, ia mencoba melepas tangan Bilmar dari leher Indra.
"Loh kok kamu malah kasian sama dia? Yang jadi pacar kamu itu siapa?" tanya Bilmar.
"Kamu." jawab Alika.
"Terus yang harusnya kamu bela itu siapa?"
"Ya, kamu." cicitnya polos.
Alika dan Bilmar terus saja berdebat, mereka lupa ada Indra yang sedari tadi melotot dengan wajah memerah. Bukan saja kaget karena tahu mereka sudah berpacaran tapi juga sesak, karena Bilmar tidak kunjung melepaskan tangannya dari Indra.
"Ya Allah, Indra." seru Alika ketika kembali menatap Indra. "Lepas ah! Nanti kamu bisa bunuh dia, Bil!"
Bilmar pun melepas, dan tertawa sarkas. Menatap Indra yang tengah terbatuk-batuk karena menahan sesak.
"Kamu tuh!" Alika mencubit perut Bilmar karena kesal. Bilmar meringis namun tetap saja tertawa.
"Ayo duduk dulu ya, kamu minum, Ndra." Alika mendudukkan Indra di bangku kembali. Baru saja ingin membuka tutup botol minuman dan menyerahkannya kepada Indra, dengan langkah cepat ada tangan lain yang merampasnya, dengan sengaja Bilmar meminumnya dan menghabiskannya tanpa iklan.
"Bilmar!" kelakar Alika.
"Lo mau minum? tuh di kamar mandi! Tinggal puter keran, celangap deh lo di sana. Lebih kenyang dari pada hanya sebotol kayak gini."
Alika kembali melotot tajam, ia benar-benar tidak suka dengan perangai Bilmar yang seperti ini. Bilmar memang belum merasakan cemburu kepada Alika, ia hanya tidak suka dengan Indra.
"Kamu beneran udah jadian sama dia?" tanya Indra dengan napas yang masih terengah-engah.
"Jawab, Yang." sahut Bilmar sambil menaikan dagu nya ke arah Indra.
"Yang? Sayang, maksudnya?" tanya Indra lagi, namun ia hanya fokus menatap Alika. Alika pun mengangguk pelan untuk membenarkan pertanyaan dari Indra.
__ADS_1
Wajah Indra seketika memerah menahan kesal, terlihat pergerakan dada yang naik turun dan hembusan napas yang kasar
"Kok bisa? Terus aku gimana?" tanya Indra dengan suara nyaring, ia tidak sadar jika sudah membentak Alika, wajarlah lelaki itu kecewa.
"Gimana apaan?" Bilmar yang menyahut. "Enak aja lo bentak-bentak dia!"
"Bil, udah deh! Udah ah sana kamu pergi dulu!" ucap Alika.
"Kagak! Nanti kamu diculik sama dia." sungut Bilmar keras kepala, ia kembali menaikan dagu dan menatap Indra dengan wajah benci.
"Aku sayang kamu, Al. Dari kelas dua, aku nunggu kamu untuk jawab IYA. Tapi kamu malah lebih milih dia, lelaki mesum yang hobinya baca majalah Maria Ozawa!" Indra menunjuk ke arah Bilmar. Rasanya Indra ingin mencolok kedua mata Bilmar yang terus saja menatapnya dengan hawa dingin.
"Yeh HOMOO!" Bilmar beringsut ingin kembali mencekik Indra, namun langkahnya dibekukan oleh Alika. "Bil, jangan! Nanti sekolahan jadi ramai!"
"Tapi dia ngatain pacar kamu, Yang." jawab Bilmar.
Alika masih merentangkan kedua tangannya, menghalau langkah Bilmar yang terus maju, serta menghalangi juluran tangan Bilmar untuk menarik kain baju Indra.
"STOP dong ah!" ucap Alika, lalu ia menoleh ke belakang menatap Indra.
"Pergi dulu ya, Ndra, please! Nanti aku sms kamu." pinta Alika. Tanpa menjawab, Indra pun memilih untuk berlalu dari sana. Sudah patah hatinya, di usir pula, betul-betul menyakitkan.
"Apaan tadi?Jadi selama ini kamu sms-an sama dia??" bola mata Bilmar membulat sempurna.
"IYA!" jawab Alika dengan wajah kesal, setelah melepas cubitan kedua di perut Bilmar, Alika pun memutar langkah menuju kelas dan meninggalkan sang Kekasih.
Tapi.
Alika kembali menoleh ke belakang dan kemudian berlari. "Kamu mau kemana, hah?" sentak Alika menjewer telinga Bilmar.
"Mau nemuin si Indra!" Bilmar masih bernafsu untuk memaki dan menghajar lelaki itu. Ia kesal karena tahu sang Kekasih tetap berhubungan dengan lelaki itu dibelakangnya.
"Ya Allah!!" kelakar Alika. "BALIK!" sambungnya. Bilmar yang masih di jewer hanya meringis dan meronta seperti anak bayi. Mereka pun kembali menuju kelas.
"Ah cayang, cakit dong." cicitnya.
*****
__ADS_1
Dasar Bilmar, emang lelaki lahnat! Kasian Indra lagi nangis ditepian kolam, kali๐๐๐
Hal yang buat aku seneng setelah nulis tuh dengan baca komenan kalian, makanya buat aku seneng terus biar rajin update, kalo gak sibuk malam aku Up lagi yaโค๏ธ