MantanKu PresdirKu SuamiKu 3

MantanKu PresdirKu SuamiKu 3
Musim 1 : Perjalanan Hidup Bilmar.


__ADS_3

Dua bulan kelahiran Maura, Bilmar terlihat sebagai Ayah sungguhan. Ia berpegang teguh pada ucapannya ketika akan mengurus Maura kepada Kannya dulu.


Menimang, mengganti popok, menyusui Maura. Terbangun jika malam, begadang sampai pagi. Sampai khursus dengan beberapa perawat di Rumah Sakit bagaimana cara menggendong, memandikan dan sebagainya.


Bilmar lebih tertantang untuk mengurusnya sendiri. Ia menolak bantuan dari Mama Mira atau baby sitter. Hanya saja dirumah ia memperkerjakan beberapa art untuk mengurus rumah, mencuci baju dan memasak.


Sampai dimana, di suatu malam ia kembali bermimpi tentang Alika. Hatinya kembali berdesir karena cintanya yang masih kuat. Ia ingin kembali ke Jakarta untuk menemui Alika. Menanyakan bagaimana hubungan mereka yang sudah menginjak enam tahun tapi masih menggantung begitu saja.


"Apakah Alika masih sendiri?" tanyanya kepada diri sendiri dengan wajah khawatir.


"Aku pasti akan kecewa lagi jika tahu ia sudah menikah. Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba." gumam Bilmar. Ia masih berdiri di depan box Maura, menatap bayi perempuannya yang masih segar membuka mata sambil menjulurkan lidah.


"Anak solehah nya Papa nih." Bilmar mebencandai Maura, bayi montok itu hanya bisa tertawa melihat perangai Papanya.


Drrt drrt drrt


Ponselnya bergetar. Merogoh kantung celana dan meraih benda pipih tersebut.


"Papa?" ejanya ketika Papa Bayu menghubunginya malam-malam dari Indonesia.


"Bil, hari ini juga pulang ke Indonesia. Mamamu serangan jantung, sekarang sedang kritis di ICU."


"Astagfirullahaladzim Ya Allah, Mama kenapa, Pah? Kok bisa serangan jantung?"


"Mamamu syok, Nak. Karena mendengar Om Luky akan menikahkan kamu dengan Binara."


DEG.


Seketika itu pula hidup Bilmar hancur untuk kedua kalinya. Ia gagal ketika ingin merengkuh Alika kembali.


*****


"Saya terima nikah dan kawinnya Binara Artanegara binti Luky Artanegara dengan mas kawin tersebut dan seperangkat alat shalat di bayar tunai." Bilmar kembali berjabat tangan untuk mengijab qabul Binara. Adik sepupunya.

__ADS_1


Bilmar dan Binara sama-sama berontak, mereka bersikeras untuk tidak mau menikah. Namun ancaman Papa Luky begitu menyakitkan. Lelaki itu berhasil menguak jati diri Papa Bayu di depan Bilmar. Membuat apa yang Papa Bayu rahasiakan selama ini terbongkar.


Bilmar dan Mama Mira baru tahu, jika Papa Bayu bukanlah anak kandung dari Tuan Artanegara. Ia hanyalah anak dari perselingkungan Nyonya Ratri, istri Tuan Artanegara, yang notabene adalah orang tua kandung Papa Luky.


Mama Mira merasa dibohongi dengan jatidiri suaminya yang sangat kelam. Seorang anak haram buah perselingkuhan. Tentu Papa Bayu tidak berhak untuk mendapatkan jatah hak waris dari keturunan Artanegara. Hal itu kembali membuat Mama Mira terpukul. Membuat ia syok dan akhirnya menghembuskan napas terakhir untuk selama-lamanya.


"Sudah saatnya, kamu membalas semua kebaikan Kakek dan diriku. Yang sudah mau menerima Papamu didalam keluarga kami. Ayo balas jasa kami! Dengan kamu bersedia untuk menikahi putriku, Binara. Jika kalian menikah tentu harta Artanegara tidak akan pernah jatuh ke tangan yang salah."


Setelah ultimatum itu keluar dari bibir Papa Luky, membuat Bilmar tidak ada pilihan. Sambil menggendong Maura yang masih bayi ia pun mau mengikuti kemauan Papa Luky. Lagi-lagi hanya karena ia sayang dengan Papa Bayu, mengorbankan kembali perasaan, cinta dan hidupnya hanya untuk orang tua.


"Maafkan Papa, Nak. Papa dan Mama kembali mengoles luka di hatimu."


Bilmar hanya diam dalam riaknya. Mengelus Maura yang masih tertidur dalam pangkuannya. Rencananya untuk mendapatkan Alika ternyata terhalang kembali.


"Mungkin takdirku memang hanya untuk hidup berdua dengan putriku saja."


"Mungkin kita memang tidak akan berjodoh, Alika."


"Mulai detik ini, aku melepaskanmu."


Sedak dadanya dan hancur jiwanya. Dosa apa yang telah ia perbuat, sampai untuk hidup dengan orang yang di cinta saja sangat sulit.


"Tapi aku bersyukur, setidaknya hidup ku tidak terlalu hampa, ada Maura menemani hidupku. Terimakasih Kannya, semoga kamu tenang di sana."


********


"Titip Binara, Pah. Kabari Bilmar jika ada apa-apa dengannya." sebait pesan Bilmar sampaikan kepada Papa Bayu.


"Iya, Nak. Kamu dan Maura hati-hati di sana. Jika kamu mau menikah, menikahlah lagi. Toh pernikahanmu dengan Binara hanya pernikahan sirih."


"Bilmar hanya ingin menikah dengan Alika, Pah."


"Dimana Papa bisa mencarinya untukmu, Nak?"

__ADS_1


Bilmar hanya diam. "Posisi Bilmar sekarang sangat sulit, Pah. Biarkan saja dulu. Kalau memang kami berjodoh, tentu Allah akan mendekatkan kami kembali."


Setelah Bilmar menikahi Binara, dengan perasaan yang amat kecewa kepada Papa Luky, Bilmar memilih membawa Maura untuk kembali pulang ke London. Ia tidak sampai hati jika harus menjadikan Binara sebagai istri. Melayani, mengurus atau merawatnya seperti suami sungguhan. Yang ia tahu, Binara adalah adiknya. Adik perempuan yang paling ia sayang.


Walaupun karena kenakalan Binara, Bilmar menjadi ikut terkena getah nya. Namun ia tidak membenci wanita itu. Ia tetap menjaga Binar walau dari jauh.


Papa Bayu sepakat untuk merawat dan mengurus Binara, yang pada saat itu sedang terguncang mental dan jiwanya. Karena putrinya yang baru saja ia lahirkan tanpa ayah langsung dibuang ke panti asuhan oleh Papa Luky.


Sungguh perjuangan Bilmar yang tidak mudah. Berkali-kali ia mengusir kedatangan para wanita untuk mengisi hati dan hidupnya. Namun cintanya kepada Alika Sarasafi tidak pernah lekang oleh waktu.


"Bil, nikahi aku. Aku bersedia untuk menjadi istrimu." seru Kaneysa. "Aku akan menjaga Maura seperti anak sendiri." Kaneysa akan selalu datang untuk menggoda, merayu dan merengek. Namun Bilmar tidak pernah menanggapinya. Hatinya masih saja bersandar kepada wanita yang memakai seragam putih abu tujuh tahun yang lalu.


"Ada yang aku cinta, Kaney. Aku tidak akan mau menikah lagi kecuali dengannya."


Sungguh miris nasib Bilmar Artanegara. Ia memilih untuk menyendiri tanpa wanita didalam hidupnya. Selama di London ia hanya memilih untuk fokus mengurus Maura sampai bisa merangkak, berdiri, berjalan dengan memanggil nama nya dengan sebutan Papa.


"Pa ... Pa ... Pa." seru Maura ketika ia sudah bisa berbicara dan berjalan tertatah-tatah.


"Ayo sini, peluk Papa." Bilmar merentangkan kedua tangannya untuk bersiap menangkap Maura.


Anak perempuan berbadan montok dan putih itu terus saja tertawa dan menyerukan namanya. Melempar apapun barang yang ada disekelilingnya.


Bilmar merawatnya penuh cinta dan sayang. Lelaki itu sabar dalam mengurus Maura. Berkali-kali ia harus meninggalkan proyek besarnya karena harus mengurus Maura yang sedang demam tinggi. Setiap hari, ia akan membawa Maura bekerja. Membuat para karyawan merasa kagum akan cinta Bilmar kepada putrinya.


"Pulang lah, Nak. Ganti posisi Papa sebagai Presdir di EG." pinta Papa Bayu.


Dan akhirnya setelah lima tahun hidup di London bersama Maura, ia mulai kembali ke Indonesia. Lantaran sang Papa memintanya untuk kembali, menggantikan dirinya sebagai Presdir di EG. Dengan waktu yang sudah cukup lama untuk mengobati luka. Bilmar pun mengiyakannya. Ia lepas perusahaannya di London, untuk dikelola oleh orang kepercayaannya di sini.


Dua belas tahun ia hidup tanpa cinta dari Alika, sepertinya waktu perpisahan mereka sudah selesai. Semesta ingin mengembalikan Bilmar kepada cinta sejatinya, Alika Sarasafi.


******


Nah gengss, part tentang perjalanan Bilmar selama menikah dengan Kannya, lalu ada Maura, sampai menikah dengan Binara dan kembali pulang. Sudah aku ceritakan secara garis besar ya.

__ADS_1


Setelah ini aku akan menceritakan Alika dengan Aziz. Lalu masuk ke MUSIM 2.


Udah dua episode di hari ini ya. See you besok🤗😘


__ADS_2