MantanKu PresdirKu SuamiKu 3

MantanKu PresdirKu SuamiKu 3
Musim 2 : Pertemuan


__ADS_3

Maaf guys aku mau cuap-cuap bentaran sebelum kalian baca episode selanjutnya sebentar lagi.


Mungkin ada kalian yang ngerasa kok cepet ya thor udah masuk ke musim dua. Ya benar memang aku pangkas dan dipercepat.


Karena kan dari Kepergian Aziz, serta pertemuan Alika dengan Bilmar sudah terinci jelas di MPS season satu dan dua. Sepertinya aku sudah cukup untuk membahas Musim satu sampai di part ketika Aziz dan Alika akan menikah. Tidak perlu aku jabarkan lagi.


( Kalau kalian ada yang baru bergabung, jangan lupa aku sudah membuat rule cerita ini di detail dan di paragraf awal pembuka di episode pertama. Bahwa novel ini adalah sambungannya saja dari Novel sebelumnya, cuman saja di sini aku bagi menjadi dua musim)


Dan untuk musim dua, kok udah lompat jauh yah thor. Udah delapan tahun pernikahan aja? Musim dua aku teruskan kembali ceritanya dari bonchap part tiga di MPS satu dan dua. Jadi aku mulai star kembali.


Masih ada yang bingungkah? heheh. Kalau ada yang bingung boleh ya DM aku ke IG ku @megadischa


Biar kita pusing bareng😂🤪


****


Deru mesin mobil sudah Bilmar matikan tepat di basemen hotel. Hotel berbintang yang sangat asri dan luas. Secara blingsatan Alika langsung turun dari dalam mobil dan cepat melangkah untuk masuk ke taman yang ada di belakang hotel sebagai tempat pernikahan Dian. Terlihat sudah banyak tamu yang hadir. Karena memang acara resepsi sudah di mulai dari dua jam yang lalu.


Ternyata suami Dian adalah seorang Dokter, di tempat Dian bekerja. Bisa dibilang mereka cinta lokasi, mungkin pada saat sama-sama memeriksa pasien. Oh, indahnya. Mungkin itulah yang Dian dapatkan, ketika sudah berumur namun belum mendapatkan jodoh yang baik. Dan berkat buah kesabarannya, Dian akhirnya mendapatkan Dokter spesialis bedah.


"Mah, tunggu Papa." seru Bilmar ketika hendak turun dari pintu mobil, tapi istrinya tidak mengidahkan seruan itu. Alika dengan cepat bergegas meninggalkan Bilmar. Ia merasa dirinya sudah telat, ia memang sudah berjanji akan datang tepat waktu, untuk melepas rindu bersama teman-teman seangkatannya.


"Et, et! Mau kemana, broh?"


Langkah Bilmar yang sedang blingsatan mengejar istrinya lalu terbekukan. Ia mengedik kaget, ketika mendapati dua suara yang sangat ia kenal dan cekalan tangan yang ia rasakan di kedua lengannya.


Bilmar menoleh dan berseru kencang karena bahagia mendapati Nino dan Dion di sini.


"Lo berdua, di sini juga?" tanya Bilmar dengan wajah berbinar.

__ADS_1


"Dian kan asisten gue di Rumah Sakit, terus suaminya juga temen sejawat gue." jawab Nino.


"Nah kalau elo, ngapain Yon?" tanya Bilmar kepada Dion.


"Mata lo belekan? Lo gak lihat nih gue udah pakai beskap kayak penganten?" jawab Dion dengan tawa. "Dian itu sepupu gue."


Bilmar hanya mengangguk dan ber oh saja.


"Binik gue juga temennya Dian, katanya mereka dulu satu angkatan di kampus." ucap Bilmar.


"Gilak ya, dunia emang sempit banget. Tadi pas gue dateng, gue kaget ngeliat si Dion. Gue fikir dia udah berubah haluan dari sutradara jadi tukang rias pengantin."


"Bang ... Sat, lah!" Dion menoyor kepada Nino. Dan mereka bertiga kembali tertawa.


Persahabatan yang pernah terpisah dua belas tahun lalu di antara mereka. Sudah kembali lagi terjalin setelah Bilmar menikah dengan Alika.


Selama Bilmar berada di London, ia memutus komunikasi, walau sempat mencari. Namun tidak ia teruskan lagi, karena pada saat dulu Bilmar masih tenggelam dalam kesalafahaman. Namun Dion dan Nino tetap saja berhubungan baik walau dengan jarak yang berjauhan yaitu Malang dan Bandung.


Dengan berat hati Bilmar melepaskan Alika yang sudah bergabung dengan para temannya untuk melepas tawa dan berfoto-foto dengan Dian di pelaminan.


"Ceria banget ya wajahnya si Alika. Kayak abis keluar dari kerangkeng monyet." ucap Dion, membuat Bilmar menoleh dan mencebik. Nino kembali tertawa.


"Lo jangan terlalu ngekang binik, Bil! Kasian Alika, dia juga butuh hiburan. Butuh ketemu temen." ucap Nino.


"Lagian aneh, udah nikah juga. Ngapain sih masih takut aja kehilangan?" sambung Dion.


Bilmar menghela napas panjang, menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi dengan kedua tangan melipat didada.


"Gue sama Alika itu nikah baru delapan tahun. Waktunya masih sedikit dibanding perpisahan gue sama dia. Dua belas tahun gue nunggu dia balik! Gue masih trauma." ucap Bilmar jujur. Wajahnya berubah sendu.

__ADS_1


Dion mengelus punggung Bilmar. "Kita semua ngerti perasaan lo, Bil. Tapi please jangan kelewatan, lo mau apa yang terjadi sama gue dan Evi terulang sama lo dan Alika?"


Ya, Dion si sutradara handal di tanah air itu pernah tersandung kasus menyakitkan bersama Evi. Istri pertama dan pacar pertamanya dari bangku SMA. Dion terlalu mencintai Evi, mengekang wanita itu dalam segala aktivitasnya.


Namun semua sikap Dion itu membuat Evi menjadi geram, murka dan sesak. Ia berselingkuh dengan lelaki lain, ia ingin hidup dengan rasa kebebasan. Pernikahan Evi dan Dion akhirnya berantakan, hanya bertahan dalam empat tahun pernikahan.


Dan beruntungnya mereka berpisah tanpa ada anak yang akan menjadi sengketa di antara keduanya. Namun kebahagiaan kembali ia temukan, Dion bertemu dengan Dara. Dan mereka baru saja menikah dua tahun lalu dan saat ini Dara sedang hamil enam bulan.


"Ya enggak mau lah. Amit-amit. Bisa mati gue, kalau Alika ninggalin gue lagi." jawab Bilmar.


"Makanya santai aja. Istri tuh jangan terlalu dikekang." sahut Nino.


"Lo bisa ngomong kayak gitu, karena elo yang dikekang sama Hana." selak Dion.


"Iya, Nin. Lo itu suami takut istri, jiahhh hahahaha." ucap Bilmar. Dan gelak tawa Dion dan Bilmar kembali terdengar nyaring.


Dari kejauhan terlihat Hana sedang memantau suaminya yang sedang dibully oleh kedua sahabatnya.


Nino adalah Dokter spesialis kandungan, ia menikahi Hana yang juga berprofesi sebagai Dokter THT. Bisa dikatakan mereka terlalu lama berpacaran, dan di usia ketiga puluh Nino resmi menikahi Hana. Mereka berdua memang sama-sama ingin menikah kalau sudah mendapat gelar Dokter spesialis. Dari hasil pernikahannya, Nino mendapatkan satu orang anak.


Anak lelakinya sepantaran dengan Ammar namanya Farhan. Berbeda dengan Papa mereka, kalau Nino dan Bilmar adalah sahabat karib, namun Ammar dan Farhan adalah musuh bebuyutan. Tak jarang mereka selalu bertengkar didalam kelas.


Nino hanya tertawa dan menerima apa yang mereka sebutkan. Toh, memang begitu kenyataannya. Hana memang sangat mencintai Nino, ia tidak mau lelaki itu berpaling sedikit pun dari nya. Dan Nino hanya menurut saja, ia tidak ingin pernikahannya hancur seperti Dion.


"Mendingan nurut ama binik, Broh! Gue masih pengin bebas berenang kalau malam." jawab Nino tertawa terpingkal-pingkal.


Bilmar tertawa. "Ngapain tiap malem, tiap saat dong, lebih mantap!" Bilmar menghentak bahunya dengan rasa bangga.


Ia kembali teringat olahraga cinta yang baru saja ia mainkan dengan sang istri sebelum datang ke acara ini. Walau ia masih kesal karena Alika memimpikan Aziz.

__ADS_1


****


Masih ada satu episode lagi tungguin ya❣️


__ADS_2