MantanKu PresdirKu SuamiKu 3

MantanKu PresdirKu SuamiKu 3
Musim 1 : Kasihanilah Aku.


__ADS_3

Juni, 2011.


Sudah tiga tahun Alika dan Bilmar terpisah. Walau raga terpisah dalam jarak, waktu dan tempat, tapi hati mereka tetap saling terpaut. Diam-diam mereka saling menyebut nama ketika sedang bermunajat kepada Allah SWT. Meminta agar mereka kembali dipertemukan dalam keadaan yang sama-sama masih mencintai.


Bilmar dan Alika sudah lulus kuliah. Alika sudah berhasil menjalani perkuliahan diploma tiga di sekolah tinggi ilmu keperawatan, hanya tinggal menunggu sumpah profesi dan wisuda. Sedangkan Bilmar, karena ia sudah meraih beasiswa di bangku SMA, maka ia mendapatkan akselerasi.


Bilmar belajar siang dan malam hanya untuk mempersingkat waktunya di London. Tidak pernah mengambil libur semester karena ingin secepatnya pulang ke Indonesia untuk meminta penjelasan kepada Alika.


Mengapa tidak pernah mengabarinya? Dan untuk menuntut kejelasan tentang hubungan mereka yang masih saja menggantung sampai sekarang.


Tapi semua terpatahkan ketika pernikahan dirinya dan Kannya mulai terlihat didepan mata.


"Pokoknya aku gak mau, Mah! Aku mencintai Alika, yang ingin aku nikahi hanya dia! Bukan Kannya!" Bilmar mengerang.


"Ngapain kamu masih mikirin dia, Bil? Alika itu udah punya pacar!"


"Hah?"


Begitulah Mama Mira, memakai segala cara untuk mematahkan hati sang anak. Memfitnah, menjelek-jelekan dan membuat hati Bilmar panas, sakit dan merana.


"Mama pernah lihat dia pelukan sama cowok di motor. Tapi Mama gak mau bilang sama kamu, takut kamu nya kecewa dan ganggu konsentrasi perkuliahan kamu, Nak." ucap Mama Mira dengan nada memelas namun tertawa senang dalam hatinya.


"Mama kan jodohin kamu sama wanita yang baik. Mama mau hidup kamu setelah ini juga baik, bebet, bibit dan bobotnya jelas."


Bilmar masih berfikir, bukan tentang pernikahannya dengan Kannya. Melainkan ucapan Mama Mira yang mengatakan kalau Alika sudah menghianatinya.


"Pantas saja kamu tidak pernah membalas surat-suratku selama ini! Brengsek kamu Alika! Di sini aku selalu setia kepadamu!" gumam Bilmar dengan kemarahan.


"Tapi umurku masih 21, Mah. Bilmar tidak siap untuk menikah. Apalagi menikah dengan Kannya, dia sudah punya pacar, Mah!"


Ngomong-ngomong, Bilmar memang sudah mengenal Kannya selama di London. Kannya adalah Kakak senior Bilmar di kampus. Mereka menjadi akrab karena Apartemen yang mereka tinggali bersebelahan. Ditambah lagi Kaneysa, sahabat Kannya dikampus, menyukai Bilmar. Kaneysa jatuh hati pada pandangan pertama ketika melihat Bilmar sedang mengikuti ospek sebagai mahasiswa baru.


Bilmar dan Kannya tidak pernah tahu, jika orang tua mereka saling mengenal apalagi akan di jodohkan. Mama Mira sengaja merahasiakan perjodohan mereka sampai waktunya tiba.


Akhirnya.


Bilmar menolak dan Kannya pun menolak. Kannya bersusah payah untuk menolak pernikahan dengan Bilmar, karena ia sudah punya kekasih.

__ADS_1


Tapi penolakan mereka hanya berujung sia-sia. Dengan berbagai ancaman yang dikeluarkan oleh keluarga mereka. Akhirnya Bilmar dan Kaneysa menyerah. Namun Kannya tidak tinggal diam, ia melemparkan kesepakatan kepada Bilmar sebelum mereka resmi menikah.


"Kita nikah hanya depan orang tua! Gue gak cinta sama lo, Bil! Lo tau kan gue udah punya Sebastian. Gue hanya mau kita nikah selama tiga bulan, dan setelah itu lo harus menceraikan gue! Selama kita nikah, lo jangan pernah berharap minta apapun dari gue, dan jangan larang kalau gue mau pacaran sama Sebastian!"


"Nggak usah nunggu tiga bulan! Abis ijab qabul kalau bisa, gue akan ceraikan lo langsung!" decak Bilmar.


"Oke, berarti kita deal ya?"


"Deal!" jawab Bilmar.


Entah setan apa yang merasuki Bilmar untuk mau saja mengikuti kemauan Mama Mira. Padahal Papa Bayu sudah mencoba mencegah, namun akhirnya luluh juga karena keinginan Mama Mira yang tidak bisa ditentang. Bilmar merasa terpuruk dan sakit hati kepada Alika yang sudah tega membohongi dan menghianati kesetiaannya selama ini.


"Aku benci kamu, Al! Aku balas perlakuan kamu!"


******


Di saat-saat Alika senang karena menunggu untuk di wisuda. Gadis itu kembali menelan pil pahit. Papa Syamsul pergi menghadap ilahi. Lelaki itu terjatuh di pabrik, karena kecelakaan kerja. Alika dan Mama Lisa terpukul hebat.


Hanya lelaki itu lah sumber kehidupan mereka. Karena Mama Lisa sudah resign bekerja dua tahun yang lalu. Mama Lisa mempunyai penyakit jantung, dan Papa Syamsul melarang istrinya untuk terus bekerja.


Dengan kegetiran hati yang semakin memuncak, Alika harus tetap tegar. Walau kenyataannya sangat pahit, sudah kehilangan Bilmar, ia juga harus kehilangan Papanya. Sungguh membuat dentam jantungnya menjadi pilu.


Maka dari itu Alika mendatangi teman Papanya yang pernah menawarkan Alika berkerja di sebuah klinik yang baru saja didirikan oleh suatu perusahaan ternama. Karena klinik baru dibuka, dan belum banyak yang tahu. Maka Alika dengan mudah bisa diterima di sana walau belum mendapatkan ijazah.


"Melihat nilai kelulusan kamu sangat bagus. Saya tertarik untuk mencoba kamu bekerja di sini. Karena kamu belum wisuda dan belum bisa memberikan ijazah, maka gaji yang kamu setengah dulu ya, gak masalah kan?" ucap Pak David, kepala HRD.


Alika menatap bahagia. "Saya bersedia, Pak."


"Baiklah kalau begitu, selamat datang di Eco Group. Semoga kamu bisa kerasan bekerja di sini, Alika."


*****


Juli, 2011.


"Saya terima nikah dan kawinnya Kannya Wibowo binti Wibowo Mukti dengan mas kawin tersebut dan seperangkat alat shalat dibayar tunai."


"SAH!"

__ADS_1


Bilmar berhasil mengijab qabul Kannya. Menjadikan wanita itu sebagai istri pertamanya. Ia ingin membalas Alika, kalau ia juga mampu melupakan wanita itu, walau pernikahan dengan Kannya hanyalah main-main.


Jujur dalam hatinya ia masih memikirkan dan mencintai Alika. Hatinya masih ingin meminta Alika untuk kembali kedalam pelukannya.


Dua keluarga terlihat berbahagia, kecuali Papa Bayu. Ia nelangsa menatap Bilmar. Ia tahu anak lelakinya itu tidak ingin menikah di usia muda apalagi menikah dengan orang yang tidak dicintai.


Namun bagaimana lagi, ia tidak ingin berpisah dengan Mama Mira. Karena wanita itu mengancam meminta cerai jika suaminya tidak mendukung dirinya untuk menikahkan Bilmar dengan Kannya.


Dan di Indonesia.


Blug.


"Ah, kalung ku!" seru Alika, ketika kalung berliontin B begitu saja terjatuh ke atas lantai. Alika langsung menuruni kursi, dan mengambilnya. Sejak tadi ia sedang menata obat-obatan didalam lemari klinik.


"Kok bisa lepas ya, aneh." gumamnya.


Ia genggam kalung itu dan menatapnya. "Aku jadi teringat dengan Bilmar, apa kamu baik-baik saja di sana, Bil? Ayolah kembali, tepati janji kamu." rintih Alika.


Setahun belakangan ini Alika sudah tidak lagi mendatangi rumah Bilmar. Karena Mama Mira memutuskan untuk meninggalkan Indonesia. Ia ingin berkumpul setiap hari dengan anak dan suaminya di London. Tentu semua itu semakin mengiris luka di hati Alika.


"Bahkan sampai Papaku meninggal, kamu tidak kunjung memberiku kabar. Kembalilah, Bil. Tepati janjimu! Kasihanilah aku."


Air bening yang suci kemudian menetes turun dari kedua netra pekat gadis berhati lembut dan baik ini. Pengorbanan yang sudah ia berikan, begitu saja terhempas sia-sia. Seperti air susu yang dibalas dengan air tuba. Serta kacang yang lupa akan kulitnya. Alika mengerang dalam hatinya. Di saat-saat keadaanya yang sedang terpuruk, Bilmar jauh darinya. Lelaki itu meninggalkan dirinya.


"Aku benci kamu, Bilmar! Aku benci kamu!"


Alika menangis sejadi-jadinya. Memeras kain berlapis di depan dadanya dengan kepalan tangan yang kuat. Dadanya terasa begitu sakit dan linu.


Entah apa yang akan Alika lakukan jika ia tahu kalau baru saja, lelaki yang selama ini masih ia tunggu kedatangannya dan selalu ia sebut namanya dalam doa, sudah resmi menjadi suami orang lain.


Alika pasti akan hancur.


******


Wadidaw gak nyangka udah empat episode di hari ini gengss😂😂. Masih anget-anget kayak keteknya Dion. Belum aku edit, langsung aku up. Maapin kalo ada kata- kata sumbang atau typo ya❣️


Yuk kita nangis berjamaah, Bilmar udah nikah guys😢

__ADS_1


Bilmar dan Mamanya Maura.



__ADS_2