MantanKu PresdirKu SuamiKu 3

MantanKu PresdirKu SuamiKu 3
Musim 2 : Tidak Ada Yang Bisa, Kecuali Aku!


__ADS_3

Rapat antara pemegang saham pun dimulai. Saat ini mereka sedang berada di ruang meeting yang Alika sewa di salah satu hotel berbintang di Bandung.


Daniel pun ikut serta didalamnya. Kehadirannya memang sangat di perlukan untuk menjelaskan berapa dana lagi yang di butuhkan untuk pendanaan pembangunan kampus.


Pemegang saham dalam proyek pembangunan kampus ini terdiri dari lima orang.


Yang pertama, Bapak Rahardian. Seorang pengusaha di bidang obat-obatan kefarmasian.


Yang kedua, Bapak Zain. Seorang perawat yang mempunyai banyak klinik pratama di berbagai kota, ia merupakan Kakak senior Alika di kampus dulu. Kemahirannya dalam mengelola klinik, mampu membuat ia menjadi jutawan.


Yang ketiga, Bapak Wira. Seorang dekan yang juga mempunyai kampus kesehatan di daerah Sukabumi.


Yang ke empat, Ibu Siska. Seorang pengusaha di bidang alat-alat kesehatan.


Dan yang kelima, adalah Alika Sarasafi. Pemegang saham tertinggi dari ke empat orang tersebut.


Alika bertemu dengan mereka semua di salah satu seminar yang diadakan di Bali, dua tahun yang lalu. Mereka saling mengagumi karena keberhasilan masing-masing yang mereka miliki.


Maka untuk itu, mereka berkerja sama untuk membuat suatu usaha yang sesuai dengan aliran mereka, yaitu di bidang kesehatan. Untuk saat ini mereka berfokus pada pembangunan kampus. Dan setelahnya mereka akan membuat beberapa Rumah Sakit.


Mereka semua terlihat duduk di meja rapat bundar. Alika duduk tepat bersebelahan dengan Kiki dan Ibu Siska. Sedangkan ke empat pria tersebut berada berjajar di hadapan mereka.


Seperti halnya Daniel, ketiga lelaki dihadapan Alika juga memandangnya penuh napsu. Entah mengapa daya tarik Alika sangat kuat untuk memikat.


"Kalau saran saya sih seperti ini, apakah dari Bapak dan Ibu mau memberikan tambahan?" ucap Alika. Ia kembali membawa arah matanya dari lembaran proposal kepada mereka semua secara bergantian.


Kiki, Alika dan Siska pun mengerutkan dahi ketika empat lelaki didepannya itu termangu. Menatap Alika seperti menatap berlian. Mulut mereka sedikit menganga. Sebenarnya tidak hanya Daniel, tapi Rahardian, Zain dan Wira juga mengagumi kecantikan Alika. Terutama Zain, kakak seniornya yang dulu sempat menaruh hati.

__ADS_1


"Hallo?" Alika menyapa mereka kembali. Kiki menatap para lelaki buaya darat itu dengan rasa muak, ingin ia sembur dengan air daki kalau memungkinkan.


"Eh ... Iya." mereka berempat terkesiap. Salah tingkah dan malu karena ketahuan tidak fokus.


"Maaf, Bu. Saya agak kurang fokus." jawab Rahardian. Dan mereka pun mengeluarkan statemen yang sama. Zain tidak henti mengulum senyum, ia terus memperhatikan bibir ranum Alika yang begitu menawan.


"Kenapa Alika tambah cantik? Semakin tambah muda saja, aku jadi kagum padanya." gumam Zain.


"Bola mata nya indah, seindah lekuk tubuhnya." desah Wira.


"Pada brengsekk nih, semua cari simpati sama Ibu Alika." gumam Daniel membatin. Ia terlihat tidak suka. Lelaki itu memang cerdas, ia bisa begitu saja menangkap pandangan mata dari Rahardian, Zain dan Wira.


Entah apa yang melekat diujung kerongkongannya. Alika seketika terbatuk-batuk. Dengan refleks empat lelaki itu menyodorkan botol minum kepada Alika secara serentak.


Pangkal bahu Alika seketika naik, ia tersentak. Kaget bukan main. Begitu perhatian sekali mereka, Kiki sampai membekap mulut karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


Terlihat para lelaki itu sedikit kecewa, mereka meletakan kembali botol minuman dimeja. Menatap Alika yang tengah menenggak air putih tersebut, dan tetesan air dari sudut bibirnya sedikit berjatuhan menetes turun dan mengalir ke baju.


Lagi-lagi ke empat lelaki itu mendekat maju untuk menyodorkan tissu secara bersamaan.


"Astaga, banyak banget yang suka sama Ibu." Kiki membatin. Ia menggeleng kepala samar, tidak percaya dengan apa yang ia lihat hari ini.


"Amit-amit deh, punya suami gatel kayak mereka!" Kiki mulai geram.


****


[Selamat malam, Bu. Saya besok ada urusan ke Jakarta, apakah saya boleh mampir ke tempat ibu, mungkin kita bisa makan siang bareng?] Daniel

__ADS_1


[Saya masih ingin berbincang, apakah besok kita bisa bertemu, bagaimana kalau makan siang berdua di Kafe?] Rahardian


[Maaf, Bu. Saya masih belum mengerti dengan proposalnya, apakah besok bisa bertemu, saya akan bawakan makanan kesukaan ibu.] Wira.


"DASAR ANJINGG!!"


Bilmar mengumpat sejadi-jadinya ketika menatap layar gawai Alika. Mereka tidak tahu saja jika suami dari wanita yang sedang mereka sukai adalah lelaki posesif yang akan selalu menjaga titik lekuk segala aktivitas istrinya.


Tiap sehabis makan malam, Bilmar akan melesat lagi ke dalam kamar untuk meraih gawai istrinya. Mengecek-ngecek isi dari benda pipih milik wanita itu secara sembunyi-sembunyi. Karena di saat itu, ia tahu sang istri akan sibuk menemani anak-anak mereka belajar.


Langkah pengecekan pun selalu sama. Berawal mengamati dari log panggilan, pesan singkat multimedia terakhir pesan di whatsapp, ia akan membacakan satu persatu pesan yang masuk. Entah chat perseorangan atau dari grup.


Sampai ia tahu, jika Ayu sering membicarakan ukuran bra nya di grup. Bilmar suka tertawa, hahaha kecil banget, fikirnya.


Ia mulai membalas satu persatu pesan genit itu dengan rencana yang ada di dalam otaknya. Dia bukanlah lelaki bodoh yang tidak bisa membaca maksud dan tujuan dari si pengirim pesan.


Bilmar kembali menyunggingkan senyum, ketika tiga lelaki itu membalas pesannya dengan kata 'oke' yang ditambahkan dengan emote-emote lucu.


"Lihat saja besok para bajinggan! Muka pada jelek, masih aja belagu deketin istri orang! Berani ajak makan lagi, kalian memang bedebahh banget!!" decak Bilmar. Lelaki itu geram. Ia murka sekali. Ia tahu ini bukanlah salah istrinya, ia ingin memberi pelajaran dulu kepada mereka bertiga baru setelah itu membukanya kepada sang Istri, siapa mereka sebenarnya.


"Kalian tidak akan lolos! Tidak ada yang bisa mengajak istriku makan siang, makan malam atau makan subuh, kecuali AKU!"


Namun Bilmar lupa, masih ada Zain yang terlewat. Sepertinya Zain memilih untuk datang langsung ke kampus Alika tanpa memberi kabar terlebih dulu, seperti yang sudah dilakukan malam ini oleh Daniel, Rahardian dan Wira.


****


Like dan Komen ya gengsss.

__ADS_1


__ADS_2