MantanKu PresdirKu SuamiKu 3

MantanKu PresdirKu SuamiKu 3
Musim 2 : Maafkan Mama, Pah.


__ADS_3

Sesakkan dada yang sejak tadi hinggap di lelaki tampan itu akhirnya bisa sirna. Bilmar bisa bernapas lega karena Katherine berhasil menghubungi pihak Youtube untuk menghapus video tik-tok istrinya. Ia kembali semangat menjalani berbagai rapat di hari ini. Senyumnya merekah luar biasa.


Dari tahun ke tahun setelah kursi Presdir, Bilmar rengkuh. Eco Group banyak membuahkan keuntungan yang pesat. Bahkan ia sudah bisa menyaingi Artanegara Corp, yang saat ini di pimpin oleh Rendi dan Binara.


Dan tentu saja, Presdir gagah, cerdas dan berkarisma itu, tidak akan pernah terhenti dari incaran para mata wanita. Tanpa sepengetahuan Alika, banyak rekan kerja yang selalu mengirimkan ia pesan. Menawari makan siang bersama, nonton film atau pergi berlibur.


Dan Bilmar akan merinding setelah membacanya, tanpa alih-alih ia akan memblock nomor wanita yang gencar ingin mengajaknya berselingkuh. Ia tidak perduli jika akan kehilangan rekan bisnis. Yang paling penting baginya, hanyalah keutuhan rumah tangganya. Alika serta kedua anak-anaknya.


"Saya ingin mengajak Bapak Bilmar untuk makan siang bersama di luar, apakah bisa, Pak?" tanya seorang wanita yang menjabat sebagai Direktur di perusahaan B. Wanita itu baru saja menggelar rapat sederhana bersama Bilmar, Pak Adit, Katherine dan beberapa asisten pribadi wanita tersebut.


Bilmar menautkan alisnya. Seperti biasa raut wajahnya langsung berubah. Rasa penghormatan dari dalam dirinya kepada wanita ini berangsur pupus. Ia tahu wanita ini sudah menikah dan mempunyai anak.


"Sudah menikah, apakah pantas mengajak suami orang untuk makan siang bersama?" Bilmar berdecak dalam hatinya.


"Maaf, Bu Ana. Tapi setiap siang, istri saya akan datang ke kantor. Kami akan selalu makan siang bersama." jawab Bilmar lugas, padat dan jelas.


Ana menghela napas panjang, mungkin ia malu karena sudah ditolak mentah-mentah. Terlihat sekali binar-binar cinta dari kedua mata Bilmar ketika sedang menyebut nama istrinya.


"Baiklah saya permisi, Pak. Senang bekerja sama dengan Eco Group."


"Iya, Bu. Hati-hati dijalan." jawab Bilmar. Ia sedikit tertawa karena menangkap rasa kecewa yang hadir diraut wajah Ana.


Bagi Bilmar ia melakukan semua itu bukan hanya semata-mata cinta kepada Alika. Tetapi juga ia ingin menegapkan dirinya sebagai kepala rumah tangga yang selalu menjunjung tinggi kesetiaan, berpegang teguh dalam adab dan norma.

__ADS_1


Bilmar kembali melangkah masuk ke dalam ruangan kerjanya. Ia memilih berbaring di sofa dengan melipat kedua tangan di belakang kepala, memejam kedua mata untuk beristirahat sejenak, sebelum Adzan Dzuhur berkumandang dan Alika datang untuk membawakan makan siang.


Dan tertidur lah Bilmar dalam hati yang senang dan lapang, karena tidak ada lagi yang dapat menikmati video tik-tok istrinya di muka bumi ini.


*****


Bilmar begitu terlelap sampai melewati adzan Dzuhur dan tidak mengikuti shalat jamaah di mushola EG. Sebegitu pulas nya sampai ketukan pintu dari luar tidak ia gubris.


Bilmar mengerjap kedua matanya perlahan. Lalu ia tersentak kaget ketika menatap jam dinding menunjukan waktu sudah pukul dua siang.


"Ya Allah, udah jam dua?" serunya tidak percaya, lalu beranjak bangkit menuju toilet untuk membasuh wajahnya. Sungguh ia malu kalau harus ke mushola sekarang. Kumandang Dzuhur memang sudah berlalu, tetapi waktu untuk menunaikan shalat masih ada.


"Di ruangan sajalah shalatnya." gumamnya lalu melepas kancing tangan dan menariknya sampai ke atas siku, serta menaikan lengan kaki sampai tinggi dibawah lutut. Mulailah Bilmar berwudhu dikamar mandi. Mungkin lelaki ini masih jetlag, karena ia belum ngeh kalau ternyata Alika belum sampai diruangan nya.


*****


"Kayaknya karena pergerakan tanah, Bu. Udah gitu dua hari kemarin hujan deras."


"Ya udah, Pak. Minta tolong diurus ya. Besok saya akan datang lagi kemari." ucap Alika kepada penjaga makam. Ia mengeluarkan beberapa lembar uang kepadanya.


"Jangan, Bu. Besok aja, kan saya juga belum cari tukang gali nya."


"Enggak apa-apa, besok akan saya kasih lagi. Hitung-hitung untuk makan siang Bapak dan Tukang gali nanti." ucap Alika, ia tetap menyodorkan uang itu kepadanya.

__ADS_1


"Baik, Bu. Makasih banyak. Kalau makam sudah rapih, saya akan telepon Ibu."


Alika mengangguk dan tersenyum. Ia kembali menatap makam yang kondisinya memperihatinkan.


"Aku pulang dulu ya, Mas. Besok aku akan ke sini lagi." gumam Alika dalam hatinya. Dan berlalu lah ia membawa langkah kaki untuk melewati setiap blok pemakaman sampai ke pintu gerbang utama.


"Lindungi lah Mas Aziz selalu, Ya Allah ..." doa Alika.


Tanpa sepengetahuan Bilmar, selama delapan tahun ini Alika lah yang mengurus pemakaman Aziz. Mau bagaimana lagi, Aziz adalah anak yatim piatu. Anak tunggal dan kedua orang tuanya sudah meninggal, sanak saudara pun jauh entah dimana.


Walaupun sudah tidak ada cinta, tetap saja Aziz adalah lelaki pertama yang menikahinya, pernah memberi cinta dan membuat hati Alika terobati karena sakit yang pernah Bilmar berikan tanpa sengaja. Alika tidak pernah melepaskan bait-bait doa untuk almarhum mantan suaminya itu.


Alika tahu ia bersalah karena sudah berbohong. Tapi ia tidak punya keberanian untuk jujur, karena ia tahu suaminya sangat cemburu. Walau Aziz sudah tidak ada lagi di dunia ini.


Lima tahun yang lalu Alika berhasil membujuk Papa Luky untuk mengiyakan kemauannya. Memindahkan makam Mama Lisa dan Papa Syamsul ke pemakaman keluarga. Namun untuk membujuk Bilmar, agar makan Aziz dipindahkan. Alika masih tidak berani.


"Maafkan, Mama, Pah." desahnya.


Dengan kecepatan tinggi Alika melajukan kereta besinya untuk melesat ke kantor suaminya. Tetap ingin membawakan makan siang walau ia tahu waktu sudah telat. Bilmar pasti akan menyodorkan beberapa pertanyaan yang harus Alika jawab.


Semoga selamat ya, Al.


*****

__ADS_1


Segini dulu ya, Insya Allah nanti aku balik lagi. Komen yang banyak ya❣️


__ADS_2