MantanKu PresdirKu SuamiKu 3

MantanKu PresdirKu SuamiKu 3
Musim 2 : Pahala Kamu Sudah Banyak.


__ADS_3

Pagi kembali datang, ditemani para cuitan burung-burung yang masih setia bertengger di dalam sangkar, tepatnya dihalaman belakang rumah Alika dan Bilmar. Dalam dua tahun belakangan ini Bilmar memang senang memelihara hewan tersebut. Burung seharga ratusan juta yang mempunyai suara dan warna yang elok.


Terlihat Alika masih berdiri di meja makan. Menata sarapan pagi untuk suami dan anak-anaknya. Pagi-pagi sekali ia akan bangun untuk menyiapkan keperluan Bilmar, Maura dan Ammar. Dan jika mereka sudah berangkat, barulah Alika akan berbenah diri untuk bersiap berangkat ke kampus dan mengajar para siswa didiknya.


Napasnya menghela panjang. "Linu banget!" gumamnya. Alika meringis, sedikit membungkuk dengan wajah sambil memegangi pinggang.


"Sakit lagi Bu, pinggangnya?" tanya Bik Minah yang terlihat semakin tua.


Totalnya sudah tiga puluh tujuh tahun ia mengabdi. Ia bekerja di sini dari semasa muda bersama suaminya sekarang, Mang Dana. Suami istri paruh bayah itu memang memiliki anak dan tentu sudah pada menikah.


Namun mereka enggan untuk meminta berhenti bekerja, bukan karena unsur ingin mencari uang saja, tetapi Bik Minah dan Mang Dana sudah mengganggap keluarga ini seperti keluarganya sendiri. Bilmar dan Alika pun senang akan hal itu.


Alika mengangguk. "Iya, Bik, rasanya linu dan pegal." jawabnya. Jauh dalam lubuk hatinya ia kesal, karena semalam suaminya mengajak dirinya untuk bercinta didalam mobil.


"Coba sini Bibik urutin." Bik Minah memijat-mijat pinggang Alika. Sesekali ia bergeliat karena sakit.


"Kenapa sayang? Sakit pinggang kamu?" tanya Bilmar yang sudah sampai di meja makan. Lelaki itu sudah rapih dengan stelan jas kantor. Meletakan tas kerjanya di salah satu kursi yang kosong.


Alika mengangguk. "Iya, Pah." Alika mengangkat tangannya untuk membenarkan posisi dasi yang belum terlihat rapih di kerah kemeja suaminya.


"Tumben turun dari kamar udah pakai dasi, biasanya nanti minta dipasangin." Alika memiringkan bibirnya.


"Belajar mandiri, eh tetap aja ya gak bisa." Bilmar tertawa.


"Udah segini aja, Bik. Udah enakan, makasih ya, Bik." ucap Alika kepada Bik Minah untuk menyudahi pijatannya.


"Tolong panggilin Ammar dan Maura ya, Bik." titah Alika. Bik Minah pun berlalu setelah mengangguk.


"Bagian mana yang sakit?" sambil menyentuh.


Alika mencebik dan melepaskan tangannya dari kerah suaminya. Bilmar masih mengelus-elus pinggang Alika.


"Ini semua karena Papa semalam!" Alika mendelik tajam.


"Kita kan udah sering ngelakuin nya dimobil. Masa masih belum biasa?" bisik Bilmar sambil menjulurkan lidah di daun telinga Alika.


Alika mendelik tajam. Menghempaskan pukulan kasar di lengan suaminya sambil mengusap kebasahan yang ada ditelinganya. "Jorok ah!"


Alika kembali membungkuk menata piring-piring kembali lalu menuangkan air putih di masing-masing gelas.

__ADS_1


"Di mobil enak kan rasanya? Sensasinya juga wow ..." Bilmar terus saja menggoda Alika dengan kekehan nya. Yang membuat Alika tidak berhenti untuk menggelengkan kepala.


"Dimana aja sih ya waktu itu." tanya Bilmar sambil menerawang jauh.


Benar-benar lelaki ini, mana masih pagi, demennya godain istri melulu sampai kesal.


"Apaan sih, Pah." sungut Alika. Tapi Bilmar makin menjadi-jadi untuk membuat wajah istrinya memerah karena menahan semburat malu.


"Oh iya, yang paling sedep tuh, waktu kamu yang lagi di atas aku---itu loh, Mah. Pas lagi di jalan tol ... Eh, apa yang pas lagi di pom bensin, ya?"


Benar memang, beberapa kali Bilmar melepas cinta di mobil di berbagai tempat dan suasana. Pernah kala itu keinginannya muncul ketika mereka sedang berada di jalan tol. Menepikan mobil di sana, dan sudah tahu apa yang akan mereka lakukan setelahnya.


Sungguh memacu adrenalin, Bilmar adalah lelaki yang tidak bisa menunggu. Jika ia sudah kepancing atau kepalang hasrat. Ia tidak mau menggunakan cara lain untuk memuaskan tubuhnya. Ia akan tetap memaksa Alika untuk mau melayaninya walau itu hanya sebentar.


Beda hal lagi ketika Alika sedang dalam masa nifas atau sedang menstruasi. Bilmar bisa mencoba untuk faham.


Alika melotot tajam sambil mengeluarkan kedua tanduk sebesar raksasa. "Ih! Aku kasih sambel nih mulutnya." Alika menjawil bibir Bilmar.


Lelaki itu pun terkekeh, lalu menarik kursi untuk duduk. Bersiap sarapan dengan hasil masakan istrinya.


"Aku antar ke Dokter ya, paling juga Dr. Nita bakalan ngomong hal yang sama kayak biasanya."


Bilmar mengelus punggung istrinya.


"Selama jadi istri aku, pahala yang kamu dapat udah banyak banget dari Allah. Selalu mau nurutin kemauanku di manapun. Jadi jangan pernah marah, kalau aku lagi bimbing kamu untuk dapat pahala dari Allah."


Mantul sekali bahasanya. Untung saja Dion dan Nino tidak mendengar, bisa tercengang mereka mati mendadak, karena tidak percaya Bilmar bisa sebijak itu.


Alika mengangguk dan memberikan senyuman hangat. Ia tahu itu bukan hanya sekedar nasihat tapi juga perintah yang harus ia patuhi sebagai seorang istri.


"Jangan lupa diminum vitaminnya, Mah." ucap Bilmar sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Menatap layar terang dan membaca berbagai pesan yang masuk.


"Iya, Pah. Mama selalu minum." jawab Alika. Ia mulai menuangkan nasi goreng cumi di atas piring suaminya.


Bilmar selalu merawat tubuh Alika. Lelaki itu selalu mengajak istrinya berolahraga setiap weekend dan metitah Alika untuk selalu menjaga stamina tubuhnya dengan susu, makanan bergizi dan vitamin. Agar permainan mereka di ranjang selalu spektakuler.


Bilmar tidak ingin dirinya saja yang puas, tapi istrinya pun harus. Alika adalah aset berharga dibandingkan apapun. Cinta tulus lelaki itu tidak pernah tergantikan. Walau beberapa kali Alika resah, karena ia tahu seorang lelaki akan mengalami masa puber kedua.


Hanya sex dan cinta yang di butuhkan oleh suami. Istri yang baik akan selau bersedia ketika suaminya meminta. Menyalurkan hasratnya ke dalam liang kenikmatan yang halal.

__ADS_1


Bukan membiarkan suami mencari kenikmatan sendiri, mungkin lewat video blue, bermain solo di kamar mandi atau lebih seramnya, mencari kehangatan di luar.


"Ayo makan dulu, Pah. Nanti kamu terlambat ke kantor, bukannya ada meeting pagi ini?" Alika pun menarik kursi untuk duduk disebelah suaminya.


"Oh ya, nanti siang mau makan apa?" sambungnya.


Bilmar belum bisa menjawab karena ia sedang menenggak air putih ke dalam kerongkongannya, walau kedua matanya masih lurus menatap ponsel.


Dan


Byrrr


Alika terkesiap. Ia kaget karena Bilmar dengan mendadak memuncratkan air yang sedang ia tenggak.


"Kenapa sih, Pah?"


Kedua mata Bilmar melotot tajam menatap ponsel. Lelaki itu langsung menyodorkan ponselnya ke wajah Alika. Alika sedikit menjauhkan kepala untuk menatap video itu agar lebih jelas.


"Wah, si Ayu masukin ke youtube?" ucap Alika dengan wajah berbinar.


"Jadi bener kemarin malam kamu main tik-tok?" tanya Bilmar dengan tatapan geram.


"Gak tau namanya, Pah. Katanya mereka, Mama suruh ikutin gerakannya aja didepan kamera." jawab Alika sambil mengigit bibir bawahnya.


Kemarin malam di pernikahan Dian, teman-teman seangkatannya memang membuat banyak Video. Terutama Ayu, Dian, Tya dan Lulu yang begitu rindu dengan Alika.


"Eh lucu juga ya, malah gerakan Mama paling bagus, Pah. Di antara temen-temen. Hebat juga ya, Mama." Alika terus bersorak kegirangan, begitu bangga dan bahagianya wanita yang selalu terkurung itu.


Tanpa rasa bersalah dan takut akan dimarahi oleh Bilmar, Alika malah mengulangi gerakan kemarin untuk dipertontonkan kepada suaminya.


"MAMA!!"


*****


Ya gitu deh guyss mereka mah.🤭


MPS tiga itu akan kebanyakan anget-anget nya, lucu-lucuan, et tapi paling ada konflik tapi itu gak panjang dan gak seseram di MPS 1. yaa paling ngambek-ngambek biasa antara Mama dan Papa. Ya namanya pernikahan mah pasti ada aja ya ribut kecilnya mah. Lakik binik gitu loh, yang masih pacaran aja masih pada suka ribut kan? wkwkw.


Karena aku bikin cerita ini, selain untuk ngehibur kalian. Juga ingin menghibur hati aku, dari lelah kerja, ngurus suami dan rumah. Karena kan selama ini aku udh banyak nguras tenaga dengan cerita yang konflik panjang, negangin dan menyedihkan. Mungkn hanya di MPS tiga tidak seperti itu.

__ADS_1


Semoga kalian suka yah, yang belum baca karya aku yang lagi on going yaitu My Sabbatical Wife (sequelnya Gifali dan Maura) bisa juga baca ya. Moga aja sukak❣️


__ADS_2