
Happy Reading....
*****
DEANDRA
Setelah kami tiba di Restorant ternama di Kota ini, Aku pun menikmati makanan yang sudah tersaji di hadapan kami.
Yang sudah datang, beberapa menit lalu yang sangat Lezat dan juga enak, Dengan dessert yang tak kalah enaknya,
Langsung saja ku makan dengan lahap, padahal tadi aku sarapan sangat banyak, Namun karena melihat makanan ini, membuat air liur ku ingin menetes ,Sepertinya setelah pulang dari sini aku harus lebih Extra Lagi olahraganya, Apalagi dengan aku memiliki perut Six P**ack yang ku inginkan dengan penuh perjuangan harus hilang sia-sia.
Well, dengan aku yang memiliki perut six pack ini, Harus benar - benar menjaga pola makan sehatku.
Kami makan dengan khidmat, di selingi dengan pembahasan proyek yang sedang di jalani.
"Christian....., "Suara wanita yang memanggil pria di depan ku. Tubuh profesional bak gitar spanyol itu menghampiri meja kami, yang tak ku sangka wanita itu menciumnya.
Sontak aku pun berhenti makan.
__ADS_1
Makanan yang membuat ku, hampir meneteskan air liur itu pun terhenti karena, selera makan ku telah hilang, dengan aksi dua orang di depan ku ini.
"Aku selesai, dan aku akan ke Hotel langsung, "ucapku pada Christian yang menatap ku berdiri dan berlalu dari sana, dari pada aku jadi obat nyamuk lebih baik aku pulang saja duluan, pikirku.
Baru saja aku keluar pintu, seseorang menarik tangan ku dan Christian orangnya yang menatapku tajam ,yang ku balas tak kalah datar.
"Kenapa kau pergi, Deandra ," Christian masih dengan tatapan tajamnya ,dan kulihat di belakangnya wanita tadi, menyusul keluar.
"Christian tung....., " ucap wanita itu namun telah di sela oleh Christian.
"Kita tidak memiliki hubungan apapun bella, Dan kenalkan ini Deandra calon istriku, " Ucapnya dengan setiap penekanan , Dan membawa ku pergi dari sana ke arah mobilnya.
"Masuk, " Perintahnya yang langsung ku turuti saja , Dan mobil pun melaju pergi dari sana.
*****
Di perjalanan, di dalam mobil.
"Dia bella, anak rekan bisnisku yang sempat, ingin aku memiliki hubungan dengan anaknya, Namun aku menolaknya karena seseorang, " Jelasnya tanpa ku minta dia menjelaskan dan di akhiri kalimat dengan penekanan, yang membuat ku langsung memandangnya, Seolah mengerti dengan pikiranku ,
*****
Cukup lama kami di dalam mobil, Kini kami pun berhenti, Dan ku lihat ke arah depan ternyata
Christian membawa ku ke pantai.
Suasana pantai sangat ramai, dari wanita, pria yang sedang berjemur atau surfing, dan beberapa keluarga pun sangat menikmati kebersamaan mereka.
Ku langkahkan kakiku, di tepi pantai hingga ombak kecil menyentuh kaki ku, Melihat banyak sekali yang surfing dan kebanyakan pria membuatku tak ingin mengalihkan pandangan mataku.
"Menyesal aku membawa mu ke sini, kalau akhirnya kau mengacuhkan ku, dan malah melihat pria-pria di sana, " Ungkap Christian.Well, aku tahu dari nada bicaranya pun terdengar seperti orang cemburu.
__ADS_1
Terlihat raut wajahnya yang kesal, Namun entah mengapa itu membuat di dalam lubuk hatiku merasa senang.
"Kau pun bisa menikmati, dari wanita-wanita berbikini ," Ucapku sambil melihat beberapa wanita yang dari tadi melihat ke arah sini lebih tepatnya pada Christian.
"Cogan, " Bahasa gaul ku tercetus begitu saja, Dan Christian , yang mendengar itu hanya menatap ku dengan kening berkerutnya, Sedangkan aku masih menatap seorang pria yang berjalan menghampiriku, Memeluk dan hampir saja mencium ku, jika saja tidak aku dorong kepalanya dengan telunjukku.
Christian yang melihat aksi pria itu, hampir saja memukulnya, jika tidak aku tahan.
"Dean ternyata ini kau, sempat ragu aku akan mendekati mu, dan ternyata benar kau berada di sini, senang bertemu lagi denganmu, "ucapnya sambil tersenyum.
"Yaa, tak kusangka ,kita bertemu di sini, "ucapku.
"Siapa dia, "tunjuknya pada Christian yang sedari tadi hanya diam di sampingku dan tidak melepaskan rangkulan nya dari pinggangku.
"Kenalkan dia, Christian dia... " Belum sempat berbicara lagi,
"Calon suami , " Jawab Christian menyela ucapanku dengan penuh penekanan.
"Oh, Hai, aku Devan ,Laki-laki yang pernah mengisi hari-harinya, "ucapnya sambil melihat ke arah ku, yang langsung mendengus keras.
"Chris dia devan, salah satu yang pernah menjadi Klien ku, dalam proyek pembangunan, " Jelasku cepat dari pada terjadi salah paham.
"Dan devan, maaf aku harus pergi, karena ada urusan lain lagi, " Ucapku saat akan melangkah.
"Apa malam ini kita bisa makan malam dean, please, " ucapnya sambil memelas.
"Ok, jam 7 kau jemput aku, nanti ku kirim dimana Hotel yang ku tinggali saat ini, " ucapku dan berlalu dari sana.
*****
Like And Recommend
Follow and Vote Ya Guys...
__ADS_1
Typo Bertebaran....